Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
Ilustrasi sport clinic untuk penanganan cedera olahraga. (dok. RS Atma Jaya)
  • Pelari rekreasional, pecinta gym, hingga atlet profesional kini semakin sering menghadapi masalah cedera akibat latihan berlebihan atau teknik olahraga yang kurang tepat.
  • RS Atma Jaya meluncurkan Sports Clinic di Jakarta untuk menangani pencegahan, diagnosis, dan pemulihan cedera olahraga.
  • Klinik ini menawarkan perawatan komprehensif dengan tim multidisiplin yang fokus pada evaluasi kebugaran dan rehabilitasi.

Suara.com - Tren gaya hidup aktif yang semakin populer di masyarakat turut diiringi meningkatnya risiko cedera olahraga. Mulai dari pelari rekreasional, pecinta gym, hingga atlet profesional kini semakin sering menghadapi masalah cedera akibat latihan berlebihan atau teknik olahraga yang kurang tepat.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Sakit Atma Jaya menghadirkan Sports Clinic RS Atma Jaya, sebuah layanan kesehatan terpadu yang berfokus pada pencegahan, diagnosis, hingga pemulihan cedera olahraga. Fasilitas ini secara resmi diperkenalkan dalam acara grand opening yang digelar di area RS Atma Jaya Campus Area, Jakarta.

Sports Clinic ini dirancang untuk memberikan pendekatan perawatan yang komprehensif bagi atlet maupun masyarakat yang memiliki gaya hidup aktif. Layanan yang tersedia mencakup pemeriksaan kebugaran, penanganan cedera olahraga, hingga program rehabilitasi dan peningkatan performa fisik.

Direktur Rumah Sakit Atma Jaya, Dr. Maria Theresia Yulita, menjelaskan bahwa layanan ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin aktif berolahraga, tetapi belum tentu memahami risiko cedera yang dapat muncul.

Menurutnya, banyak atlet maupun masyarakat umum memiliki semangat tinggi untuk berlatih, namun sering kali tidak menyadari potensi cedera akibat penggunaan otot secara berlebihan atau overuse injury.

“Banyak atlet memiliki semangat tinggi untuk berprestasi sehingga terkadang berlatih secara berlebihan dan berisiko mengalami cedera akibat overuse. Dengan dukungan dokter spesialis kedokteran olahraga serta alat pemeriksaan yang dapat mengukur kondisi otot dan mendeteksi potensi overuse, kami dapat memberikan rekomendasi latihan yang lebih tepat,” ujarnya.

Sports Clinic RS Atma Jaya didukung oleh tim dokter multidisiplin yang terdiri dari spesialis kedokteran olahraga, ortopedi, serta gizi klinis. Pendekatan ini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang lebih menyeluruh, mulai dari diagnosis cedera hingga perencanaan latihan yang aman setelah masa pemulihan.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Atma Jaya, dr. Rika Haryono, mengatakan bahwa sejak mulai aktif beroperasi pada Juli 2025, klinik ini telah menangani berbagai kasus cedera olahraga baik dari atlet maupun masyarakat umum.

Ia menjelaskan bahwa cedera yang paling sering ditangani berkaitan dengan sendi lutut hingga bahu, terutama pada individu yang aktif melakukan olahraga seperti lari atau marathon.

“Saat ini Sports Clinic didukung oleh lima dokter spesialis kedokteran olahraga, jumlah yang cukup signifikan mengingat spesialis di bidang ini masih terbatas di Indonesia. Kasus yang paling banyak kami tangani adalah cedera olahraga pada lutut hingga bahu, baik pada atlet maupun masyarakat yang aktif berolahraga,” jelasnya.

Selain itu, klinik ini juga menangani cedera dari berbagai cabang olahraga yang semakin populer, seperti padel, basket, hingga bela diri.

Melalui kehadiran Sports Clinic ini, RS Atma Jaya berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum berolahraga, teknik latihan yang tepat, serta proses pemulihan yang benar setelah cedera, sehingga aktivitas olahraga dapat dilakukan secara aman dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari peresmian klinik, RS Atma Jaya juga menggelar berbagai kegiatan edukatif seperti talk show kesehatan olahraga bersama dokter spesialis, demo latihan pencegahan cedera, serta pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Padukan Sensasi Olahraga dan Wisata Budaya, The Ultimate 10K Guncang 4 Kota Besar di Pulau Jawa

Padukan Sensasi Olahraga dan Wisata Budaya, The Ultimate 10K Guncang 4 Kota Besar di Pulau Jawa

Sport | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:50 WIB

Kedokteran dan Berkuda: Kunci Disiplin Ganda dr Byanca Lauwardi

Kedokteran dan Berkuda: Kunci Disiplin Ganda dr Byanca Lauwardi

Sport | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:19 WIB

UBL Dukung Atlet Berprestasi Lewat Beasiswa, Ada Penggawa Timnas Futsal Indonesia

UBL Dukung Atlet Berprestasi Lewat Beasiswa, Ada Penggawa Timnas Futsal Indonesia

Sport | Kamis, 05 Maret 2026 | 22:54 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB