Kasus Hepatitis Akut Berat Bertambah, IDAI Ungkap Alasan Belum Keluarkan Rekomendasi PTM

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 11 Mei 2022 | 05:15 WIB
Kasus Hepatitis Akut Berat Bertambah, IDAI Ungkap Alasan Belum Keluarkan Rekomendasi PTM
Ilustrasi cuci tangan untuk mencegah penularan hepatitis akut berat. (Pexels/KetutSubiyanto)

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum mengeluarkan rekomendasi penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) sebagai upaya pencegahan wabah hepatitis akut berat.

Meski kasus hepatitis akut berat terus bertambah, kini telah mencapai 15 anak yang terinfeksi, menurut IDAI, belum cukup bukti wabah tersebut sampai harus menunda pelaksaan PTM.

"Belum cukup bukti, karena sampai sekarang juga semua kasus itu belum jelas apakah memang hepatitis akut berat. Masih perlu diperiksa. Karena tidak semua laboratorium itu bisa kita lakukan," kata Ketua UKK Gastro-Hepatologi IDAI - DR. Dr. Muzal Kadim, Sp.A(K)., dalam webinar, Selasa (10/5/2022).

Pemeriksaan adenovirus, yang diduga jadi penyebab hepatitis akut berat, juga tidak mudah. Sehingga, dokter Muzal mengatakan bahwa 15 kasus hepatitis akut berat di berbagai daerah itu belum terkonfirmasi pasti benar hepatitis akut berat.

"Jadi untuk saat ini belum dikeluarkan rekomendasi resmi untuk PTM. Dari segi kasus ini memang terus berjalan, bisa saja 1-2 hari kita keluarkan itu kalau memang perlu. Bukan berarti menunggu kasus lebih parah, tapi memang saat ini belum cukup kuat untuk dilakukan PTM tersebut. Waktu Covid juga demikian, perlu bukti-bukti dulu. Karena PTM ini kan bukan sesuatu yang sepele juga," tuturnya.

Sementara itu, ketua umum IDAI dr. Piprim Basarah, Sp.A(K)., mengungkapkan bahwa selain di Jakarta, kasus hepatitis akut berat tercatat ada di Tulungagung dan Sumatera Barat.

"Tapi itu pun belum masuk kriteria probable karena belum memenuhi persyaratan, jadi masih dalam penyelidikan," kata dokter Piprim.

Ia mengingatkan kepada para orangtua agar jangan panik. Sebaiknya tetap lakukan langkah-langkah pencegahan penyakit dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, protokol kesehatan terkait Covid-19 juga bisa tetap dilakukan.

"Kita sudah belajar tentang bagaimana mengatasi penularan melalui saluran pernapasan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan seterusnya," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Hepatitis Akut, Ganjar Pranowo Imbau Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Cegah Hepatitis Akut, Ganjar Pranowo Imbau Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Jawa Tengah | Selasa, 10 Mei 2022 | 23:13 WIB

Apa Itu Hepatitis? Kenali Jenis, Gejala dan Cara Mengobatinya

Apa Itu Hepatitis? Kenali Jenis, Gejala dan Cara Mengobatinya

Health | Selasa, 10 Mei 2022 | 23:01 WIB

Hepatitis Akut Misterius Muncul di Jakarta, DPRD Segera Panggil Dinkes DKI

Hepatitis Akut Misterius Muncul di Jakarta, DPRD Segera Panggil Dinkes DKI

News | Selasa, 10 Mei 2022 | 22:24 WIB

Terkini

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

×