Jubir Kemenkes Ungkap 4 Indikator Wabah Covid-19 Sudah Berubah dari Pandemi ke Endemi

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 15 Maret 2022 | 21:26 WIB
Jubir Kemenkes Ungkap 4 Indikator Wabah Covid-19 Sudah Berubah dari Pandemi ke Endemi
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengungkap beberapa indikator pandemi Covid-19 berakhir dan memasuki masa endemi.

Diungkap Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Indonesia tengah berada di fase transisi menuju endemi, lantaran kasus Covid-19 cenderung menurun dan terkendali.

"Dengan banyaknya tren indikator pengendalian pandemi ke arah positif, kita sudah mulai buat langkah menuju ke arah endemi. Transisi endemi itu adalah suatu proses, jadi transisi itu adalah suatu proses dari pandemi jadi endemi," ujar Nadia saat konferensi pers, Selasa (15/3/2022).

Penurunan kasus ini, akhirnya membuat pemerintah banyak melakukan pelonggaran protokol kesehatan, seperti penghapusan wajib tes antigen dan tes PCR untuk perjalanan dalam negeri menggunakan transportasi publik.

Termasuk dihapuskannya jaga jarak di transportasi umum dan di tempat umum seperti di restoran, bioskop dan sebagainya. Selain itu, terdapat tiga indikator lain yang menjadi tanda pandemi sudah beralih ke endemi. Apa saja? Berikut paparannya!

1. Angka Reproduksi Virus (Rt) di Bawah 1 Persen
Meski begitu, kata Nadia, penurunan kasus saja tidak cukup untuk menyimpulkan Covid-19 di Indonesia sudah masuk fase endemi. Salah satunya memastikan laju penularan atau angka reproduksi virus (Rt) harus di bawah 1 persen. "Rt number masih di atas angka 1, ini menunjukkan laju penularan masih terjadi dan pandemi belum terkendali," jelas Nadia.

2. Risiko Penularan dan Keterisian Tempat Tidur RS
Selain itu ada juga indikator positivity rate atau risiko penularan di masyarakat, termasuk juga angka perawatan di RS harus di bawah lima persen. Adapun saat ini, kata Nadia, angka positivity rate Indonesia masih 13,89 persen. Sedangkan angka keterisian tempat tidur RS perawatan Covid-19 di Indonesia, per 14 Maret 2022 masih 21 persen.

3. Angka Kasus Kematian Terkendali
Saat ini meski angka kasus kematian atau fatality rate memang sudah menurun, namun angka ini masih cenderung tinggi dan masih belum terkendali. Pasalnya menurut Nadia, indikator case fatality rate terkendali, apabila angkanya kurang dari tiga persen. Sedangkan kasus kematian per 15 Maret 2022 ada 308 orang yang baru saja meninggal, padahal infeksi baru sudah di angka 27.615 kasus.

4. PPKM Berada di Level 1
Seperti diketahui penentuan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditentukan kondisi kasus di masing-masing daerah. Menurut Nadia, Indonesia masuk kategori endemi jika mayoritas di semua daerah berada di PPKM level 1 dalam kurun waktu tertentu.

baca juga

"Paling penting, kondisi ini harus terjadi dalam kurun waktu tertentu seperti 6 bulan, ini masih dibahas indikator yang terbaik ke arah endemi," tutup Nadia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aduh, Vaksinasi Dosis 3 di PPU Baru Sekitar 5,7 Persen, Orangtua Siswa Sempat Menolak, Ini Kata Hamdam Pongrewa

Aduh, Vaksinasi Dosis 3 di PPU Baru Sekitar 5,7 Persen, Orangtua Siswa Sempat Menolak, Ini Kata Hamdam Pongrewa

Kaltim | Selasa, 15 Maret 2022 | 21:13 WIB

Ya Ampun, Kasus Kematian Covid-19 di Balikpapan Masih Tinggi

Ya Ampun, Kasus Kematian Covid-19 di Balikpapan Masih Tinggi

Kaltim | Selasa, 15 Maret 2022 | 20:55 WIB

Kasus Covid-19 Kembali Melandai, Bima Arya Buka Kembali PTM di Kota Bogor

Kasus Covid-19 Kembali Melandai, Bima Arya Buka Kembali PTM di Kota Bogor

Bogor | Selasa, 15 Maret 2022 | 20:43 WIB

Terkini

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 19:56 WIB

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:55 WIB

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:46 WIB

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 19:45 WIB

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:41 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

Health | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

×