Ahli Temukan Jenis Kelelahan Berbeda Akibat Virus Corona Covid-19 Pada Lansia

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 18 April 2022 | 15:28 WIB
Ahli Temukan Jenis Kelelahan Berbeda Akibat Virus Corona Covid-19 Pada Lansia
Ilustrasi virus Corona Covid-19, lansia. (Shutterstock)

Suara.com - Kelelahan merupakan salah satu gejala umum virus corona Covid-19. Mayoritas orang yang terinfeksi virus corona menular mengalami kelelahan cukup lama setelah pemulihan awal.

Pada sebagian orang, kelelahan akibat virus corona Covid-19 ini akan berlangsung selama berbulan-bulan, terlepas dari jenis kelamin mereka.

Tapi, ada jenis kelelahan lain selain kelelahan fisik akibat virus corona Covid-19. Para ilmuwan pun telah menambahkan jenis kelelahan akibat virus corona pada orang tua, yang sangat berbeda dengan kelelahan akibat vaksinasi.

Dilansir dari Times of india, Anda perlu tahu bahwa tubuh kita mengalami beberapa jenis perubahan seiring bertambahnya usia.

Kita akan mengalami penurunan metabolisme, kehilangan otot, fluktuasi tingkat hormon dan beberapa perubahan lain di tubuh. Hal-hal ini secara alami dialami lansia, yang merasa tidak energi seperti dahulu.

Ilustrasi Lansia (Shutterstock)
Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Kelelahan akibat vaksinasi dinilai berbeda dengan kelelahan normal. Dalam jurnal Frontiers in Immunology, kelelahan akibat vaksinasi disebut sebagai kelambanan orang atau kelambanan terhadap informasi atau instruksi vaksin karena beban dan kelelahan yang dirasakan.

Kelelahan vaksin ini bukan istilah baru dan telah dirujuk dalam beberapa penelitian yang dilakukan sebelum era virus corona Covid-19.

Hal ini sebagian besar disaksikan pada orang di atas 50 tahun. Para ahli percaya bahwa kondisi ini dapat mencegah orang dewasa yang lebih tua untuk mendapatkan suntikan booster dan meningkatkan risiko infeksi di masa depan.

Namun, penulis penelitian juga menyatakan bahwa temuan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut guna mengambil langkah-langkah pencegahan yang akurat.

baca juga

Studi ini tidak merinci semua faktor yang menyebabkan kelelahan vaksin pada manusia. Sehingga butuh lebih banyak pengetahuan tentang kondisi itu guna mengambil tindakan yang tepat.

Menurut sebuah penelitian, kelelahan vaksin mungkin berakar pada keterbatasan ilmu vaksin dan mungkin sulit untuk dihindari.

Meskipun kondisi ini cukup umum pada orang dewasa yang lebih tua, yang menyebabkan penurunan jumlah suntikan booster. Vaksinasi tetaplah hal terbaik untuk tetap aman dan terlindungi dari penyakit menular.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebaran Virus Corona Covid-19 Diklaim Meningkat 500 Persen dalam 15 Hari di Delhi

Penyebaran Virus Corona Covid-19 Diklaim Meningkat 500 Persen dalam 15 Hari di Delhi

Health | Senin, 18 April 2022 | 15:07 WIB

Gejala Long Covid-19, Ahli Sarankan Konsumsi Makanan Ini Guna Atasi Kabut Otak

Gejala Long Covid-19, Ahli Sarankan Konsumsi Makanan Ini Guna Atasi Kabut Otak

Health | Senin, 18 April 2022 | 15:02 WIB

Aksi Heroik Pria Lansia Lompat ke Lubang Air Selamatkan Anak yang Tenggelam Ini Tuai Pujian

Aksi Heroik Pria Lansia Lompat ke Lubang Air Selamatkan Anak yang Tenggelam Ini Tuai Pujian

Your Say | Sabtu, 16 April 2022 | 16:54 WIB

Terkini

Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data

Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 15:03 WIB

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:00 WIB

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 14:56 WIB

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 14:47 WIB

Berapa Kapasitas Mesin Cuci untuk Mencuci Bedcover King Size?

Berapa Kapasitas Mesin Cuci untuk Mencuci Bedcover King Size?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:43 WIB

Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus

Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 14:41 WIB

Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB

Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak

Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB

×