Dear Lelaki Pecandu Seks, Studi Terbaru Pastikan Masalah Kalian Bisa Diobati Medis!

Risna Halidi | Suara.com

Jum'at, 04 Februari 2022 | 21:05 WIB
Dear Lelaki Pecandu Seks, Studi Terbaru Pastikan Masalah Kalian Bisa Diobati Medis!
Ilustrasi seksual (Elements Envato)

Suara.com - Para lelaki yang kecanduan melakukan hubungan seksual selalu didakwa sebagai sosok nakal dan kurang disiplin. Namun sebuah studi terbaru menunjukkan adanya alasan ilmiah bagi kondisi lelaki yang kerap merasa kurang puas di ranjang.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Endocrine Society’s Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa lelaki dengan gangguan hiperseksualitas memiliki tingkat oksitosin yang jauh lebih tinggi dibanding lelaki yang tak kecanduan seks.

Penelitian ini pada akhirnya dapat mengubah stigma laki-laki penuh nafsu menjadi 'korban tak berdaya dari masalah biologi mereka sendiri', tulis New York Post, dilansir Jumat (4/2/2022).

Oksitosin atau hormon cinta secara alami diproduksi oleh tubuh laki-laki maupun perempuan yang dapat memicu emosi positif. Hormon oksitosin juga dikaitkan dengan meningkatkan relaksasi dan rasa percaya diri.

Hanya saja, studi menegaskan tingkat hormon oksitosin yang terlalu tinggi bisa berakibat buruk bagi laki-laki.

Dalam studi yang dilakukan pada 64 laki-laki dengan ganggguan hiperseksualitas, serta 38 laki-lagi dengan tingkat seksualitas normal, peneliti menemukan 'korelasi positif yang signifikan antara tingkat oksitosin dan skala penilaian yang mengukur perilaku hiperseksual.'

"Oksitosin memainkan peran penting dalam kecanduan seks dan mungkin menjadi target obat potensial untuk pengobatan farmakologis di masa depan," kata rekan penulis Dr. Andreas Chatzittofis kepada Newswise dikutip dari New York Post.

Menariknya, tingkat hormon oksitosin pada lelaki yang kecanduan seks berkurang secara signifikan setelah mereka menjalani terapi perilaku kognitif, yang berarti kecanduan seks merupakan masalah yang berhasil diobati.

Sebelumnya, kecanduan seks tidak diakui sebagai gangguan mental oleh American Psychiatric Association, dan banyak orang mempertanyakan apakah itu penyakit betulan atau alasan untuk perilaku buruk.

Namun pada tahun 2018, perilaku seks kompulsif dimasukkan dalam daftar Klasifikasi Penyakit Internasional Organisasi Kesehatan Dunia WHO untuk pertama kalinya.

WHO mendefinisikan gangguan perilaku seksual kompulsif sebagai "pola kegagalan yang terus-menerus untuk mengendalikan impuls atau dorongan seksual yang intens dan berulang yang mengakibatkan perilaku seksual berulang."

Gejalanya adalah memikirkan untuk melakukan hubungan seksual secara terus-menerus sampai-sampai mengabaikan kesehatan, perawatan pribadi dan tanggung jawab. Perilaku tersebut terjadi selama enam bulan atau lebih sampai menyebabkan penderitaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyek Anies Baswedan Diprotes Politisi PSI: Ada yang Tidak Beres

Proyek Anies Baswedan Diprotes Politisi PSI: Ada yang Tidak Beres

News | Kamis, 03 Februari 2022 | 09:42 WIB

Penasehat F-PAN DPRD DKI Jakarta: Studi Banding Formula E Masih Dibutuhkan

Penasehat F-PAN DPRD DKI Jakarta: Studi Banding Formula E Masih Dibutuhkan

Jakarta | Senin, 31 Januari 2022 | 22:16 WIB

Pembina Pusat Studi dan Analisis Data Provinsi Sulawesi Tenggara Ungkap Alasan Ibu Kota Negara Tidak Laik Dipindahkan

Pembina Pusat Studi dan Analisis Data Provinsi Sulawesi Tenggara Ungkap Alasan Ibu Kota Negara Tidak Laik Dipindahkan

Sulsel | Jum'at, 28 Januari 2022 | 19:05 WIB

Terkini

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB