Berapa Banyak Urine yang Dapat Ditampung Kandung Kemih? Perlukah Langsung Kencing saat Sudah Penuh?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 23 Mei 2022 | 14:57 WIB
Berapa Banyak Urine yang Dapat Ditampung Kandung Kemih? Perlukah Langsung Kencing saat Sudah Penuh?
Ilustrasi ingin buang air kecil (Shutterstock)

Suara.com - Ada kalanya ketika Anda meminum banyak cairan, tak berapa lama kemudian ingin buang air kecil. Dalam momen ini, pernahkah Anda bertanya-tanya berapa banyak urine yang dapat ditampung kandung kemih manusia?

Menurut Institut Kualitas dan Efisiensi dalam Perawatan Kesehatan Jerman, kandung kemih manusia cukup menampung banyak cairan, yakni sekitar 2,3 cangkir untuk wanita dan 2,9 cangkir untuk rerata pria.

Itu sekitar 500 mililiter untuk wanita dan 700 mililiter untuk pria, lapor Live Science.

Namun, meski kandung kemih dapat menampung cairan sebanyak itu, jarang sekali Anda perlu buang air kecil sebanyak itu.

Keinginan untuk buang air kecil dimulai ketika kandung kemih terisi sekitar 200 hingga 350 mililiter. Secara total, ginjal menghasilkan rata-rata 1,7 liter urine setiap hari para rata-rata orang dewasa.

Ilustrasi Buang Air Kecil. (pixabay)
Ilustrasi Buang Air Kecil. (pixabay)

Sementara anak-anak di atas usia satu tahun jumlah urine yang dapat ditahan kandung kemih dapat diperkirakan dengan sebuah rumus, yakni (usia tahun + 2) x 30 mL.

Dorongan untuk buang air kecil terjadi total urine meregangkan otot-otot dinding kandung kemih.

Peregangan ini tampaknya memicu protein tertentu di otot yang beraksi terhadap rangsangan mekanis, seperti sentuhan dan tekanan.

Orang yang tidak membawa gen atau protein tersebut seringnya gagal mengetahui bahwa dirinya perlu buang air kecil atau mengalami kesulitan untuk mulai buang air kecil, sehingga mereka buang air kecil lebih jarang daripada rata-rata manusia.

Hal yang penting yang perlu diingat adalah jangan menunda buang air kecil. Sebab, melakukannya secara rutin akan meregangkan otot kandung kemih, membuatnya sulit untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.

Kebiasaan tersebut juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Kesalahan Buang Air Kecil: Bikin Wanita Rentan Mengalami Masalah Kandung Kemih, Hindari Hal Ini

3 Kesalahan Buang Air Kecil: Bikin Wanita Rentan Mengalami Masalah Kandung Kemih, Hindari Hal Ini

Health | Jum'at, 13 Mei 2022 | 16:55 WIB

Waspadai Rasa Sakit Terbakar saat Buang Air Kecil, Bisa Jadi Gejala Kanker Vulva

Waspadai Rasa Sakit Terbakar saat Buang Air Kecil, Bisa Jadi Gejala Kanker Vulva

Health | Jum'at, 13 Mei 2022 | 08:14 WIB

Awas, Ini 5 Kebiasaan Buang Air Kecil yang Salah dan Berbahaya untuk Kesehatan!

Awas, Ini 5 Kebiasaan Buang Air Kecil yang Salah dan Berbahaya untuk Kesehatan!

Health | Kamis, 12 Mei 2022 | 09:55 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB