Keseringan Makan Daging Turunkan Tingkat Kesuburan Pria, Kok Bisa? Begini Penjelasan Para Ahli

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 18 Maret 2022 | 14:03 WIB
Keseringan Makan Daging Turunkan Tingkat Kesuburan Pria, Kok Bisa? Begini Penjelasan Para Ahli
Ilustrasi daging (pixabay) / tomwieden.

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan pria yang mengonsumsi terlalu banyak daging lebih berisiko tidak subur.

Para ahli memperingatkan orang yang berencana memiliki keturunan harus memastikan bahwa mereka tidak terlalu banyak makan daging ayam, sapi dan domba.

Penelitian yang dilakukan di University of Worcester, menemukan diet tinggi protein atau terlalu banyak konsumsi daging menurunkan testosteron pria hingga 37 persen.

Para pria, kondisi ini bisa menyebabkan testosteron rendah secara medis atau hipogonadisme.

Joe Whittaker, seorang ahli gizi, mengatakan tingkat testosteron yang rendah menyebabkan jumlah sperma rendah, yang merupakan penentu utama kesuburan pria.

Ilustrasi daging (pexels.com) / Rachel Claire.
Ilustrasi daging (pexels.com) / Rachel Claire.

Dalam penelitian kami, diet tinggi protein menyebabkan testosteron rendah. Jadi, sangat mungkin diet ini juga menyebabkan jumlah sperma rendah sehingga menurunkan tingkat kesuburan pria.

Testosteron rendah juga terkait dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan Alzheimer.

Makalah dalam jurnal akademik Nutrition and Health, menggambarkan efeknya sebagai keracunan protein yang disebabkan oleh pemecahan protein menjadi amonia atau racun.

Hal ini menunjukkan bahwa tubuh mungkin terlalu sibuk mengatasi keracunan protein, sehingga menekan produksi testosteron.

baca juga

"Ini akan memakan waktu 1 sampai 2 minggu untuk melihat tanda-tanda pertama keracunan protein, seperti mual, diare, dan testosteron rendah," jelas Mr Whittaker dikutip dari The Sun.

Pada penelitian tersebut, Whittaker dan rekan mengumpulkan hasil dari 27 penelitian yang melibatkan 309 pria.

Penelitian ini menemukan bahwa diet tinggi protein yang cenderung rendah karbohidrat bisa mempengaruhi testosteron dan meningkatkan kortisol.

Diet tinggi protein adalah diet di mana 35 persen kalori berasal dari protein, seperti daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan.

Pada pria yang makan 2.500 kalori per hari, ini berarti mereka makan sekitar 865 kalori dalam protein.

Jumlah ini setara dengan tiga butir telur untuk sarapan (240kkal), dada ayam untuk makan siang (212kkal), dan 250g daging cincang saat makan malam (420kkal).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Kini Menjadi Eksportir Utama Daging Halal ke Negara-Negara Muslim

Australia Kini Menjadi Eksportir Utama Daging Halal ke Negara-Negara Muslim

News | Jum'at, 18 Maret 2022 | 11:41 WIB

Yuk Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi Berikut, Bagus untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Yuk Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi Berikut, Bagus untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Health | Kamis, 17 Maret 2022 | 16:52 WIB

Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Hentikan Konsumsi Daging Anjing

Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Hentikan Konsumsi Daging Anjing

Jawa Tengah | Kamis, 17 Maret 2022 | 13:14 WIB

Terkini

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

×