Apa Itu Penyakit Kuning? Ketahui Berbagai Penyebabnya

Yasinta Rahmawati

Senin, 16 Mei 2022 | 09:30 WIB
Apa Itu Penyakit Kuning? Ketahui Berbagai Penyebabnya
Ilustrasi gambar apa itu penyakit kuning.

Suara.com - Penyakit kuning adalah salah satu penyakit yang sering dialami bayi baru lahir. Penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya, namun juga bisa semakin parah. Lantas, apa itu penyakit kuning? Untuk selengkapnya, mari simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Penyakit Kuning?

Penyakit kuning adalah suatu penyakit yang menyebabkan kulit dan bagian putih mata menjadi kuning.  Penyakit kuning ini muncul karena kelebihan bilirubin. Bilirubin adalah bahan kimia kuning dalam hemoglobin, yakni zat yang membawa oksigen dalam sel darah merah Anda. 

Saat sel darah merah rusak, tubuh Anda membangun sel baru untuk menggantikannya, sedangkan yang lama diproses oleh hati. Jika hati tidak dapat menangani sel-sel darah yang rusak, maka bilirubin menumpuk di dalam tubuh dan kulit Anda mungkin terlihat kuning.

Banyak bayi yang sehat memiliki beberapa penyakit kuning selama minggu pertama mereka lahir. Biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. Meski lebih sering dialami oleh bayi, namun tak menutup kemungkinan juga bahwa penyakit kuning dapat terjadi pada usia berapa pun dan mungkin merupakan tanda adanya masalah. 

Penyakit kuning ini dapat terjadi karena berbagai penyebab. Melansir dari sejumlah sumber, berikut ini penyebab penyakit kuning yang perlu diketahui.

  • Penyakit darah
  • Sindrom genetik
  • Penyakit hati, seperti hepatitis atau sirosis
  • Penyumbatan saluran empedu
  • Infeksi
  • Obat-obatan

Umumnya, penyakit kuning pada bayi yang menyusui (ASI) akan bertahan sekitar satu bulan. Sedangkan untuk bayi yang diberi susu formula, penyakit kuning biasanya mereda dalam dua minggu.

Pada orang dewasa, durasi penyakit kuning tergantung pada penyebab yang mendasarinya dan bervariasi dari jangka pendek hingga tidak dapat diatasi. Misalnya: Jika penyakit kuning Anda dipicu oleh infeksi, gejala Anda kemungkinan akan membaik saat infeksi Anda sembuh. 

Jika Anda minum obat yang menyebabkan penyakit kuning, kemungkinan akan hilang saat Anda berhenti minum obat. Jika Anda memiliki batu empedu, penyakit kuning Anda akan hilang setelah kantong empedu Anda diangkat. Jika Anda memiliki penyakit hati jangka panjang, seperti hepatitis kronis atau kanker hepatobilier yang tidak dapat diobati, penyakit kuning Anda mungkin tidak membaik.

baca juga

Demikian ulasan mengenai apa itu penyakit kuning lengkap dengan penyebabnya. Untuk pencegahan dini penyakit kuning, sebaiknya selalu cek kondisi kesehatan ke dokter secara rutin dan pastikan untuk selalu hidup sehat.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Populer Kesehatan: 5 Jenis Sakit Kepala dan Jumlah Kolesterol Normal dalam Tubuh Manusia

Populer Kesehatan: 5 Jenis Sakit Kepala dan Jumlah Kolesterol Normal dalam Tubuh Manusia

Health | Minggu, 15 Mei 2022 | 20:05 WIB

Hepatitis Akut Misterius Mengintai Anak-Anak, Disdikpora Bantul Minta Sekolah Terapkan PHBS

Hepatitis Akut Misterius Mengintai Anak-Anak, Disdikpora Bantul Minta Sekolah Terapkan PHBS

Jogja | Minggu, 15 Mei 2022 | 13:39 WIB

Kenali Perbedaan Gejala Hepatitis Akut Pada Anak dan Dewasa, Orang Tua Wajib Tahu!

Kenali Perbedaan Gejala Hepatitis Akut Pada Anak dan Dewasa, Orang Tua Wajib Tahu!

Health | Minggu, 15 Mei 2022 | 16:20 WIB

Terkini

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:39 WIB

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

×