Ditemukan Pada 1350 SM, Kondom Milik Firaun Ternyata Tidak Digunakan sebagai Alat Kontrasepsi

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 16 Juli 2022 | 08:52 WIB
Ditemukan Pada 1350 SM, Kondom Milik Firaun Ternyata Tidak Digunakan sebagai Alat Kontrasepsi
Ilustrasi Mumi Firaun. [Shutterstock]

Suara.com - Alat kontrasepsi ternyata sudah ada sejak zaman dahulu kala. Buktinya, para arkeolog menemukan sebuah kondom yang dipakai oleh sang Raja Tutankhamun pada 1350 sebelum masehi (SM).

Penemu kondom, arkeolog Howard Carter, menemukan kondom tersebut pada 1922 silam di makam Firaun, bersamaan dengan barang berharga lainnya, seperti emas, perak, kayu hitam, gading, senjata, perabotan, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan bahan kondom zaman sekarang yang terbuat dari lateks, kondom milik Firaun ini berasal dari linen halus dan berbentuk corong panjang dengan tali pengikat.

Dilansir Ancient Origins, kondom tersebut berisi jejak DNA Firaun. Cara penggunaannya dengan merendam kain linen tersebut di dalam minyak zaitun, lalu diikatkan di pinggang.

Menurut arkeolog, ini adalah kondom tertua yang pernah ditemukan.

Kondom milik Firaun (Facebook/Museum Mesir)
Kondom milik Firaun (Facebook/Museum Mesir)

Arkeolog menduga kondom tersebut digunakan untuk mencegah penyakit atau tujuan ritual tertentu, bukan untuk alat kontrasepsi. Sebab, mereka juga menemukan sisa-sisa dua janin di makamnya, dan pengujian genetik mengungkap Firaun adalah ayah mereka.

Selain ini, orang Mesir Kuno juga memiliki metode kontrasepsi lain, salah satunya Papirus Medis Kahun atau Papirus Ginekologi, yang ditemukan sekitar 1825 SM.

Kontrasepsi ini menggunakan campuran kotoran buaya dan beberapa bahan lain yang belum diketahui sebagai alat kontrasepsi. Campuran dibentuk menjadi pesari, sebuah alat prostetik yang dimasukkan ke dalam vagina.

Ahli berhipotesis kotoran buaya bersifat basa, sehingga dapat bertindak sebagai spermisida (alat penghenti pergerakan sperma).

baca juga

Orang Mesir diduga termasuk orang pertama yang menggunakan kondom. Di Roma kuno, kondom terbuat dari linen dan usus hewan atau kandung kemih.

Sementara di China kuno, kondom terbuat dari kertas sutra yang direndam dalam minyak. Di Jepang, orang-orang zaman dahulu memanfaatkan tempurung kura-kura atau tanduk binatang untuk menutupi kepala penis saja.

Kaum muslim dan Yahudi selama Abad Pertengahan menutup penis dengan tar atau merendamnya dalam jus bawang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta-fakta Kontroversial RKUHP Soal Kondom: Aturan Jual Beli hingga Hukuman

Fakta-fakta Kontroversial RKUHP Soal Kondom: Aturan Jual Beli hingga Hukuman

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 15:52 WIB

Bawa Tugas Prakarya Bunga dari Bahan Tak Biasa, Setelah Dibongkar Ternyata dari Kondom

Bawa Tugas Prakarya Bunga dari Bahan Tak Biasa, Setelah Dibongkar Ternyata dari Kondom

Jogja | Selasa, 12 Juli 2022 | 19:30 WIB

Derita Warga Belakang Hotel Rodamas Purwokerto, Masih Jumpai Kondom Bekas Hingga Suara Gaduh Tengah Malam

Derita Warga Belakang Hotel Rodamas Purwokerto, Masih Jumpai Kondom Bekas Hingga Suara Gaduh Tengah Malam

Jawa Tengah | Selasa, 12 Juli 2022 | 16:00 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB