facebook

Jangan Abaikan 4 Kondisi Vagina Ini, Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Jangan Abaikan 4 Kondisi Vagina Ini, Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan!
Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]

Ada beberapa kondisi vagina yang mungkin pertanda masalah kesehatan tertentu.

Suara.com - Tak banyak wanita yang tahu bahwa kondisi vagina bisa menggambarkan masalah kesehatan yang ada dalam tubuh.

Vagina adalah organ intim wanita yang berhubungan dengan serviks , rahim , saluran tuba, dan ovarium.

Vagina adalah tabung dengan panjang sekitar 8 cm yang mengarah dari leher rahim ke leher rahim dan turun ke vulva.

Pakar kesehatan wanita untuk BioKult, Dr Shahzadi Harper dilansir dari The Sun pun mengatakan beberapa permasalahan pada vagina bisa menandakan masalah kesehatan tertentu, seperti:

Baca Juga: Akibat Cacar Monyet, WHO Gelar Pertemuan Darurat untuk Membahas Deklarasi Darurat Kesehatan Global

1. Kemerahan atau gatal

Kemerahan, gatal-gatal dan sensasi terbakar pada vagina bisa disebabkan oleh perubahan hormonal, seperti penurunan estrogen yang dapat menyebabkan dinding vagina menjadi tipis dan kering.

Faktor luar seperti iritasi kimia, juga dapat menyebabkan perubahan gatal dan terbakar. Jadi, hindari sabun tertentu, bahan kimia dan lainnya yang mempengaruhi mikrobioma vagina dan tingkat pH.

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

2. Sakit dan berdarah

Dr Harper mengatakan bahwa sebagian besar pendarahan di antara periode dapat menjadi tanda infeksi menular seksual. Misalnya, klamidia atau sesuatu yang lebih serius.

Baca Juga: WHO Gelar Pertemuan Darurat untuk Membahas Deklarasi Darurat Kesehatan Global karena Cacar Monyet

Nyeri yang tidak dapat dijelaskan lagi dapat disebabkan oleh IMS atau penyakit radang panggul.

3. Vagina kering

Kekeringan vagina bisa terjadi pada semua wanita. Penurunan kadar hormon estrogen, iritasi, persalinan, menyusui, dan penuaan bisa menjadi penyebab kekeringan vagina.

"Karena penurunan hormon estrogen pada perimenopause dan menopause menyeabkan vagina kering, yang bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual dan lebih rentan terhadap infeksi," jelas Dr Harper.

4. Keputihan

Keputihan dimulai sekitar masa pubertas, yang disebabkan oleh hormon wanita yang diproduksi dari ovarium. Tapi, keputihan ini bervariasi sepanjang siklus menstruasi Anda karena perubahan kadar hormon.

Beberapa wanita dapat memiliki lebih banyak cairan daripada yang lain, namun perubahan warna, bau, tekstur dan darah, dapat menandakan infeksi seperti bakterial vaginosis dan sariawan.

Keputihan juga membantu melawan dan mencegah infeksi dengan membuang sel-sel mati dan bakteri, menjaga vagina tetap bersih.

Komentar