facebook

Anak Obesitas Sunat, Haruskan Menurunkan Berat Badan Dulu?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Anak Obesitas Sunat, Haruskan Menurunkan Berat Badan Dulu?
Ilustrasi anak obesitas. (Shutterstock)

Pada anak obesitas, lemak dapat menutupi penis, sehingga penis anak terlihat tidak ada atau tenggelam.

Suara.com - Dokter mengakui jika anak obesitas atau berat badan berlebih, jadi kendala pada tindakan sunat pada anak. Tapi yang jadi pertanyaan, perlukah anak menurunkan berat badan sebelum tindakan sunat?

Dijelaskan Dokter Bedah Umum Primaya Hospital Tangerang, Dr. Richard M.Kes Sp.B, anak dengan obesitas tidak akan diminta menurunkan berat badan sebelum sunat, karena dinilai terlalu lama.

"Meskipun kondisinya seperti itu, sunat akan tetap kita lakukan, tidak kita suruh turunkan berat badan terlebih dahulu itu akan lama," ujar dr. Richard saat sedang menjadi koordinator Primaya Hospital Group pada event bakti sosial sunat massal di Kebayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.

Anak dengan obesitas atau kelebihan berat badan memang jadi kendala saat menjalani tindakan sunat, karena timbunan lemak di dinding pangkal penis atau lemak kubis terlalu tebal.

Baca Juga: 5 Faktor yang Paling Memengaruhi Penurunan Berat Badan, Pejuang Diet Wajib Tahu!

Lemak dapat menutupi penis, sehingga penis anak terlihat tidak ada atau tenggelam.

"Pada anak-anak yang gemuk, karena lemak kubis atau lemak dinding pangkal penisnya tebal, sehingga seakan akan penisnya tidak ada atau tenggelam," paparnya.

Adapun sunat adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Tujuannya untuk menjaga kebersihan alat kelamin dari infeksi patogen, kuman, maupun virus sekalipun.

Komentar