Peneliti Temukan Kemungkinan Olahraga Sepeda Berdampak pada Disfungsi Seksual dan Inkontinensia Urine

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Minggu, 06 Februari 2022 | 09:00 WIB
Peneliti Temukan Kemungkinan Olahraga Sepeda Berdampak pada Disfungsi Seksual dan Inkontinensia Urine
Ilustrasi bersepeda. (Pexels)

Suara.com - Pakar kesehatan mengatakan kepada bahwa tekanan dari kursi sepeda pada perineum (area genital) dapat menyebabkan masalah dengan inkontinensia urine hingga gairah seksual.

Dilansir dari Fox News, bersepeda ini juga dilihat dapat memicu nyeri genital dan mati rasa pada beberapa pengendara sepeda wanita dan pria.

Dr Philippa Kaye menulis tentang kemungkinan hubungan antara kelas bersepeda dan inkontinensia wanita dalam laporan media baru-baru ini untuk Daily Mail.

“Sebuah penelitian terhadap lebih dari 300 atlet triatlon wanita, yang banyak bersepeda sebagai bagian dari olahraga mereka, melaporkan bahwa satu dari tiga menderita inkontinensia dan nyeri panggul," kata Kanye.

Para ahli juga menemukan pengendara sepeda wanita dapat mengalami penurunan sensitivitas vagina dan labial, dan tingkat yang lebih tinggi infeksi saluran kemih, tambahnya.

Terapis fisik yang menangani masalah dasar panggul, mengatakan keluhan nyeri panggul bisa menjadi hal yang umum di kalangan pengendara sepeda karena olahraga melibatkan tekanan pada area dasar panggul.

Ilustrasi Bersepeda Pagi/Pixabay
Ilustrasi Bersepeda Pagi/Pixabay

Elizabeth D'Annunzio Shah, PT, DPT, OCS, juga seorang ahli terapi fisik dasar panggul di Thrive Integrated Physical Therapy di New York City mengatakan bahwa meskipun inkontinensia urine mungkin tampak umum pada wanita, kencing saat berolahraga tidak normal.

"Ini bukan tentang bersepeda tetapi bagaimana orang itu menahan napas dan posturnya," kata Shah. Ia mengatakan penting bagi pengendara sepeda untuk menyadari postur dan pernapasan mereka selama latihan rutin.

Shah menjelaskan bahwa selama kelas sepeda cepat, faktor-faktor seperti menahan saat bernapas atau membungkuk ke depan dalam postur yang buruk memberi tekanan ekstra pada dasar panggul, yang dapat berkontribusi pada inkontinensia.

"Jika Anda duduk terjepit dan mengangkat beban, bersama dengan mekanik yang buruk, Anda akan membebani dasar panggul," kata Shah.

Untuk mengurangi ketegangan dasar panggul karena mengayuh sepeda, ada beberapa tips yang bisa diterapkan, seperti menggunakan sadel yang lebih lebar, meninggikan setang, latihan bernapas serta berdiri lebih sering.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Spesifikasi Honda Vario 160

Mengenal Spesifikasi Honda Vario 160

Your Say | Sabtu, 05 Februari 2022 | 06:45 WIB

Bentuk Tim, Polsek Koja Buru Pelaku Curanmor Diduga Todongkan Pistol ke Warga

Bentuk Tim, Polsek Koja Buru Pelaku Curanmor Diduga Todongkan Pistol ke Warga

Jakarta | Jum'at, 04 Februari 2022 | 19:38 WIB

Maling Motor di Probolinggo Beraksi di 21 TKP Pakai Jaket Bertuliskan 'Polisi' Untuk Kelabui Warga dan Korban

Maling Motor di Probolinggo Beraksi di 21 TKP Pakai Jaket Bertuliskan 'Polisi' Untuk Kelabui Warga dan Korban

Jatim | Jum'at, 04 Februari 2022 | 16:31 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB