Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022: Patahkan Stigma dan Harus Jadi Prioritas

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Senin, 10 Oktober 2022 | 08:14 WIB
Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022: Patahkan Stigma dan Harus Jadi Prioritas
Ilustrasi kesehatan mental. (Pixabay/@Wokandapix)

Suara.com - Kesehatan mental menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini karena mental yang sehat akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Selain itu, jika mental diabaikan dan bermasalah, itu akan memengaruhi aktivitas dan produktivitas orang tersebut.

Apalagi di pandemi yang masih berlangsung saat ini, itu akan sangat memengaruhi kondisi mental seseorang. Oleh karena itu, kesehatan mental penting untuk dijaga secara baik. Pentingnya menjaga kesehatan mental ini lalu dibuatnya Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia ini untuk mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah berbagai masalah yang sedang terjadi saat ini. Selain itu, masyarakat diminta untuk menyuarakan pentingnya kesadaran menjaga kondisi mental.

Ilustrasi kesehatan mental (pexels.com/maxim-goncharenok)
Ilustrasi kesehatan mental (pexels.com/maxim-goncharenok)

Peringatan satu ini dirayakan setiap tanggal 10 Oktober setiap tahunnya. Hari ini diresmikan sebagai pemersatu kesadaran masyarakat pentingnya kesehatan mental.

Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022

Mengutip laman WHO, untuk tema Hari Kesehatan Mental 2022 yaitu “Make mental health & well-being for all a global priority”. Tema tersebut berfokus pada kesehatan mental yang menjadi prioritas global.

Dengan tema yang dibuat, WHO berharap masyarakat di berbagai negara mampu berfokus untuk menghadapi masalah-masalah terkait kesehatan mental. Pasalnya lebih dari 25 persen saat pandemi seseorang mengalami gangguan kecemasan dan depresi. Apalagi pada negara-negara berpenghasilan rendah masih sangat minim layanan untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Selain itu, dengan adanya peringatan ini, diharapkan ada kesadaran bagi para pemangku kepentingan untuk memperhatikan kesejahteraan serta kesehatan mental sebagai prioritas utama.

Sejarah

baca juga

Melansir laman resmi Hari Kesehatan Mental Sedunia (WMHD), Hari Kesehatan Mental Sedunia sendiri dibuat oleh Wakil Sekretaris Federasi Kesehatan Mental Dunia, Jenderal Richard Hunter pada 1992. Namun, saat itu peringatan tersebut belum memiliki tema khusus.

Namun, pada 1994, atas saran Sekretaris Jenderal Eugene Brody, dibuat tema pertama untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yaitu “Improving the Quality of Mental Health Services throughout the World”, yang berarti meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental seluruh dunia.

Setelah dibuat, pada tahun-tahun berikutnya selalu memiliki tema khusus yang berbeda-beda. Perayaan ini selain meningkatkan kesadaran, juga menjadi momen empati, bersatu, serta harapan untuk menciptakan perubahan tentang kesehatan mental.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Cara Membantu Teman yang Depresi, Jadilah Pendengar yang Baik dan Tulus

7 Cara Membantu Teman yang Depresi, Jadilah Pendengar yang Baik dan Tulus

Lifestyle | Senin, 10 Oktober 2022 | 07:45 WIB

4 Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja, Jangan Mudah Baper!

4 Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja, Jangan Mudah Baper!

Your Say | Minggu, 09 Oktober 2022 | 19:05 WIB

Cegah Karyawan Burnout dan Kurang Motivasi, 4 Strategi Ini Wajib Diterapkan oleh Perusahaan

Cegah Karyawan Burnout dan Kurang Motivasi, 4 Strategi Ini Wajib Diterapkan oleh Perusahaan

Health | Minggu, 09 Oktober 2022 | 03:05 WIB

Terkini

Resmi Mulai Bertugas, 11 Dubes Baru Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo

Resmi Mulai Bertugas, 11 Dubes Baru Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:05 WIB

Selamat Kevin Diks! Istri Melahirkan Anak Kedua, Pelatih Gladbach: Dia Kurang Tidur

Selamat Kevin Diks! Istri Melahirkan Anak Kedua, Pelatih Gladbach: Dia Kurang Tidur

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:02 WIB

Siap-siap, Harga Pangan Melonjak di Awal 2027 Karena Rupiah Semakin Tak Berharga

Siap-siap, Harga Pangan Melonjak di Awal 2027 Karena Rupiah Semakin Tak Berharga

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:59 WIB

Final Round Mandalika Racing Series 2026, Pertamina Perkuat Dukungan bagi Pembalap Muda Indonesia

Final Round Mandalika Racing Series 2026, Pertamina Perkuat Dukungan bagi Pembalap Muda Indonesia

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:54 WIB

Here We Go! Kevin Diks Kembali ke Skuad Gladbach, Peluang Jadi Starter Lawan Hamburg?

Here We Go! Kevin Diks Kembali ke Skuad Gladbach, Peluang Jadi Starter Lawan Hamburg?

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 17:52 WIB

Jenderal Listyo Sadap Prabowo, Eks Kepala BAIS TNI: Sekarang Makar Tak Pakai Tank tapi Data

Jenderal Listyo Sadap Prabowo, Eks Kepala BAIS TNI: Sekarang Makar Tak Pakai Tank tapi Data

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:48 WIB

Piep Raih Penghargaan Bronze Stevie Award di Ajang International Business Awards 2026

Piep Raih Penghargaan Bronze Stevie Award di Ajang International Business Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:48 WIB

Raja Nikel Arif Kurniawan Terlacak di Luar Negeri

Raja Nikel Arif Kurniawan Terlacak di Luar Negeri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:47 WIB

Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender

Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 17:46 WIB

Ria Ricis Sebut Karhutla Wahana Kidzania: Etika Menguap Demi Konten?

Ria Ricis Sebut Karhutla Wahana Kidzania: Etika Menguap Demi Konten?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 17:45 WIB

×