Strategi yang Dilakukan Kemenkes untuk Mencegah Masuknya Kasus Cacar Monyet ke Indonesia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 25 Mei 2022 | 09:42 WIB
Strategi yang Dilakukan Kemenkes untuk Mencegah Masuknya Kasus Cacar Monyet ke Indonesia
Cacar monyet (Monkeypox). [Statnews]

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan belum ada kasus infeksi cacar monyet di Indonesia. Meski begitu, upaya pencegahan tetap dilakukan agar tidak terjadi penularan yang terbawa dari luar negeri. 

Juru bicara Kemenkes dr. M Syahril, Sp.P., mengatakan, infeksi cacar monyet telah mewabah di 12 negara, di antaranya Kongo, Pantai Gading, Benin, Sudan Selatan, Ghana, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo dan Sierra Leone.

"Di Indonesia belum ada kasusnya. Tapi karena ini penyakit menular yang bisa menular kepada negara lain yang dibawa oleh hewan maupun manusia, maka seluruh negara sebetulnya sudah melakukan upaya-upaya kewaspadaan," kata dr. Syahril dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/5/2022).

Ia menyampaikan bahwa Kemenkes telah menyiapkan Surat Edaran (SE) terkait tingkat kewaspadaan terhadap infeksi cacar monyet kepada Dinas Kesehatan seluruh provinsi, rumah sakit kantor kesehatan pelabuhan (KKP), dan lainnya.

Kemenkes juga telah menyiapkan kapasitas laboratorium pemeriksaan dan rujukan.

"Melakukan revisi pedoman pencegahan dan pengendalian monkeypox menyesuaikan situasi dan update WHO yang berisi mengenai surveilans tata laksana klinis, komunikasi risiko, dan pengelolaan laboratorium," ujarnya.

Dokter spesialis paru itu menjelaskan infeksi cacar monyet merupakan penyakit zoonosis yang artinya bisa menular dari hewan ke manusia, dan dipastikan dapat menular antarmanusia.

"Penularannya melalui kontak erat terhadap orang yang terinfeksi atau barang yang terkontaminasi dengan virus. Contohnya, barang yang digunakan oleh orang dengan virus cacar monyet dapat menularkan ke orang lain yang bersentuhan," jelas dr. Syahril.

Masa inkubasi dari infeksi tersebut selama 6-16 hari. Tetapi, pada beberapa kasus ada juga yang baru muncul pada hari kelima hingga ke-21. Dokter Syahril menjelaskan bahwa gejala muncul secara dua tahap. 

baca juga

Pertama, disebut dengan gejala awal atau fase prodomal selama 1 sampai 3 hari. Ditandai dengan adanya demam tinggi di atas 38 derajat, kemudian sakit kepala yang luar biasa. 

Menurut dokter Syahril, yang jadi pembeda dengan cacar lain karena adanya gejala berupa pembengkakan kelenjar getah bening baik di leher, ketiak maupun selangkangan.

Kemudian berlanjut fase kedua yang disebut erupsi kulit. Ditandai dengan timbulnya ruam atau lesi pada kulit, terutama di muka. Kemudian menyebar ke badan dan tangan. 

"Ini yang menjadi ciri khas cacar dan sangat infeksius atau menular. Diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periodisasi tersebut hilang dan rontok. Itu bisa sembuh sendiri," imbuh dokter Syharil.

Walaupun sembuh sendiri, ruam tersebut akan menimbulkan bekas di kulit seperti bopeng. Dokter Syahril mengingatkan, walaupun infeksi tersebut bisa sembuh sendiri, cacar monyet tetap berbahaya terutama bagi kelompok rentan seperti orang usia lanjut dan dengan komorbid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan di Balik Nama Penyakit Cacar Monyet

Alasan di Balik Nama Penyakit Cacar Monyet

Health | Rabu, 25 Mei 2022 | 09:25 WIB

Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, Benarkah Virusnya Sudah Bermutasi?

Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah, Benarkah Virusnya Sudah Bermutasi?

Health | Rabu, 25 Mei 2022 | 07:15 WIB

Penyakit Cacar Monyet Alami Lonjakan Kasus di Seluruh Dunia, Apakah Perlu Dilakukan Vaksinasi Massal?

Penyakit Cacar Monyet Alami Lonjakan Kasus di Seluruh Dunia, Apakah Perlu Dilakukan Vaksinasi Massal?

Health | Rabu, 25 Mei 2022 | 05:50 WIB

Terkini

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

×