Penyintas Covid-19 Berisiko Alami Gangguan Mental Insomnia dan Masalah Kecemasan

Senin, 10 Januari 2022 | 09:50 WIB
Penyintas Covid-19 Berisiko Alami Gangguan Mental Insomnia dan Masalah Kecemasan
Ilustrasi Penyintas Covid-19. (Pexels/EnginAkyurt)

Suara.com - Psikiater ingatkan masyarakat tentang potensi gangguan mental pada penyintas Covid-19, yang meliputi masalah insomnia dan gangguan kecemasan.

Gangguan mental sendiri masih dalam salah satu post covid-19 syndrome atau gejala long Covid-19 yang harus diwaspadai.

Diungkap dr. Leonardi A. Goenawan, Spkj Spesialis Kedokteran Jiwa, RSPI Puri Indah, berdasarkan studi, insomnia dan gangguan kecemasan jadi keluhan yang paling banyak ditemui pada penyintas Covid-19.

Dua gangguan mental ini, terekam melalui studi observasional yang dipublikasi di jurnal Lancet Psychiatry pada April 2021, berdasarkan observasi terhadap lebih dari 230.000 rekam medis pasien.

Ditemukan bahwa satu dari tiga orang penyintas Covid-19 akan mengalami gangguan saraf atau gangguan psikiatri dalam kurun waktu enam bulan setelah terinfeksi virus corona.

"Sebanyak tiga belas persen dari pasien Covid-19 terdiagnosa mengalami keluhan ini. Diagnosis tersebut menjadi diagnosis pertama kali, artinya mereka tidak pernah memiliki riwayat gangguan tersebut sebelumnya," jelas dr. Leonardi, mengutip siaran pers RSPI Group, Jumat (7/1/2022) lalu.

Untuk gangguan kecemasan terjadi tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang sangat drastis mengubah kegiatan sehari-hari. Seperti anak sebagai siswa dan pekerja yang melakukan kegiatannya dari jarak jauh, yakni work from home dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Jutaan pekerja beralih pada pekerjaan jarak jauh, dirumahkan, atau kehilangan pekerjaan sama sekali. Banyak orang yang mengalami penyakit dan kehilangan anggota keluarganya karena Covid-19. Belum lagi adanya ketidakpastian sosial ekonomi yang berkesinambungan," jelas dr. Leonardi.

Sedangkan untuk insomnia, dikenal dengan istilah Covid-somnia atau Corona-somnia, sebagai dampak pandemi pada pola tidur seseorang.

Baca Juga: 5 Tips Atasi Kucing yang Cemas, Lakukan Hal Berikut Ini Agar Anabul Nyaman

Data yang diperoleh dari hampir seluruh belahan dunia, memperlihatkan adanya jumlah besar populasi yang mengalami kesulitan tidur.

"Gangguan tidur selama pandemi Covid-19 ini disebut sebagai “tandemic”, yakni epidemi yang disebabkan oleh, diperburuk oleh, dan berjalan beriringan dengan pandemi, dikemukakan oleh Dr. Abinav Singh, seorang direktur medis The Indiana Sleep Center," pungkas dr. Leonardi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI