80 Persen Kasus Glaukoma Datang Tanpa Gejala, Deteksi Dini Selamatkan Pasien dari Kebutaan Permanen

Dinda Rachmawati

Kamis, 09 Maret 2023 | 17:40 WIB
80 Persen Kasus Glaukoma Datang Tanpa Gejala, Deteksi Dini Selamatkan Pasien dari Kebutaan Permanen
Ilustrasi mata sehat. (Pixabay)

Suara.com - Glaukoma menjadi salah satu penyakit mata kronis yang berpotensi fatal karena berdampak kebutaan permanen pada penderitanya. Karenanya, penyakit ini tak bisa diabaikan terlebih biasanya hadir tanpa gejala.

Penyebab glaukoma, jelas Dokter Subspesialis Glaukoma serta Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM adalah kerusakan di saraf mata akibat penumpukan cairan bola mata yang tidak dapat mengalir dengan baik.

Hal tersebut, lanjut dia dapat menimbulkan tekanan di dalam bola mata yang lambat laun membuat penglihatan kabur pada penderita glaukoma sudut terbuka, serta sering sakit kepala berat, nyeri mata, dan mata merah pada glaukoma sudut tertutup.

"Glaukoma dibagi menjadi primer dan sekunder. Kalau yang primer, tidak pernah diketahui apa penyebabnya. Sementara yang sekunder, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan glaukoma ini muncul," jelasnya dalam JEC Talks, Kamis (9/3/2023) secara online. 

Di antaranya, lanjut dia, lebih banyak terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, memiliki riwayat keluarga secara langsung (ayah atau ibu) dengan glaukoma, tekanan bola mata yang tinggi, memiliki mata minus plus terlalu besar, serta penyakit sistemik seperti diabetes dan hipertensi.

Glaukoma, Dokter Subspesialis Glaukoma, dan Ketua JEC Glaucoma Service, JEC Eye Hospitals & Clinics Prof. DR. dr. Widya Artini Wiyogo, Sp.M(K), merupakan salah satu penyakit mata yang berdampak sangat besar terhadap kualitas hidup penyandangnya. 

Dari kecemasan bahkan depresi adanya risiko kebutaan, keterbatasan aktivitas sehari-hari karena gangguan lapang pandang, kendala fungsi sosial karena mulai menghilangnya penglihatan, hingga efek samping pengobatan, serta pengaruh finansial akibat biaya pengobatan yang dikeluarkan.

"Sayangnya, di Indonesia permasalahan glaukoma masih memprihatinkan lantaran penderita seringkali baru mencari pengobatan ketika sudah pada stadium lanjut. Lebih-lebih 80 persen kasus glaukoma muncul tanpa gejala. Ini yang membuat glaukoma dijuluki sebagai ‘si pencuri penglihatan’," pungkas Prof. Widya.

Ilustrasi buta, kebutaan. (Elements Envato)
Ilustrasi buta, kebutaan. (Elements Envato)

Karenanya, lanjut dia, penatalaksanaan glaukoma sedini mungkin sangatlah krusial agar progresivitas penyakit ini dapat dikontrol dan kerusakan saraf mata bisa diperlambat sehingga kebutaan pun tercegah.

baca juga

Metode pengobatan glaukoma tergantung pada seberapa parah kondisinya. Salah satunya adalah melalui operasi implan glaukoma merupakan prosedur bedah untuk menurunkan tekanan dalam bola mata pada pasien glaukoma. 

Operasi ini, kata Dr. Rini dapat menjadi pilihan utama bagi pasien glaukoma dengan tekanan bola mata yang tetap tidak terkontrol, atau terjadi kerusakan saraf mata yang berat, dan sudah tidak mampu merespons terapi lainnya. 

"Prosedur implan glaukoma melibatkan pemasangan implan kecil di dalam mata (berupa tabung silikon kecil/trabekular mikro) untuk membantu mengalirkan cairan agar keluar dari bola mata dan menurunkan tekanan intraokular," jelas dia. 

Memahami situasi mengkhawatirkan tersebut, JEC Eye Hospitals and Clinics kembali menjalankan inisiatif tahunan guna menggiatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit glaukoma. Rangkaian aktivitas telah disusun dengan mengusung tema besar: "Building the Ecosystem to Fight Glaucoma". 

JEC, kata dia ingin memberi impak yang lebih besar kepada masyarakat dengan menggagas inisiatif sosial terbaru sekaligus yang pertama di Indonesia, yaitu pemberian 100 tindakan operasi implan glaukoma secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kegiatan ini akan dilangsungkan secara bertahap sepanjang 2023 dengan penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melibatkan hampir seluruh cabang JEC Eye Hospitals and Clinics," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Hari Kanker Sedunia, Menkes Ajak Masyarakat Jangan Takut Deteksi Kanker

Di Hari Kanker Sedunia, Menkes Ajak Masyarakat Jangan Takut Deteksi Kanker

Serang | Minggu, 05 Februari 2023 | 21:55 WIB

Mengenal Glaukoma, Penyakit yang Diderita oleh Aminah Cendrakasih

Mengenal Glaukoma, Penyakit yang Diderita oleh Aminah Cendrakasih

Your Say | Kamis, 22 Desember 2022 | 15:50 WIB

Aminah Cendrakasih 'Mak Nyak' Punya Riwayat Glaukoma, Sebelum Meninggal Dunia, Apa Itu?

Aminah Cendrakasih 'Mak Nyak' Punya Riwayat Glaukoma, Sebelum Meninggal Dunia, Apa Itu?

Health | Kamis, 22 Desember 2022 | 08:11 WIB

Terkini

Pemutihan Pajak itu seperti Apa?

Pemutihan Pajak itu seperti Apa?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:10 WIB

Pesanan UMKM Solo di Tokopedia-TikTok Shop Naik 57 Persen, Konten Jadi Senjata Baru

Pesanan UMKM Solo di Tokopedia-TikTok Shop Naik 57 Persen, Konten Jadi Senjata Baru

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:08 WIB

Tan Cheng Hoe Puji Taktik Bertahan Timnas Indonesia Usai Malaysia Ditahan Imbang

Tan Cheng Hoe Puji Taktik Bertahan Timnas Indonesia Usai Malaysia Ditahan Imbang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:07 WIB

Beban Lapangan dan Riuh Tribun: Menjadikan SUGBK Benteng Timnas

Beban Lapangan dan Riuh Tribun: Menjadikan SUGBK Benteng Timnas

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:05 WIB

Thom Haye Diusir Wasit, Kevin Diks Pasang Badan: Dia Tidak Melakukannya dengan Sengaja

Thom Haye Diusir Wasit, Kevin Diks Pasang Badan: Dia Tidak Melakukannya dengan Sengaja

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 09:57 WIB

5 Sepatu Lari Mills Size Besar hingga 46, Nyaman untuk Kaki Lebar dan Daily Run

5 Sepatu Lari Mills Size Besar hingga 46, Nyaman untuk Kaki Lebar dan Daily Run

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 09:53 WIB

Buruan Antre, Harga Emas Antam Lagi Diobral Jadi Rp2,58 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Lagi Diobral Jadi Rp2,58 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:52 WIB

Harga Pangan 29 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu, Naik 13,72 Persen

Harga Pangan 29 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu, Naik 13,72 Persen

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:50 WIB

Shin Tae-yong Menggema di Stadion GBK, Kevin Diks Tidak Senang

Shin Tae-yong Menggema di Stadion GBK, Kevin Diks Tidak Senang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 09:50 WIB

17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:45 WIB

×