17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

Vania Rossa, Faqih Fathurrahman

Selasa, 29 September 2026 | 09:45 WIB
17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta
Ilustrasi pengamanan demonstrasi (Unsplash/AngiolaHarry)
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya mengerahkan 17.628 personel gabungan untuk mengamankan 37 agenda kegiatan masyarakat dan unjuk rasa pada Selasa (29/9/2026).
  • Puluhan ribu buruh dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI menyampaikan 11 tuntutan.
  • Aksi unjuk rasa tersebut berfokus menolak pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dan menuntut perlindungan hak-hak pekerja secara menyeluruh.

Suara.com - Polda Metro Jaya menyiapkan 17.628 personel gabungan untuk mengamankan 37 agenda yang berlangsung di wilayah hukumnya pada Selasa (29/9/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 kegiatan merupakan penyampaian pendapat di muka umum. Sementara 17 kegiatan lainnya merupakan kegiatan masyarakat, seperti wisuda, pameran, dan dies natalis.

Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan kesabaran dan pendekatan humanis selama menjalankan tugas pengamanan.

"Yang paling utama, kita semua harus benar-benar sabar dan tidak terprovokasi," kata Dekananto dalam keterangannya, Selasa.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan sejumlah kegiatan penyampaian pendapat tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI-Dukuh Atas, serta Silang Selatan Monas.

Khusus untuk pengamanan aksi di depan Gedung DPR RI, Polda Metro Jaya mengerahkan 4.998 personel gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pengamanan dalam (Pamdal) DPR-MPR RI.

Budi mengatakan pengamanan aksi akan mengedepankan pola komunikatif dan pendekatan humanis. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

"Pelaksanaan tugas tetap mengedepankan pola komunikatif, pendekatan humanis, dan koordinasi agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan," ujar Budi.

baca juga

Untuk lalu lintas, rekayasa akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi arus kendaraan serta perkembangan kegiatan di lapangan.

Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas perekonomian, pendidikan, ibadah, dan kepentingan publik lainnya.

Polda Metro Jaya juga mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, mengikuti arahan petugas, serta menghormati masyarakat yang memiliki aktivitas lain.

"Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan baik," kata Budi.

Puluhan Ribu Buruh Aksi di DPR

Salah satu agenda penyampaian pendapat yang menjadi perhatian adalah aksi puluhan ribu buruh di depan Gedung DPR RI.

Massa berasal dari organisasi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Mereka akan menyampaikan 11 tuntutan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan yang rencananya disahkan pada awal Oktober mendatang.

Berikut 11 tuntutan yang akan disampaikan:

  1. Mewujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh.
  2. Menjamin kepastian kerja, menghentikan eksploitasi sistem outsourcing dan pekerja kontrak, serta mencegah penyalahgunaan sistem pemagangan.
  3. Menjamin hak buruh atas upah yang layak dan bermartabat, termasuk menghapus sistem koefisien dengan nilai tertentu yang dinilai tidak jelas.
  4. Menjamin dan melindungi pekerja platform, termasuk pekerja media, pengemudi ojek online, serta pekerja yang terdampak transisi iklim.
  5. Menjamin hak pesangon buruh dan mencegah pemutusan hubungan kerja secara sepihak.
  6. Memperkuat serikat pekerja dan kebebasan berserikat.
  7. Menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja serta kesejahteraan pekerja sebagai tujuan utama pembangunan.
  8. Memberikan sanksi dan memperkuat penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak buruh.
  9. Menjamin dan melindungi buruh perempuan, termasuk terkait hak cuti haid.
  10. Memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan pekerja rentan lainnya.
  11. Menjalankan program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan keterampilan baru (reskilling) bagi buruh Indonesia di tengah peralihan dari sistem kerja konvensional menuju teknologi dan otomatisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Polda Metro Jaya Tak Hadir, Sidang Praperadilan Massa Aksi Demo 27 Agustus Ditunda

Polda Metro Jaya Tak Hadir, Sidang Praperadilan Massa Aksi Demo 27 Agustus Ditunda

News | Senin, 28 September 2026 | 15:36 WIB

Indonesia Kembali Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Komitmen yang Dibawa

Indonesia Kembali Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Komitmen yang Dibawa

News | Minggu, 27 September 2026 | 11:19 WIB

Terkini

17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:45 WIB

Tren Baru Bisnis Properti, Rumah Mulai Dipadukan dengan Ruang Hijau hingga Hiburan

Tren Baru Bisnis Properti, Rumah Mulai Dipadukan dengan Ruang Hijau hingga Hiburan

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:45 WIB

Profil 2 Napi yang Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Nama Ferdy Sambo Terseret

Profil 2 Napi yang Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Nama Ferdy Sambo Terseret

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:40 WIB

Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS

Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

×