Penuh Virus dan Bakteri, Kebersihan Kamar Mandi Penting Untuk Diperhatikan

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Jum'at, 11 Maret 2022 | 16:46 WIB
Penuh Virus dan Bakteri, Kebersihan Kamar Mandi Penting Untuk Diperhatikan
Ilustrasi kamar mandi. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Kondisi kamar mandi, dapat mempengaruhi kesehatan seluruh penghuni rumah. Memiliki kamar mandi yang bersih dapat mencegah risiko infeksi dan penyakit dari virus dan bakteri yang hidup di kamar mandi. 

Sebaliknya, saat kamar mandi kotor, ini membuat mikroorganisme, bakteri, virus, dan patogen dapat hidup hingga menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya gangguan usus, pernapasan memburuk hingga jamur yang memengaruhi kulit. 

Untuk itu penting membersihkan kamar mandi setiap hari untuk membantu mengurangi bakter, virus dan patogen permukaan. Anda bisa menyeka permukaan setiap hari dengan larutan pembunuh bakteri (cuka, pemutih, hingga pembersih antibakteri); serta memberikan perhatian khusus pada permukaan toilet, bak mandi, wastafel dan semua pegangan dan keran. 

Ilustrasi kamar mandi. (Dok: Istimewa)
Ilustrasi kamar mandi. (Dok: Istimewa)

Selain itu, penggunaan perlengkapan kamar mandi yang tepat juga bisa menjadi pilihan, untuk menjaga kebersihan kamar mandi terutama di masa pandemi saat ini. 

Melalui salah satu portofolio global miliknya yakni American Standard, Lixil memperkenalkan teknologi HygieneClean System sebagai perlindungan menyeluruh di kamar mandi dimana bakteri seperti E. coli berkembang biak dan menjadi sumber berbagai penyakit.

"HygieneClean System dilengkapi dengan teknologi rimless yang membuat pembilasan menjadi maksimal, teknologi antibakteri yang inovatif dan teknologi anti-noda untuk memastikan perlindungan terbaik terhadap pertumbuhan bakteri di dalam kamar mandi," jelas Santa Firmansjah, Presiden Direktur Lixil Water Technology Indonesia dalam siaran pers yang Suara.com terima Jumat (11/3/2022).

Bukan cuma itu, material dalam lini produk toilet juga penting untuk diperhatikan. Contohnya adalah teknologi ComfortClean pada produk Acacia SupaSleek One-Piece Toilet. 

Menggunakan material glasir keramik dengan seng oksida yang secara efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli di dalam kamar mandi.

Toilet ini juga dilengkapi dengan sistem pembilasan Double Vortex untuk pembilasan maksimal dengan penggunaan air yang minimum dan sistem pembilasan SiphonMax untuk membuang limbah berat dan ringan secara maksimum. 

baca juga

"Inovasi ini memberikan penghematan waktu dan tenaga karena tidak perlu melakukan pembersihan secara rutin tanpa harus khawatir akan kebersihan kamar mandi," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Terdeteksi di Australia! Virus Ini DIprediksi jadi Ancaman Global Selanjutnya

Sudah Terdeteksi di Australia! Virus Ini DIprediksi jadi Ancaman Global Selanjutnya

Health | Jum'at, 11 Maret 2022 | 13:15 WIB

Merapat! Ilmuwan Akhirnya Temukan Bukti Baru Asal-usul Covid-19

Merapat! Ilmuwan Akhirnya Temukan Bukti Baru Asal-usul Covid-19

Health | Jum'at, 11 Maret 2022 | 12:56 WIB

Protein di Dalam Darah Ikut Menentukan Perkembangan dan Keparahan Covid-19 pada Tiap Orang

Protein di Dalam Darah Ikut Menentukan Perkembangan dan Keparahan Covid-19 pada Tiap Orang

Health | Jum'at, 11 Maret 2022 | 13:00 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

×