Studi Baru Ilmuwan AS Sebut Long Covid-19 Bukan Disebabkan Badai Sitokin

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 26 April 2022 | 06:25 WIB
Studi Baru Ilmuwan AS Sebut Long Covid-19 Bukan Disebabkan Badai Sitokin
Ilustrasi Long Covid-19 (Envato)

Suara.com - Para ilmuwan di Universitas California, Los Angeles (UCLA) menemukan penyebab terjadinya long Covid-19 atau gejala sisa pada penyintas Covid-19.

Dikatakan, sistem kekebalan tubuh yang tertekan secara tidak normal jadi penyebab utama long Covid-19, bukan respon hiperaktif tubuh terhadap infeksi virus.

Temuan penelitian itu telah diterbitkan dalam jurnal peer-review Clinical Infectious Diseases.

Temuan tersebut bertentangan dengan apa yang diyakini ilmuwan sebelumnya, yaitu bahwa respons imun yang terlalu aktif terhadap SARS-Cov-2, sering disebut sebagai badai sitokin, menjadi akar penyebab long Covid-19.

Pakar kesehatan mengatakan kepada Fox News, badai sitokin adalah respons peradangan terlalu reaktif pada orang yang terinfeksi dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada paru-paru serta organ lain, sehingga berisiko menyebabkan penyakit parah bahkan kematian.

Sementara itu, long Covid-19 adalah sindrom di mana banyak gejala, seperti sesak napas, nyeri otot, kelelahan, dan kabut otak terus berlanjut selama beberapa bulan meski telah sembub dari sakit.

Para ilmuan di UCLA mengatakan, pemahaman yang terbatas tentang penyebab long Covid-19 membuat perawatan kondisi menjadi sulit.

"Meskipun ini adalah studi percontohan kecil, tapi menunjukkan bahwa beberapa orang dengan long covid mungkin sebenarnya memiliki sistem kekebalan yang kurang aktif setelah pulih dari Covid-19, berarti bahwa meningkatkan kekebalan pada orang-orang itu bisa menjadi pengobatan,” kata profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran David Geffen di UCLA, Dr. Otto Yang.

Dalam penelitian tersebut, mereka juga kembali menyelidiki kebenaran long Covid-19 dipicu oleh respons imun hiperaktif.

baca juga

Tim peneliti yang dipimpin UCLA mempelajari efek antibodi monoklonal Leronlimab pada long Covid-19, dalam uji coba eksplorasi kecil yang melibatkan 55 orang.

Leronlimab merupakan antibodi yang menempel pada reseptor kekebalan yang terlibat dalam peradangan CCR5.

Peserta dipilih secara acak untuk menerima suntikan antibodi mingguan atau plasebo salin selama delapan minggu. Selama periode itu, para peneliti melacak perubahan dalam 24 gejala yang terkait dengan long Covid-19.

Dalam laporan tersebut, para peneliti awalnya mengira telah memblokir CCR5 dengan Leronlimab akan melemahkan respons sistem kekebalan yang terlalu aktif setelah infeksi Covid-19.

"Tapi kami menemukan yang sebaliknya," kata Yang.

"Pasien yang membaik adalah mereka yang memulai dengan CCR5 rendah pada sel T mereka, menunjukkan sistem kekebalan kurang aktif dari biasanya, dan tingkat CCR5 sebenarnya meningkat pada orang yang membaik," imbuhnya.

Temuan tersebut mengarah pada hipotesis baru bahwa long Covid-19 pada beberapa orang terjadi akibat sistem kekebalan yang terlalu tertekan, bukan hiperaktif.

Para peneliti menyarankan, peran kompleks untuk CCR5 dalam menyeimbangkan efek inflamasi dan anti-inflamasi, misalnya melalui sel pengatur T.

Juru bicara Infectious Diseases Society of America Dr. Aaron Glatt, yang tidak terlibat dengan penelitian tersebut, mengomentari temuan itu. Menurutnya, studi pendahuluan ini menyajikan informasi baru yang menarik mengenai sindrom jarak jauh Covid-19.

"Pada saat ini, pemahaman kita tentang patogenesis long Covid-19 masih belum jelas. Studi ini mendukung dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme potensial yang berbeda," ujarnya.

Sementara itu, penulis penelitian mengakui kalau hasil studi masih perlu dikonfirmasi dalam penelitian yang lebih besar dan lebih definitif.

Juga dicatat dalam rilis bahwa penelitian UCLA ini didanai oleh pembuat Leronlimab CytoDyn Inc. dan dilakukan oleh para peneliti yang dipekerjakan sebagai konsultan perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Long Covid-19, Ahli Sarankan Konsumsi Makanan Ini Guna Atasi Kabut Otak

Gejala Long Covid-19, Ahli Sarankan Konsumsi Makanan Ini Guna Atasi Kabut Otak

Health | Senin, 18 April 2022 | 15:02 WIB

Kelelahan Bisa jadi Gejala Virus Corona Covid-19 dan Kondisi Lain, Begini Perbedaannya!

Kelelahan Bisa jadi Gejala Virus Corona Covid-19 dan Kondisi Lain, Begini Perbedaannya!

Health | Jum'at, 15 April 2022 | 08:30 WIB

Kenali Tanda Kekurangan Vitamin E, Nutrisi yang Bisa Melindungi Sel dari Radikal Bebas

Kenali Tanda Kekurangan Vitamin E, Nutrisi yang Bisa Melindungi Sel dari Radikal Bebas

Health | Selasa, 12 April 2022 | 14:53 WIB

Terkini

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:38 WIB

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:22 WIB

Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 20:20 WIB

Biaya Logistik dan Jalur Air Lumpuh, Sektor Ekspor Tertatih-tatih Tahan Laju

Biaya Logistik dan Jalur Air Lumpuh, Sektor Ekspor Tertatih-tatih Tahan Laju

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 20:19 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 20:10 WIB

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:09 WIB

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 20:06 WIB

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:05 WIB

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 20:00 WIB

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:57 WIB

×