Peneliti Kembangkan Salep Gel Baru untuk Sembuhkan Penyakit Kulit Langka Epidermolysis Bullosa

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 30 Maret 2022 | 16:03 WIB
Peneliti Kembangkan Salep Gel Baru untuk Sembuhkan Penyakit Kulit Langka Epidermolysis Bullosa
Ilustrasi pemeriksaan masalah kulit (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti telah menemukan pengobatan baru untuk kondisi epidermolysis bullosa (EB). Obat yang dinilai menjanjikan ini berbentuk gel yang mengandung DNA.

Obat gel ini telah diujicobakan dalam percobaan kecil terhadap enam orang dewasa dan tiga anak-anak dengan penyakit bawaan langka tersebut.

Epidermolysis bullosa (EB) merupakan kelompok penyakit langka yang dapat menyebabkan kulit rapuh dan mudah melepuh, lapor Live Science.

Kulit penderita dapat melepuh hanya dengan cedera ringan, paparan sinar matahari, gesekan dengan pakaian, atau garukan.

Dalam studi ini, peneliti menemukan peserta uji coba memiliki subtipe epidermolisis bulosa (EB) yang disebut resesif distrofik epidermolisis bulosa (RDEB). Artinya, sel mereka kekurangan instruksi genetik untuk membangun protein kolagen VII.

Pengobatan Epidermolysis bullosa menggunakan gel DNA (Standford Medicine)
Pengobatan Epidermolysis bullosa menggunakan gel DNA (Standford Medicine)

Umumnya, kolagen tersebut akan mengikat beberapa lapisan kulit menjadi satu, sehingga mencegah lapisan saling bergesekan.

Pada penderita EB, lapisan kulit saling mengikis, dan abrasi ini mendorong pembentukan lepuh dan luka kronis yang bisa tidak sembuh selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Bandingkan perawatan EB yang ada, seperti cangkok kulit dan sel punca yang direkayasa, terapi gen baru ini jauh lebih mudah untuk diterapkan.

Terapi gen ini meliputi mengoleskan salep gel langsung ke luka di kulit. Gel ini mengandung virus herpes simpleks 1 yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat bereplikasi dalam sel manusia.

Sebaliknya, virus bertindak sebagai wadah dua salinan fungsional COL7A1, gen yang mengode kolagen VII.

Setelah percobaan selama 25 hari, peneliti menemukan obat gel DNA ini mampu menutup luka selama tiga bulan pada pengobatan pertama. Lalu kembali dioles dan dapat sembuh selama 8 bulan.

Biopsi kulit peserta menunjukkan sel-sel kulit mereka mulai membuat kolagen VII segera setelah 9 hari pengobatan. Kolagen VII terdegradasi dan kulit yang dirawat berubah.

"Ini bukan penyembuhan permanen, tetapi ini adalah cara untuk benar-benar mengatasi luka," tandas peneliti utama sekaligus profesor dermatologi Peter Marinkovich dari Stanford University School of Medicine, AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat Pasangan Apes Beli Tabir Surya Palsu, Kulit Malah Melepuh dan Terbakar Sinar Matahari

Curhat Pasangan Apes Beli Tabir Surya Palsu, Kulit Malah Melepuh dan Terbakar Sinar Matahari

Lifestyle | Selasa, 29 Maret 2022 | 18:39 WIB

Jadi Juru Runding Perdamaian Ukraina dengan Rusia, Roman Abramovich Diduga Diracun, Mata Merah dan Kulit Mengelupas

Jadi Juru Runding Perdamaian Ukraina dengan Rusia, Roman Abramovich Diduga Diracun, Mata Merah dan Kulit Mengelupas

Kalbar | Selasa, 29 Maret 2022 | 11:24 WIB

Heboh! Miliarder Rusia Roman Abramovich dan Juru Runding Ukraina Dikabarkan Diracun, Mata Memerah dan Kulit Mengelupas

Heboh! Miliarder Rusia Roman Abramovich dan Juru Runding Ukraina Dikabarkan Diracun, Mata Memerah dan Kulit Mengelupas

Surakarta | Selasa, 29 Maret 2022 | 09:03 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB