7 Fakta Menstruasi yang Jarang Dibahas, Perempuan Harus Tahu!

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Jum'at, 15 Juli 2022 | 06:55 WIB
7 Fakta Menstruasi yang Jarang Dibahas, Perempuan Harus Tahu!
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

Suara.com - Kebanyakan orang, terutama perempuan, mungkin berpikir tentang haid atau menstruasi merupakan periode saat dinding rahim terlepas karena tidak terjadi pembuahan.

Padahal, ada banyak fakta menarik tentang menstruasi yang mungkin belum diketahui. Menstruasi kerap mempengaruhi fisik juga suasana hati perempuan. Hal tersebut tak jarang membingungkan bagi si perempuan maupun orang-orang di sekitarnya.

Mengutip dari Helping Woman Period, berikut tujuh fakta menarik tentang memstruasi.

1. Menstruasi bisa bertambah buruk saat cuaca dingin

Cuaca dingin dapat memengaruhi siklus menstruasi terasa lebih berat dan lebih lama dari biasanya. Selama masa musim dingin, aliran dara perempuan, durasi periode, bahkan tingkat nyeri bisa lebih lama daripada saat musim panas. Pola ini juga meluas ke perempuan yang tinggal di iklim lebih dingin daripada suhu yang lebih hangat.

Ilustrasi menstruasi, tampon, pembalut (Unsplash)
Ilustrasi menstruasi, tampon, pembalut (Unsplash)

Musim juga dapat memengaruhi suasana hati ketika sedang menstruasi. Hari yang lebih gelap dan lebih pendek dapat berdampak buruk pada suasana hati ketika dikombinasikan dengan hormon produktif perempuan. Ini diduga karena kurangnya sinar matahari karena membantu tubuh memproduksi vitamin D dan dopamin, keduanya bisa meningkatkan perasaan bahagia juga konsentrasi.

2. Masih bisa hamil walaupun sedang menstruasi

Meskipun kemungkinan besar tidak akan hamil saat sedang menstruasi, itu bukan tidak mungkin sama sekali. Karena sperma dapat bertahan di dalam tubuh hingga lima atau enam hari. Apabila perempuan memiliki siklus menstruasi yang relatif pendek, berhubungan seks menjelang akhir periode dan awal masa berovulasi berpotensi sebabkan kehamilan.

3. Usia rata-rata mulai menstruasi telah berubah selama bertahun-tahun

baca juga

Pada 1800-an, anak perempuan tidak akan mendapatkan menstruasi sampai berusia remaja, rata-rata sekitar 17 tahun. Saat ini, usia rata-rata untuk mulai menstruasi jadi lebih muda, sekitar 12 tahun.

Para ilmuwan berpikir ada beberapa alasan utama mengenai hal itu, terutama perbaikan nutrisi. Perempuan saat ini lebih banyak memiliki lemak dibandingkan orang ratusan tahun lalu. Sel-sel lemak itu membuat estrogen semakin banyak. Sehingga dapat memicu dimulainya siklus menstruasi lebih cepat.

4. Perempuan habiskan 10 tahun masa hidup untuk menstruasi

Dari saat siklus pertamanya hingga menopause, rata-rata perempuan di Amerika akan mengalami sekitar 450 periode dalam hidupnya.

Jika dijumlahkan, setara dengan sekitar 10 tahun, atau sekitar 3.500 hari, dari rata-rata kehidupan perempuan yang akan dihabiskan untuk menstruasi. Tentu saja, setiap orang berbeda, dipengaruhi dari panjang siklus menstruasi, hingga melahirkan anak, menyusui, dan budaya dapat memengaruhi jumlah menstruasi setiap perempuan.

5. Lebih mudah memakai 'pembalut'ramah lingkungan

Pembalut sekali pakai termasuk salah satu jenis sampah terbanyak dan sulit terurai. Oleh sebab itu, kini bermunculan berbagai produk 'pembalut' yang diklaim ramah lingkungan.

Tampon dan pembalut sekali pakai, sebagian besar terbuat dari plastik, bukan lagi satu-satunya pilihan. Saat ini, ada berbagai macam produk menstruasi berkelanjutan untuk dipilih yang dapat digunakan kembali selama bertahun-tahun. Salah satunya menstrual cup dan celana dalam menstruasi.

6. Darah menstruasi sebenarnya tidak terlalu banyak

Meskipun kelihatannya banyak, tubuh sebenarnya hanya kehilangan sekitar tiga sendok makan darah selama periode menstruasi. Rata-rata perempuan bisa kehilangan di mana saja dari satu sendok makan hingga secangkir kecil darah selama periode normal.

Apabila darah menstruasi dirasa terlalu banyak dari biasanya, segera beribat ke tenaga kesehatan. Kehilangan terlalu banyak darah dapat meningkatkan risiko anemia.

7. Menstruasi dapat memengaruhi suara dan penciuman perempuan

Menurut peneliti vokalisasi, suara perempuan dapat berubah sedikit selama siklus menstruasi karena hormon reproduksi mempengaruhi pita suara. Ini berarti perempuan bisa terdengar berbeda saat sedang menstruasi, dan bahkan “kurang menarik” menurut partisipan dalam pengujian mereka.

Hormon reproduksi yang sama pada perempuan juga mempengaruhi kemampuan alami indera penciuman. Bisa jadi, kemampuan membaui jadi berbeda saat sedang menstruasi. Ini sangat halus dan sebenarnya dapat dideteksi secara sadar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:29 WIB

9 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

9 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:17 WIB

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:02 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya

Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya

Entertainment | Sabtu, 18 April 2026 | 11:45 WIB

Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat

Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB

Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba

Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:03 WIB

Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem

Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 15:40 WIB

'Tamu Bulanan' Bukan Musuh: Saatnya Normalisasi Obrolan Menstruasi

'Tamu Bulanan' Bukan Musuh: Saatnya Normalisasi Obrolan Menstruasi

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 11:43 WIB

Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur dan Membaca Yasin? Ini Hukumnya

Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur dan Membaca Yasin? Ini Hukumnya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:23 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB