Cegah Penumpukan Food Waste, Anak Wajib Dididik untuk Makan Secukupnya

Minggu, 21 Agustus 2022 | 22:04 WIB
Cegah Penumpukan Food Waste, Anak Wajib Dididik untuk Makan Secukupnya
Ilustrasi anak makan sayur dan buah. (Pexels)

Suara.com - Sisa makanan termasuk sampah organik yang umumnya bisa terurai lehih cepat dibandingkan bahan anorganik. Tetapi, bila tidak dikelola dengan benar dan jumlahnya menumpuk, sampah makanan itu juga bisa menyebabkan pencemaran air dan udara sehingga menimbulkan efek rumah kaca dan pemanasan global.

Mencegah penumpukan sampah makanan sebenarnya bisa dilakukan mulai dari rumah masing-masing. Menurut Co Founder Foodbank Of Indonesia Hendro Utomo, perlu ada perubahan cara berpikir dan pendidikan tentang mengontrol sampah makanan.

"Ada satu cara berpikir yang harus diubah. Kalau dulu zaman saya kecil, makanan masih susah, dibandingkan setelah revolusi pangan. Satu telur saja bisa dibagi berempat dengan saudara-saudara. Jadi kita sangat menghargai makanan dan dididik untuk habiskan makanan," kata Hendro dalam acara virtual PechaKucha Night Jakarta "What a Waste!", beberapa waktu lalu.

Ilustrasi sisa makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi sisa makanan. (Shutterstock)

Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020, sampah makanan mencapai 40 persen dari total sampah yang dihasilkan masyarakat di 199 kabupaten/kota.

Penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2021 juga ditemukan bahwa potensi sampah yang dihasilkan dari makanan yang terbuang sebelum diolah (food loss) dan sampah makanan (food waste) di Indonesia pada tahun 2000-2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun.

Hendro mengatakan, sampah makanan biasanya akan makin banyak saat bulan Ramadhan. Sebab, kebiasaan buka puasa dengan berbagai macam makanan yang sebenarnya hanya dikonsumsi sebagiannya saja.

"Membeli makanan sebanyaknya lalu setelah dimakan sebagian, merasa kenyang dan sisanya disimpan di kulkas dan malah lupa. Itu pun kalau sempat disimpan, kalau engga ya akhirnya membuangnya," ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan menghabiskan makanan harus diajarkan kepada anak-anak. Selain untuk mengurangi sampah juga sebagai bentuk menghargai makanan.

"Jangan hanya banyak diskusi tentang sampah makanan, tapi bagaimana makanan yang sudah ada, kita ambil itu, kita habiskan," tutur Hendro.

Baca Juga: Buruk Buat Lingkungan, Sampah Makanan Juga Timbulkan Kerugian hingga Rp 551 Triliun per Tahun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI