Mungkinkah Hepatitis Akut Jadi Pandemi? Prof Zubairi Djoerban Ungkap Jawabannya

Bimo Aria Fundrika

Senin, 16 Mei 2022 | 12:50 WIB
Mungkinkah Hepatitis Akut Jadi Pandemi? Prof Zubairi Djoerban Ungkap Jawabannya
Ilustrasi Hepatitis. [Shutterstock]

Suara.com - Kemunculan Hepatitis akut di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia membuat masyarakat khawatir penyakit tersebut akan jadi pandemi. Terlebih, saat ini pandemi Covid-19 juga belum benar-benar mereda.

Lantas, mungkinkah hepatitis akut jadi pandemi? Menanggapi hal tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengimbau semua orang tua untuk segera pergi membawa anak ke rumah sakit (RS) bila anak menunjukkan gejala-gejala dari hepatitis akut.

“Sebetulnya sakit apapun itu, orang tua harus waspada. Jangan-jangan ini penyakit yang serius, jadi harus segera membawa (anak) ke dokter,” kata Zubairi. 

Zubairi menuturkan setiap orang tua harus peka dan cermat memperhatikan gejala yang diderita oleh seorang anak, khususnya pada anak di bawah usia enam dan di bawah usia 10 tahun.

Dikarenakan hepatitis akut adalah penyakit baru yang harus dipelajari lebih mendalam, maka orang tua harus dapat mengenali gejala penyakit itu yakni anak terkena diare, mengalami sakit perut, mata bewarna kuning, air kencing menjadi cokelat dan fases bewarna pucat.

“Itu harus segera ke rumah sakit atau rujukan rumah sakit yang paling lengkap yang ada di sekitar tempat tinggalnya agar bisa ditangani dengan cepat, karena tata laksana yang tepat menjadi sangat penting,” ucap dia.

Kemudian pada gambaran kasus di tingkat global, sebanyak 160 kasus infeksi di Inggris masih dapat terobati dan disembuhkan, sedangkan lima kematian sudah dilaporkan oleh Amerika. Di Indonesia sendiri, sebanyak tujuh kasus kematian sudah diumumkan oleh Kementerian Kesehatan.

Menurut Zubairi dengan adanya kasus kematian yang ditemukan, maka penyakit hepatitis akut tidak boleh sama sekali disepelekan dan setiap pihak harus terus waspada juga mengikuti perkembangan dari penyakit misterius tersebut.

“Jadi memang potensial dan berbahaya. Di Amerika juga sudah ada lima meninggal, di kita ada tujuh anak yang meninggal, jadi ini memang bisa membahayakan jiwa sekali,” kata Zubairi.

baca juga

Dokter Spesialis anak RSIA Bunda Jakarta dan Ahli Gastro Hepatologi Ariani Dewi Widodo mengatakan orang yang menderita hepatitis pada umumnya akan mengalami kerusakan hati.

Seseorang yang mengalami kerusakan hati akan mengalami gangguan fungsi hati yang berperan penting bagi tubuh. Misalnya, penderita akan mengalami gangguan pembekuan darah yang menyebabkan terjadinya risiko pendarahan lebih tinggi.

Seorang penderita hepatitis juga mengalami gangguan pembentukan beberapa protein dalam tubuh, sehingga mengganggu sistem metabolisme tubuh seperti pada saat memetabolisme obat dan memetabolisme racun yang masuk ke dalam tubuh.

“Ketika terjadi gangguan dalam hati, maka semua fungsi itu tidak akan bisa berjalan dengan baik. Kita juga bisa menjadi tidak sehat seperti biasanya. Oleh karena itu, hati menjadi sangat penting bagi tubuh kita,” kata Ariana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Hepatitis Akut Berubah Jadi Kanker Hati atau Liver? Ini Kata Pakar

Bisakah Hepatitis Akut Berubah Jadi Kanker Hati atau Liver? Ini Kata Pakar

Health | Minggu, 15 Mei 2022 | 06:36 WIB

Dinkes Kaltim: Kasus Hepatitis Akut Misterius di Kaltim Baru Dugaan

Dinkes Kaltim: Kasus Hepatitis Akut Misterius di Kaltim Baru Dugaan

Kaltim | Sabtu, 14 Mei 2022 | 20:38 WIB

Pengamat Sarankan Ini agar PTM 100 Persen di Tengah Pandemi dan Ancaman Hepatitis Akut Aman

Pengamat Sarankan Ini agar PTM 100 Persen di Tengah Pandemi dan Ancaman Hepatitis Akut Aman

Bekaci | Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:40 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×