facebook

Selain Covid-19, Hidung Tersumbat Bisa Jadi Gejala Penyakit Kronis Ini

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Selain Covid-19, Hidung Tersumbat Bisa Jadi Gejala Penyakit Kronis Ini
Ilustrasi hidung tersumbat (Shutterstock)

Hidung tersumbat bisa menjadi tanda penyakit kronis, tidak hanya virus corona Covid-19.

Suara.com - Kebanyakan orang mengira hidung tersumbat pertanda pilek atau terinfeksi virus corona Covid-19. Para ahli pun memperingatkan bahwa hidung tersumbat bisa menjadi tanda suatu kondisi serius.

Hidung tersumbat bisa menjadi tanda kanker hidung, yang dikenal sebagai kanker nasofaring (NPC). Kanker ini memengaruhi nasofaring, bagian atas faring atau tenggorokan yang letaknya di belakang hidung.

Kebanyakan orang dengan kanker hidung tidak akan mengenali gejalanya sampai pada tahap lanjut.

Berbeda dengan sinus, kanker hidung atau nasofaring ini merupakan kanker langka yang mempengaruhi ruang di belakang hidung dan sinus, yakni rongga kecil berisi udara di dalam hidung, tulang pipi, dan dahi.

Baca Juga: Varian Omicron Bikin Kasus Infeksi Covid-19 Naik Lagi, Ketua Satgas IDI: Kita Lebih Siap

Ilustrasi hidung tersumbat di malam hari. (Elements Envato)
Ilustrasi hidung tersumbat di malam hari. (Elements Envato)

Para ahli mengatakan bahwa kanker nasofaring ini bisa terasa seperti hidung tersumbat. Hidung tersumbat akibat kanker ini bisa dideteksi ketika Anda meniup hidung Anda dengan tisu, tetapi perasaan tersumbat itu tidak mereda.

Jika Anda sudah mengalami hidung tersumbat selama beberapa bulan, para ahli mengatakan bahwa ini bisa menjadi tanda utama kanker nasofaring.

Ahli Otorhinolaryngologist dan THT (telinga hidung dan tenggorokan), Dr Lim Keng Hua, menjelaskan bahwa kanker nasofaring biasanya muncul dari fossa Rosenmuller, yang terletak di sisi nasofaring.

Ada pula tanda-tanda lain dari kanker hidung yang bisa disalahartikan sebagai infeksi. Pasien dengan kanker hidung mungkin juga menderita benjolan yang tidak nyeri di sisi leher, serta gejala lain seperti telinga tersumbat.

Gejala umum lainnya termasuk darah dalam air liur atau dahak, mimisan atau sering sakit kepala dan sakit telinga. Pasien juga mungkin mengalami perubahan pendengaran atau penglihatan ganda.

Baca Juga: Disangka Lebih Ringan, Ahli Temukan Gejala Parah Varian Omicron pada Lansia

Penyebab Kanker Hidung

Dr Keng Hua mengatakan ada faktor genetik tertentu yang dapat membuat Anda lebih rentan terhadap kanker hidung. Ia mengatakan bahwa pria dua hingga tiga kali lebih mungkin mengembangkan kanker hidung dibandingkan wanita.

Sebab dilansir dari The Sun, wanita memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi. Selain itu, pria juga lebih banyak yang memiliki kebiasaan merokok.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga menderita kanker hidung, Anda juga berisiko mengidap penyakit yang sama.

Komentar