Pelajari Keragaman Etnis Lewat Ilmu Genomik, Memang Ada Manfaatnya untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia?

M. Reza Sulaiman | Fajar Ramadhan | Suara.com

Jum'at, 16 Desember 2022 | 19:43 WIB
Pelajari Keragaman Etnis Lewat Ilmu Genomik, Memang Ada Manfaatnya untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia?
Ilustrasi DNA, ilmu genomik, gen makhluk hidup. (Unsplash.com/Dr_Microbe)

Suara.com - Setiap makhluk hidup terbentuk dari keanekaragaman gen, baik itu manusia, tumbuhan, hewan. Semua ini tersebut dengan gen yang dimiliki orang. Dari gen-gen yang terbentuk ini, memberikan keuntungan bagi industri medis untuk memahami perkembangan genetik setiap manusia.

Dari data Badan Pusat Statistik 2010, Di Indonesia memiliki keragaman etnis paling banyak di dunia. Keragaman etnis ini dipelajari dari ilmu genomik untuk mengetahui keanekaragaman gen dari suatu populasi.

Meski demikian, ilmu genomik sendiri masih asing bagi masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, diinisiasi Dr. dr. Ivan R. Sini, SpOG, Adrian Lembong, drg. Adittya, MARS, Levana Sari, Prof Hera Sundoyo dan dr. Ariel Pradipta, Ph.D, dibuatah Perkumpulan Asosiasi Genomik Indonesia (AGI). Organisasi ini didirikan pada 11 Agustus 2022 lalu.

Perkumpulan Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) dibentuk 11 Agustus 2022 lalu. (Fajar/Suara.com)
Perkumpulan Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) dibentuk 11 Agustus 2022 lalu. (Fajar/Suara.com)

Ketua Umum AGI, Dr. dr. Ivan R. Sini, SpOG mengatakan, dibuatnya organisasi ini bisa menjadi wadah bagi para stakeholder untuk mendapatkan informasi mengenai genomik Indonesia. Selain itu, AGI juga akan menjadi pusat studi terkait ilmu genomik di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Ini diharapkan bisa menjadi wadah eksklusif bagi para stakeholder khususnya di bidang genomik di Indonesia. Nantinya akan ada sosialisasi dan kita sebagai fasilitator, memberi masukan, serta data-data genomik di Indonesia,” ucap Dokter Ivan acara peresmian perkumpulan AGI di Jakarta, Jumat (16/12/2022).

Dengan adanya AGI, ini juga membantu mengetahui genomik parasa pasien, pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan yang lebih spesifik. Dengan begitu, pengobatan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama menjadi lebih cepat dan efektif.

Tidak hanya itu, proses perawatan dan pengobatan juga akan menjadi lebih murah dan efisien bagi para pasien yang memiliki penyakit tertentu.

Ilustrasi genetika. [Shutterstock]
Ilustrasi ilmu genomik. [Shutterstock]

“Dengan mengetahui pola genomik pada pasien, proses pemeriksaan, perawatan dan pengobatan dilakukan dengan spesifik, sehingga lebih efisien dan efektif, biayanya juga lebih murah,” jelas Dokter Ivan.

Dokter Ivan berharap, teknologi genomik di Indonesia akan semakin maju sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya bidang kesehatan.

“Harapannya Perkumpulan Asosiasi Genomik Indonesia ini dapat membantu mempercepat teknologi genomik dan memastikan kemajuan di bidang genomik dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkas Dokter Ivan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar: Belum Ada Bukti bahwa Kemasan Makanan Berbahan Polikarbonat Bahayakan Kesehatan

Pakar: Belum Ada Bukti bahwa Kemasan Makanan Berbahan Polikarbonat Bahayakan Kesehatan

Press Release | Selasa, 22 November 2022 | 16:15 WIB

Jaga Kesehatan Masyarakat, RSUD di Jakarta Lakukan Transformasi Layanan

Jaga Kesehatan Masyarakat, RSUD di Jakarta Lakukan Transformasi Layanan

News | Selasa, 09 Agustus 2022 | 11:42 WIB

KlikDokter Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 2 SD Negeri Banten, Salah Satunya Skrining Hepatitis A

KlikDokter Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 2 SD Negeri Banten, Salah Satunya Skrining Hepatitis A

Health | Selasa, 26 Juli 2022 | 18:45 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB