Tips Menyikapi Berita Buruk Menurut Psikolog agar Tetap Tenang dan Gak Panik

Nur Khotimah

Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB
Tips Menyikapi Berita Buruk Menurut Psikolog agar Tetap Tenang dan Gak Panik
Ilustrasi cemas. (Pexels/Alex Green)
baca 10 detik
  • Psikolog UGM dan APA menyarankan masyarakat membatasi konsumsi berita negatif serta mengambil jeda dari media sosial untuk mencegah kecemasan.
  • Pembaca harus menggunakan logika serta memverifikasi informasi dari berbagai sumber terpercaya sebelum mempercayai berita yang beredar di media sosial.
  • Setiap individu perlu mengenali batasan diri dan fokus pada hal yang dapat dikendalikan guna menjaga kestabilan emosi.

Suara.com - Berita buruk bisa muncul kapan saja, terutama ketika hampir setiap hari kita terhubung dengan media sosial dan berbagai platform berita.

Tanpa disadari, terlalu sering membaca atau melihat informasi negatif dapat membuat pikiran terus dipenuhi rasa khawatir dan tidak tenang.

Situasi tersebut bisa semakin berat ketika satu berita terus muncul berulang kali di linimasa. Paparan informasi yang berlebihan bahkan dapat membuat seseorang merasa kewalahan, cemas, marah, atau seolah-olah tidak memiliki kendali terhadap keadaan.

Karena itu, bukan berarti kita harus menghindari semua berita buruk agar tetap tenang. Yang lebih penting adalah mengatur cara menerima informasi, memastikan kebenarannya, dan memberi batas pada diri sendiri ketika paparan berita mulai mengganggu kondisi emosional.

Lantas, bagaimana cara menyikapi berita buruk agar tidak membuat panik? Berikut beberapa tips dari psikolog yang dapat diterapkan ketika menghadapi banjir informasi negatif.

Perbedaan YOLO, FOMO, FOPO (Freepik)
Ilustrasi cemas. (Freepik)

1. Batasi konsumsi berita yang memicu kecemasan

Tidak semua informasi perlu terus-menerus diikuti, terutama jika berita tersebut membuat Anda semakin cemas atau tertekan.

Melansir ugm.ac.id, psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Pamela Andari Priyudha menyarankan untuk secara sadar membatasi konsumsi konten yang memicu kecemasan, terutama ketika kondisi psikologis sedang rentan.

Hal serupa juga disarankan oleh psikolog yang dikutip American Psychological Association (APA). Membatasi paparan berita dapat membantu mencegah seseorang mengalami media saturation overload atau tekanan akibat terlalu banyak menerima informasi dari media.

baca juga

2. Jangan langsung percaya pada informasi yang belum terverifikasi

Ketika mendapatkan berita buruk, hindari langsung menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan judul, unggahan media sosial, atau komentar pengguna. Informasi yang beredar di media sosial belum tentu memiliki konteks lengkap atau sudah terverifikasi.

Pamela Andari Priyudha menekankan pentingnya tetap menggunakan logika dan memeriksa informasi dari beberapa sumber.

“Penting untuk mengutamakan logika dan tetap objektif. Selalu lakukan verifikasi silang dengan berbagai sumber. Jangan hanya mengandalkan satu sudut pandang," ujar Priyudha, dilansir dari laman ugm.ac.id pada Selasa, 15 September 2026.

Dalam bahasa Indonesia, kutipan tersebut dapat dipahami sebagai ajakan untuk mengutamakan logika dan tetap objektif dengan selalu memeriksa informasi melalui beberapa sumber, bukan hanya mengandalkan satu sudut pandang.

3. Beri jeda dari media sosial

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Gugat Keseriusan Pemerintah di Balik Karhutla dan Hak Kesehatan Masyarakat

Gugat Keseriusan Pemerintah di Balik Karhutla dan Hak Kesehatan Masyarakat

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Bikin Onar di Depan BRI Raden Intan Bandar Lampung, Pria Bersenjata Tajam Diringkus Polisi

Bikin Onar di Depan BRI Raden Intan Bandar Lampung, Pria Bersenjata Tajam Diringkus Polisi

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Data: Mayoritas Suara Warganet X Positif soal Isu Ijazah Gibran, Lho Kenapa?

Data: Mayoritas Suara Warganet X Positif soal Isu Ijazah Gibran, Lho Kenapa?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:12 WIB

8 Weton yang Paling Ditakuti Karena Ucapan Sering Jadi Kenyataan

8 Weton yang Paling Ditakuti Karena Ucapan Sering Jadi Kenyataan

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Mitos Mobil Listrik Cuma Tahan 10 Tahun Terpatahkan Riset Terbaru

Mitos Mobil Listrik Cuma Tahan 10 Tahun Terpatahkan Riset Terbaru

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Gas Murah Seret, Industri Baja RI Terjepit Impor 7 Juta Ton

Gas Murah Seret, Industri Baja RI Terjepit Impor 7 Juta Ton

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08 WIB

RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

Kaltim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:55 WIB

×