Gegara Menggunakan Peralatan Masak Berbahan Kaca, Satu Keluarga Keracunan Timbal

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 05 Juni 2022 | 15:43 WIB
Gegara Menggunakan Peralatan Masak Berbahan Kaca, Satu Keluarga Keracunan Timbal
Ilustrasi timbal dalam darah. [Shutterstock]

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS melaporkan pada Jumat (3/6/2022) bahwa ada satu keluarga beranggotakan lima orang keracunan timbal.

Setelah diselidiki, ternyata mereka telah menggunakan peralatan masak yang terkontaminasi, lapor New York Post.

Kasus ini terdeteksi ketika Departemen Kesehatan dan Kebersihan Mental Kota New York (DOHMH) menganalisis pemeriksaan darah tahun 2017 milik seorang anak berusia 3 tahun, yang tidak disebutkan identitasnya.

Setelah mencari data, badan tersebut menemukan hasil tes lainnya tahun 2020 dari orang tua dan kedua kakak anak tersebut.

Hasil menunjukkan mereka memiliki kadar timbal yang tinggi di dalam darah, di atas 5 mikrogram per desiliter (µg/dL).

Ilustrasi peralatan masak. [Shutterstock]
Ilustrasi peralatan masak. [Shutterstock]

Penyelidik akhirnya mengetahui bahwa peralatan kermik yang keluarga itu gunakan untuk memasak, menyiapkan, dan menyimpan makanan serta minuman terkontaminasi timbal tingkat tinggi.

Skrining awal anak kecil menunjukkan kadar timbal dalam darah pada 7 g/dL. Pada saat kejadian, ambang batas DOHMH untuk menuntuk inspeksi rumah ditetapkan pada 10 g/dL, jadi mereka mengirim surat kepada keluarga tersebut.

Isi suratnya adalah tentang peringatan dan saran cara mengurangi paparan timbal, termasuk rekomendasi mengganti peralatan masak.

Penumpukan timbal dapat menyebabkan gejala yang mempengaruhi seluruh tubuh, termasuk gastrointestinal, neurologis, perilaku dan perkembangan.

baca juga

Kondisi itu sangat berbahaya bagi anak, karena timbal dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan.

Sakit perut dan sendi, sakit kepala, lekas marah, kehilangan ingatan, sembelit, muntah dan kelelahan adalah semua efek samping yang umum. Tanpa intervensi, dapat menyebabkan kematian.

Untungnya, setelah keluarga tersebut melakukan apa yang disarankan, kadar timbal darah mereka turun drastis setelah beberapa bulan.

Pejabat kesehatan pun memperingatkan bahaya utama tembikar tradisional, termasuk yang dibeli di Ekuador, Meksiko, Maroko, Turki, Amerika Serikat dan Uzbekistan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayam Goreng Hingga Tum Babi, Nasi Bungkus yang Buat Ratusan Siswa Keracunan Massal, Puluhan Siswa Masih Rawat Inap

Ayam Goreng Hingga Tum Babi, Nasi Bungkus yang Buat Ratusan Siswa Keracunan Massal, Puluhan Siswa Masih Rawat Inap

Bali | Minggu, 05 Juni 2022 | 12:12 WIB

Santap Makanan Acara Kenaikan Kelas Ratusan Siswa SMP Negeri di Buleleng Keracunan

Santap Makanan Acara Kenaikan Kelas Ratusan Siswa SMP Negeri di Buleleng Keracunan

Bali | Sabtu, 04 Juni 2022 | 20:41 WIB

Bahaya Mencuci Ayam Mentah: Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Makanan

Bahaya Mencuci Ayam Mentah: Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Makanan

Lifestyle | Selasa, 31 Mei 2022 | 15:05 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×