Suara.com - Salah satu obat jenis golongan mukolitik yang cukup terkenal adalah ambroxol. Obat ini mungkin terdengar asing di telinga dan mata Anda, karena pada kenyataannya memang jarang disebutkan dalam resep atau menjadi nama obat. Lalu sebenarnya ambroxol untuk apa sih?
Sedikit sudah disinggung di atas tadi, obat ini merupakan golongan obat mukolitik. Obat mukolitik merupakan salah satu jenis obat yang memiliki fungsi utama untuk mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh.
Mengetahui Abroxol untuk Apa
Secara mendasar, fungsi dari obat ini adalah membantu meredakan batuk berdahak, dengan cara mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan.
Ketika tubuh berada dalam satu kondisi yang memaksanya memproduksi dahak berlebih, maka ini akan terasa mengganggu di tenggorokan. Akibatnya tenggorokan terasa gatal dan Anda akan terus menerus batuk.
Konsumsi ambroxol kemudian dapat membantu mengurangi keluhan tersebut dengan mengencerkan dahak yang ada di bagian tenggorokan.
Ambroxol umumnya digunakan pada orang dengan keluhan kesehatan atau penyakit seperti yang ada di bawah ini.
- Emifisema
- Pneumokoniosis bronchitis
- Bronkiektasis
- Bronkitis kronis dan akut
- Bronkitis asmatik
Kondisi di atas membuat tubuh memproduksi dahak dalam jumlah berlebihan hingga mengganggu. Maka konsumsi ambroxol akan jadi solusi terbaiknya.
Dosis Obat Ambroxol
Untuk orang dewasa, umumnya ambroxol yang diberikan adalah sebanyak 30 mg sampai 120 mg setiap hari. Jumlah ini akan mengacu pada kondisi kesehatan dan rekomendasi dari dokter, sehingga bisa dipastikan tepat dan bisa mengatasi keluhan kesehatan tersebut.
Meski kemungkinannya cukup kecil, namun alergi akibat ambroxol bisa saja terjadi. Reaksinya akan muncul pada pernapasan serta terganggunya fungsi panca indera. Ketika hal ini terjadi Anda bisa langsung mendatangi dokter untuk mendapatkan tindakan medis.
Kenapa Jarang Terdengar di Pasaran?
Hal ini karena ambroxol sendiri adalah satu kandungan yang diperlukan dalam obat pengencer dahak. Biasanya ambroxol masuk dalam komposisi obat seperti demikian, dan dijual dengan merk dagang tertentu.
Ambroxol yang secara harfiah bernama demikian di pasar, bisa ditemukan dalam bentuk obat generik, baik sirup atau tablet.
Itu tadi sedikit pengetahuan mengenai ambroxol untuk apa dan berapa poin relevan lainnya. Semoga artikel ini bisa membantu, dan selalu konsultasikan pada dokter terkait masalah obat dan keluhan kesehatan yang dialami.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
5 Tips Mengatasi Efek Samping sebab Obat-Obatan
Your Say | Jum'at, 22 April 2022 | 21:20 WIB
WASPADA Produk Ilegal Banyak Ditemukan di Minimarket Modern Tangerang Banten
News | Jum'at, 22 April 2022 | 04:16 WIB
Obat yang Biasa Digunakan Ibu Hamil untuk Kecemasan Bisa Meningkatkan Risiko Cacat pada Bayi
Health | Kamis, 21 April 2022 | 15:26 WIB
Terkini
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB