3 Penyebab Batu Empedu dan Cara Pencegahannya yang Perlu Anda Tahu

Yasinta Rahmawati

Selasa, 05 April 2022 | 18:26 WIB
3 Penyebab Batu Empedu dan Cara Pencegahannya yang Perlu Anda Tahu
Ilustrasi organ dalam manusia. (Pixabay)

Suara.com - Batu empedu merupakan salah satu gangguan kesehatan yang terjadi akibat adanya endapan cairan pencernaan yang mengeras di kantung empedu. Cairan ini idealnya dilepaskan ke usus kecil, untuk membantu pencernaan. Tentu saja, untuk dapat meminimalisir resikonya, Anda wajib tahu penyebab batu empedu itu sendiri.

Penyebab Batu Empedu

Setidaknya ada tiga penyebab batu empedu yang bisa terjadi.

  1. Empedu mengandung terlalu banyak kolesterol. Pada kondisi ideal, empedu akan mengeluarkan cukup bahan kimia untuk melarutkan kolesterol dari hati. Namun jika kolesterol terlalu banyak, maka dapat mengkristal dan menjadi batu empedu.
  2. Empedu mengandung terlalu banyak bilirubin. Bahan kimia ini diproduksi untuk memecah sel darah merah, namun ketika terjadi kelainan, produksinya akan menjadi berlebih. Bilirubin yang berlebihan dapat memicu terbentuknya batu empedu.
  3. Kantung empedu tidak bisa dikosongkan dengan baik. Kantung empedu seharusnya hanya menjadi penyimpanan sementara cairan empedu, karena digunakan secara rutin oleh tubuh. Namun ketika kantung ini tidak bisa dikosongkan, maka cairan empedu akan menjadi sangat pekat, dan menjadi batu empedu.

Lalu Bagaimana Pencegahannya?

Setelah mengetahui apa saja penyebab dari batu empedu, maka Anda bisa menyimak beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan. Sebenarnya, cara pencegahan ini berdasar pada pola hidup dan pola makan sehat. Berikut selengkapnya.

  • Tidak melewatkan makan, dan makan tepat waktu. Meski sedang berpuasa, Anda bisa memastikan jam sahur dan berbuka pada waktu yang sama setiap hari.
  • Menurunkan berat badan secara  bertahap, tidak melakukan diet ekstrim. Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan sehat, tanpa harus melakukan diet ekstrim. Anda bisa berkonsultasi dengan ahli kesehatan dan gizi untuk urusan ini.
  • Konsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi. Asupan serat harian bisa membantu memperlancar proses pencernaan, sehingga kerja organ cerna dan pendukungnya tidak terlalu berat.
  • Mempertahankan berat badan yang sehat, tidak kurang dan tidak lebih dalam ukuran ekstrim.

Itu tadi, sedikit penjelasan mengenai cara mencegah dan penyebab batu empedu. Semoba bisa menjadi artikel yang berguna untuk Anda. Selalu jaga kesehatan setiap saat, dan terapkan pola hidup sehat kapanpun dan di manapun!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahui Indikasi dan Metode Operasi Batu Empedu, Kondisi yang Dialami Maia Estianty

Ketahui Indikasi dan Metode Operasi Batu Empedu, Kondisi yang Dialami Maia Estianty

Health | Selasa, 05 April 2022 | 10:03 WIB

Maia Estianty Menderita Batu Empedu: Bagaimana Penyakit Terbentuk dan Apa Pengobatannya?

Maia Estianty Menderita Batu Empedu: Bagaimana Penyakit Terbentuk dan Apa Pengobatannya?

Health | Selasa, 05 April 2022 | 09:07 WIB

Harus Cepat Operasi! Akhirnya Dokter Temukan Penyakit di Tubuh Maia Estianty

Harus Cepat Operasi! Akhirnya Dokter Temukan Penyakit di Tubuh Maia Estianty

Banten | Selasa, 05 April 2022 | 10:55 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×