Probiotik Terbukti Membantu Pasien Covid-19 Cepat Pulih, Begini Hasil Penelitiannya

Senin, 31 Januari 2022 | 19:56 WIB
Probiotik Terbukti Membantu Pasien Covid-19 Cepat Pulih, Begini Hasil Penelitiannya
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

Suara.com - Probiotik memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita. 'Bakteri baik' ini dapat terkandung di dalam suplemen, yogurt, minuman, maupun sncak bar.

Fungsi probiotik adalah membantu mencegah bakteri jahat menginfeksi usus kita dan meningkatkan sek kekebalan usus. Namun ternyata, efeknya tidak hanya sampai usus saja.

Sebuah uji coba baru yang dilakukan di Meksiko menunjukkan probiotik dapat membantu menyembuhkan Covid-19 secara lebih cepat.

Dalam uji coba ini, penderita Covid-19 menggunakan kombinasi spesifik dari empat strain bakteri probiotik, dan hasilnya mereka lebih cepat pulih dibanding pasien yang diberi plasebo, lapor The Conversation.

Pasien yang menerima probiotik juga mengalami peningkatan respons antibodi terhadap virus corona. Selain itu, pasien juga mengalami gejala yang lebih sedikit dan jumlah virus yang lebih rendah pada 15 hari setelah infeksi awal.

Ilustrasi mengonsumsi yogurt, salah satu makanan yang mengandung probiotik. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi mengonsumsi yogurt, salah satu makanan yang mengandung probiotik. (Sumber: Shutterstock)

Studi ini merupakan yang pertama menunjukkan probiotik dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan Covid-19.

Para penulis studi menyarankan suplementasi probiotik pada penderita Covid-19 dapat membantu mereka untuk pulih lebih cepat.

Cara ini juga dapat mengurangi masa isolasi mandiri saat terinfeksi SARS-CoV-2.

Namun, studi ini juga memiliki keterbatasan, yakni mengecualikan pasien di atas 60 tahun dan tidak memperhitungkan status vaksinasi peserta uji coba.

Baca Juga: COVID-19 Merebak, Pemkot Tangsel Batasi PTM Jadi 50 Persen

Artinya, kita belum tahu apakah probiotik memberikan manfaat bagi kelompok yang paling berisiko terkena Covid-19 parah.

Selain itu, mengonsumsi probiotik juga mungkin tidak tepat bagi kelompok yang punya sistem kekebalan rendah. Sebab, akan ada potensi peningkatan risiko infeksi akibat mengonsumsi bakteri hidup dalam jumlah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI