Serba-serbi Pijat Bayi Baru Lahir, Amankah Dilakukan Pada Bayi Prematur?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 04 Juli 2023 | 13:15 WIB
Serba-serbi Pijat Bayi Baru Lahir, Amankah Dilakukan Pada Bayi Prematur?
Ilustrasi pijat bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Pijat dianggap ampuh membuat penerimanya rileks dan bisa bantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pertanyaanya, bolehkah bayi baru lahir dipijat?

Pijat bayi jadi hal lumrah yang dipaktikan orangtua Indonesia kepada anaknya. Tapi pijatan tidak bolrh dilakukan sembarangan, dan harus melihat kondisi anak lebih dulu, termasuk usia bayi baru lahir.

Bidan dari House of Nenny Mom and Baby Care Magelang, Desiana Trisni menjelaskan jika pijat bayi sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam, dan bermanfaat meningkatkan ikatan emosional anak dengan orang tua alias bonding, menenangkan, hingga menstimulasi perkembangan bayi.

Menariknya, menurut Desiana, pijat bayi sudah bisa dilakukan bahkan sejak anak berusia 0 hari sekalipun. Hal ini dibuktikan saat orangtua dan tenaga medis umumnya disarankan memijat bagi untuk memberikan stimulasi, pengenalan kontak dari kulit ke kulit. Pijatan dilakukan 6 jam setelah bayi dilahirkan.

Ilustrasi pijat bayi (Elements Envato)
Ilustrasi pijat bayi (Elements Envato)

Tapi kata Desiana, tidak semua bayi bisa langsung dipijat. Bayi bisa dipijat jika lahir dengan persalinan normal, berat badan cukup, yakni antara 2,4 kilogram hingga 4 kilogram. Ditambah, usia kehamilan tidak boleh kurang dari 37 minggu.

“Untuk kondisi bayi lahir normal dan tidak ada masalah ketika si anak lahir atau dalam proses persalinannya, ini boleh diberikan pijatan mulai dari 0 hari,” ucap Desi dalam Live Instagram Doodle Exclusive Baby Care, melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (1/7/2023).

Sedangkan bayi prematur, yang lahir sebelum usia 9 bulan baru bisa dipijat di usia 2 hari. Lahir prematur adalah keadaan bayi dengan berat badan rendah di bawah 2,4 kilogram atau ketika usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Menurut Desi, bayi prematur bisa diberikan pijatan dengan catatan tenaga medis atau terapis yang memberikan pijatan mengetahui riwayat bayi.

“Kita tanyakan dulu kondisinya. Apakah kondisi si anak sudah stabil atau membutuhkan perawatan khusus. Misalnya diharuskan menginap di rumah sakit karena harus diinkubator. Jadi kondisi-kondisi ini harus kita perhatikan," terang Desiana.

"Untuk bayi yang riwayatnya lahir prematur dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah kita minta orang tua memberikan surat rekomendasi dari dokter yang menangani apakah bayi sudah boleh diberikan terapi. Jadi harus kita komunikasikan lagi dengan orang tua dan penanggung jawab bayi,” lanjut Desiana.

baca juga

Adapun teknik pijat bayi baru lahir harus menggunakan teknik pijat taktil dan kinestetik stimuli. Teknik pijat ini bermanfaat membantu meningkatkan bonding antara bayi dengan orang tua atau pengasuhnya.

Teknik pijat ini bermanfaat utnuk merangsang beberapa relek ada bayi, misalnya reflek kejut, reflek mengisap, reflek menelan, dan sebagainya. Kedua teknik ini ampuh melatih otot bayi untuk terbiasa bergerak.

”Jadi dengan memberikan pijatan, tentu saja adanya bonding dari orang tua yang memberikan pijatan, diharapkan membuat bayi lebih tenang. Harapannya dengan si anak lebih tnang, tidurnya lebih nyaman. Harapannya, pertumbuhan dan perkembangannya lebih baik lagi,” tambah Desiana.

Teknik pijat ini bisa dipraktikkan sebanyak 4 kali dalam sehari dan bisa diberikan hingga tali pusat bayi puput. Setelah itu, orang tua bisa melanjutkan dengan teknik balur sampai bayi berusia 31 hari.

Lantaran kondisi bayi baru lahir cenderung rentan, dari mulai tulang hingga kulit yang sangat sensitif Desiana juga mengingatkan untuk memastikan pilih minyak untuk pijat bayi yang aman. Salah satunya minyak telon, yang sangat umum digunakan untuk pijat bayi.

Marketing Communication Doodle, Andias yang terlibat dalam pameran Mommy N Me di Jakarta Convention Center (JCC), menambahkan penting memperhatikan kualitas pemilihan minyak telon atau esensial oil untuk pijat bayi, khususnya bayi baru lahir. Pastikan dosisnya sudah disesuaikan sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit bayi yang sensitif.

"Jadi mintak telon Doodle ada kandungan minyak kayu putih, minyak kelapa sama ekstrak green tea . Minyak kayu putih nya disesuaikan sehingga aman untuk kulit bayi sensitif dari 0 bulan atau new born, tapi ketika ada kasus misal kulit baby nya sangat sensitif. Biasanya kita trial dulu di belakang telinganya. Jika tiga menit nggak ada muncul ruam merah, maka aman," timpal Andias dalam keterangan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Pembuangan Bayi Baru Lahir Disebut Meningkat di NTB

Kasus Pembuangan Bayi Baru Lahir Disebut Meningkat di NTB

Bali | Kamis, 15 Juni 2023 | 20:46 WIB

Selamat ! Dinda Hauw Melahirkan Anak Kedua.

Selamat ! Dinda Hauw Melahirkan Anak Kedua.

Poptren | Kamis, 02 Maret 2023 | 22:30 WIB

Bayi Prematur Berisiko Stunting, Ini yang Perlu Dilakukan Untuk Mengejar Pertumbuhannya Sebelum Terlambat

Bayi Prematur Berisiko Stunting, Ini yang Perlu Dilakukan Untuk Mengejar Pertumbuhannya Sebelum Terlambat

Health | Selasa, 21 Februari 2023 | 19:07 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×