Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Jum'at, 11 November 2022 | 16:26 WIB
Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!
Ilustrasi potensi anak, bakat anak. (Freepik.com/jcomp)

Suara.com - Potensi anak bisa tidak maksimal salah satunya adalah karena kesalahan orangtua. Simak penjelasan psikolog untuk menghindarinya yuk!

Pada beberapa orangtua, kerap kali memiliki keinginan untuk mengarahkan anaknya menjadi sosok yang diinginkannya. Biasanya, orangtua akan mengarahkan anaknya untuk menempuh pendidikan agar bisa memiliki profesi sesuai dengan keinginannya.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri jika terkadang apa yang diinginkan orangtua tidak sejalan dengan keinginan anak. Bahkan, beberapa orangtua kerap memaksa anak untuk melakukan hal yang diinginkannya. Padahal, anak itu sendiri tidak menyukainya.

Menanggapi hal tersebut Psikolog Erika Kamaria Yamin, M. Psi., Psikolog, CHt mengatakan, keinginan orangtua itu dapat berpengaruh pada kehidupan anak. Padahal seharusnya orangtua membiarkan bebas anak untuk mengeksplor keinginan dan hal yang diminatinya.

Psikolog Erika Kamaria Yamin, M. Psi., Psikolog, CHt bahas kesalahan orangtua yang menghambat potensi anak. (Fajar/Suara.com)
Psikolog Erika Kamaria Yamin, M. Psi., Psikolog, CHt bahas kesalahan orangtua yang menghambat potensi anak. (Fajar/Suara.com)

Erika juga menjelaskan, terdapat beberapa batasan yang kerap kali dilupakan orangtua. Padahal, itu akan sangat memengaruhi kehidupan sang anak dalam menggali potensinya. Beberapa batasan tersebut, di antaranya sebagai berikut.

1. Terlalu terburu-buru dalam menentukan bakat dan minat anak

Sikap terburu-buru juga menjadi hal yang menghalangi anak dalam menggali potensi dalam dirinya. Berdasarkan penjelasan Erika, terkadang orangtua zaman sekarang terlalu cepat menentukan potensi anak. Padahal, usia anak tersebut masih terbilang sangat muda.

Ilustrasi potensi anak digali lewat belajar. (Pexels/ ANTONI SHKRABA)
Ilustrasi potensi anak digali lewat belajar. (Pexels/ ANTONI SHKRABA)

Selain itu, saat anak dewasa juga dirinya akan mendapat berbagai pengalaman baru. Oleh sebab itu, menentukan potensi dan minat anak terlalu cepat justru tindakan yang salah.

“Pertama sih jangan terlalu terburu-buru, karena orangtua zaman sekarang pengen anaknya sukses juga. Cuma kadang-kadang tuh setahun kayak udah tahu anaknya mau ke mana. Padahal yang paling penting untuk anak usia dini itu tadi itu pondasinya itu dulu, stimulasinya dulu gitu,” ucap Erika saat diwawancarai dalam acara Kiddofest 2022 Opening Press Conference, Kamis (10/11/2022).

baca juga

2. Orang tua banyak berpikir kalau potensi genetik

Hal lain yang juga menjadi kendala anak menggali potensi yaitu orangtua sering berpikir karena keturunan. Dikatakan, beberapa orangtua berpikir kalau potensi itu karena genetik. Padahal, menurut Erika, potensi anak itu bisa saja berbeda dengan kemampuan orang tuanya.

“Banyak orangtua yang berpikir kalau potensi itu genetik, “Ah papa tuh suka musik pasti kamu juga bisa”, padahal belum tentu gitu. Orang tua itu kan harusnya tadi pola asuhnya membentuk anak akan suka sesuatu atau enggak,” jelas Erika.

Ilustrasi anak dan orangtua (Freepik.com/prostooleh)
Ilustrasi anak dan orangtua (Freepik.com/prostooleh)

Orang tua juga kerap kali mengeluh dengan pekerjaan yang dilakukannya. Di sisi lain, ia menginginkan sang anak menjalani profesi yang sama. Hal ini yang membuat anak menjadi bingung. Pasalnya, ia melihat jika orangtua kerap mengeluh dan akan membuatnya berpikir jika pekerjaan tersebut tidak menyenangkan.

“Misalnya kayak nih orangtua pulang kerja gitu kan capek di rumah abis itu dia ngeluh gitu, nah anak di pikirannya kayak kerjaan si papa nih enggak seru gitu karena tiap kali pulang ke rumah aku dimarahi terus gitu. Jadi orangtua itu harusnya membentuk persepsi anak atas bidang potensi itu, bisa bikin anak suka bisa bukan bikin anak ilfeel,” sambung Erika.

3. Orang tua harus tahu anak punya keinginan sendiri

Hal lain yang perlu orangtua pahami adalah, mengetahui jika anak memiliki keinginannya sendiri. Menurut Erika, orangtua harus bisa membiarkan anak untuk mengeksplor keinginannya. Karena tidak semua anak menyukai hal yang diinginkan orang tuanya.

“Apunya keinginannya sendiri. Jadi kadang-kadang orangtua punya ekspektasi kayak misalnya harus bisa jadi dokter, atau anak aku bisa main musik. Padahal belum tentu anaknya mau itu gitu. Kayak belum tentu semua orang suka makan duren gitu” ujar Erika.

Oleh sebab itu, menurut Erika orangtua harus bisa membangun komunikasi yang baik. Jangan sampai orangtua memaksa keinginannya dan berdampak buruk bagi anak. Orang tua juga harus memahami, anak memiliki kontrol untuk menjalani hidupnya sendiri.

“Jadi komunikasi luarnya itu yang harus terjalin dengan baik. Jadi jangan ‘mama tuh udah tau yang terbaik untuk kamu’ enggak gitu. Anak juga punya perasaan juga pikiran dan berhak mengutarakan pendapat mereka sendiri, karena ini hidup mereka, mereka yang menjalani dan menentukan gitu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hipnosis atau Manipulasi? Simak Faktanya di Buku Hypnotherapy Mastery

Hipnosis atau Manipulasi? Simak Faktanya di Buku Hypnotherapy Mastery

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:04 WIB

Pemprov Jateng Luncurkan Logis, Layanan Psikolog Gratis untuk Masyarakat

Pemprov Jateng Luncurkan Logis, Layanan Psikolog Gratis untuk Masyarakat

Foto | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:49 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Erika Carlina Harus Bawa Putranya ke Psikolog di Usia 13 Tahun, Ada Apa?

Erika Carlina Harus Bawa Putranya ke Psikolog di Usia 13 Tahun, Ada Apa?

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:28 WIB

Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat

Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat

Your Say | Sabtu, 25 April 2026 | 20:05 WIB

Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog

Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:47 WIB

Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi

Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:36 WIB

Tukang Sayur: Psikolog Jalanan Tanpa Gelar dari Gang ke Gang

Tukang Sayur: Psikolog Jalanan Tanpa Gelar dari Gang ke Gang

Your Say | Selasa, 20 Januari 2026 | 17:35 WIB

Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum

Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:15 WIB

Terkini

7 Kelebihan Sepeda Lipat Dibanding Sepeda Biasa, Selain Lebih Praktis dan Aman

7 Kelebihan Sepeda Lipat Dibanding Sepeda Biasa, Selain Lebih Praktis dan Aman

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24 WIB

5 Contoh Undangan Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 via WA: Praktis, Singkat, dan Sopan

5 Contoh Undangan Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 via WA: Praktis, Singkat, dan Sopan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Siapa Atef Najib? Eks Petinggi Suriah yang Dijatuhi Hukuman Mati Bersama Bashar al-Assad

Siapa Atef Najib? Eks Petinggi Suriah yang Dijatuhi Hukuman Mati Bersama Bashar al-Assad

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Simpan Dulu Uangnya, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,7 Juta

Simpan Dulu Uangnya, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,7 Juta

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Brakkk! Isuzu Panther Tabrak Rombongan Gerak Jalan di Pacitan, Begini Kondisi Korban

Brakkk! Isuzu Panther Tabrak Rombongan Gerak Jalan di Pacitan, Begini Kondisi Korban

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Spesifikasi Google Pixel 11 Pro Series  dan Daftar Harga Terbarunya, Lebih Mahal?

Spesifikasi Google Pixel 11 Pro Series dan Daftar Harga Terbarunya, Lebih Mahal?

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Saat Budaya Osing dan Senyum Astra Menggerakkan Desa di Ujung Sawah Kemiren

Saat Budaya Osing dan Senyum Astra Menggerakkan Desa di Ujung Sawah Kemiren

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:16 WIB

RDF Rorotan, Solusi Baru atau Persoalan Baru bagi Sampah Jakarta?

RDF Rorotan, Solusi Baru atau Persoalan Baru bagi Sampah Jakarta?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Kang Edai dan Upaya Menjaga Budaya Osing Tetap Hidup di Kemiren

Kang Edai dan Upaya Menjaga Budaya Osing Tetap Hidup di Kemiren

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Menakar Masa Depan Drone untuk Kebutuhan Industri Indonesia

Menakar Masa Depan Drone untuk Kebutuhan Industri Indonesia

Jakarta | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:12 WIB

×