Alasan Psikologis Seseorang Ingin Berinvetasi: Iri, Serakah, Hingga Rasa Percaya

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 24 Maret 2022 | 14:40 WIB
Alasan Psikologis Seseorang Ingin Berinvetasi: Iri, Serakah, Hingga Rasa Percaya
Ilustrasi investasi (unplash).

Suara.com - Keputusan berinvestasi tidak melulu didasari keinginan untuk memiliki masa depan yang aman. Kata psikolog, orang berinvestasi bisa terjadi karena beberapa alasan psikologis. Apa saja?

Menurut Psikolog klinis Ivan Sujana, M.Psi., Psikolog, setidaknya terdapat tiga emosi yang mudah tergugah ketika seseorang menghadapi penawaran investasi dari lingkup teman dan keluarga, yaitu rasa percaya (trust), rasa iri (envy), dan rakus/serakah (greedy).

Menurut Ivan, lingkaran orang terdekat atau relasi interpersonal sangat mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan. Emosi yang pertama kali muncul biasanya adalah rasa kepercayaan.

"Kalau kita berteman, apalagi ini sirkel terdekat kita, teman-teman terdekat atau bahkan kerabat saudara sendiri, kita akan cenderung lebih mudah percaya, 'Masa, sih, teman atau saudara akan berbuah jahat. Jadi rasa percaya emosi itu akan tergugah," kata Ivan.

Ilustrasi investasi. (Pexels.com)
Ilustrasi investasi. (Pexels.com)

Selain rasa percaya, rasa iri juga memiliki potensi untuk berkembang ketika seseorang mendapat penawaran investasi dari orang yang tampaknya telah berhasil. Rasa iri ini berarti ingin menjadi seperti orang lain tersebut.

"Misalnya, 'Temanku investasi lalu dapat keuntungan, aku iri sama dia, aku juga mau seperti itu'. Jadi ada rasa iri yang kemudian menjadi membakar semangat kompetisi kita, kompetisi dengan teman atau saudara," ujarnya.

Terakhir, ketika investasi telah berjalan, maka keinginan untuk memperoleh sesuatu yang lebih berpotensi berkembang pada diri seseorang hingga yang paling fatal cenderung menjadi rakus dan lupa mengerem dirinya sendiri.

"Biasanya ketika sudah mulai jalan investasinya, ada sifat rakus atau serakah. Jadi mau lagi, mau lagi, seperti tidak bisa berhenti. Ibaratnya kalau kita makan sudah mulai kenyang, tapi nggak berhenti-berhenti," kata Ivan.

Dalam kasus lain, penawaran investasi yang muncul di media sosial melalui penyampaian influencer juga rentan menggugah perasaan iri dan sifat rakus pada seseorang, meski rasa percaya tidak turut andil.

"Rasa percaya itu akan berpengaruh dari hubungan relasi interpersonal kita dengan orang-orang yang kita kenal. Tapi kalau dari media sosial, kebanyakan orang tidak kita kenal, ini akan menempuh jalur lain. Jadi emosi yang tergugah itu 'inginnya' dulu, keinginan itu yang dimainkan," ujar Ivan.

Ivan menekankan bahwa pengambilan keputusan dalam berinvestasi harus dilakukan dengan pemikiran yang rasional, terlepas dari siapapun yang menawarkan. Jika tidak berpikir rasional, maka seseorang cenderung mengedepankan emosi yang tidak berdasar.

"Masalah investasi itu harus berhitung. Mungkin pikiran rasionalnya (minimal) 90 persen, selebihnya tetap bukan emosi, sih, 10 persen itu intuisi," kata Ivan. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:49 WIB

Presiden Prabowo Teken Kerja Sama Ekonomi Rp 370 T dengan Jepang

Presiden Prabowo Teken Kerja Sama Ekonomi Rp 370 T dengan Jepang

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:08 WIB

MoU Indonesia-Jepang: 10 Proyek Kerja Sama Investasi dengan Nilai Rp 392,7 Triliun

MoU Indonesia-Jepang: 10 Proyek Kerja Sama Investasi dengan Nilai Rp 392,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:28 WIB

Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi

Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:57 WIB

Prabowo Tawarkan Danantara ke Investor Jepang, Jaminan Aman Investasi di Indonesia

Prabowo Tawarkan Danantara ke Investor Jepang, Jaminan Aman Investasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:47 WIB

Mengapa Tidak Semua Orang Kaya? Mengupas The Value Investors

Mengapa Tidak Semua Orang Kaya? Mengupas The Value Investors

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:00 WIB

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:17 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB

Apa Beda Harta PPS dan Harta Investasi PPS di Coretax? Jangan Salah Isi!

Apa Beda Harta PPS dan Harta Investasi PPS di Coretax? Jangan Salah Isi!

Lifestyle | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB