Terapi Profilaksis Disebut Bisa Bantu Obati Penyakit Langka Hemofilia, Sudah Ditanggung BPJS Kesehatan?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 22 Juli 2023 | 14:43 WIB
Terapi Profilaksis Disebut Bisa Bantu Obati Penyakit Langka Hemofilia, Sudah Ditanggung BPJS Kesehatan?
Ilustrasi hemofilia. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit langka gangguan pembekuan darah atau hemofilia masih kurang diperhatian pemerintah Indonesia. Buktinya terapi profilaksis tidak semuanya ditanggung BPJS Kesehatan, kenapa ya begitu?

Hemofilia adalah kelainan langka gangguan pembekuan darah akibat kurangnya faktor pembekuan yakni protein pembekuan darah. Darah pada seorang penyandang hemofilia tidak mudah membeku selaiknya orang normal, dan membutuhkan lebih lama untuk proses pembekuan darahnya. Inilah sebabnya saat orang dengan hemofilia alami luka pendarahan, maka sulit dihentikan.

Sedangkan World Federation of Hemophilia (WFH) dan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tatalaksana Hemofilia saat ini merekomendasikan terapi profilaksis untuk pasien hemofilia A sebagai pilihan utama.

Ditambah banyak penelitian menunjukkan efektivitas terapi profilaksis lebih baik dibanding terapi on demand untuk menurunkan kejadian perdarahan. Bahkan biayanya lebih terjangkau untuk pengobatan jangka panjang.

Sayangnya, tidak semua pilihan terapi profilaksis tersedia dijamin dalam JKN atau BPJS Kesehatan, atau jikapun tersedia saat praktiknya ada keterbatasan.

Dokter Spesialis Anak, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI), Dr.dr.Novie Amelia Chozie, Sp.A(K) menjelaskan rekomendasi pemberian konsentrat untuk bantu pembekuan darah sangat dibutuhkan pasien hemofilia.

“Terapi profilaksis untuk mencegah perdarahan dapat dilakukan dengan memberikan faktor pembekuan, berupa faktor VIII dosis rendah atau bypassing agent untuk pasien-pasien dengan antibodi faktor VIII, maupun non-factor replacement therapy, yaitu emicizumab," ujar Dr. Novie melalui keterangan seminar nasional yang diadakan Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) 21 hingga 22 Juli 2023, yang diterima suara.com, Jumat, (21/7/2023).

Ia menambahkan salah satu contoh terapi profilaksis untuk pasien hemofilia A, yaitu terapi emicixumab. Terapi ini bisa diberikan pada pasien baik dengan atau tanpa inhibitor yaitu zat penghambat laju hemofilia.

Khususnya terapi ini juga diperlukan pada kasus pasien dengan pembuluh darah vena yang sulit ditembus, karena pemberian emicizumab diberikan dengan cara disuntik atau subkutan suntikan.

baca juga

Tapi Ketua HMHI, Prof. Dr. Djajadiman Gatot, Sp.A(K) mengakui meski PNPK sudah mengadopsi pengobatan inovatif, pada praktiknya akqn sangat dipengaruhi kondisi dan kebijakan rumah sakit.

"PNPK diturunkan menjadi Panduan Praktik Klinis (PPK) yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah sakit, sesuai dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang ada. Akibatnya, pasien tidak bisa mendapatkan pengobatan yang optimal dan sangat bergantung dari rumah sakit yang menanganinya," jelas Prof. Djajadiman.

Selain itu tantangan hemofilia adalah penyakit seumur hidup, sehingga biaya pengobatan cukup jadi kendala bagi pasien. Apalagi data Profil Kesehatan Indonesia, Kementerian Kesehatan tahun 2021 menyebutkan, pembiayaan hemofilia mencapai lebih dari Rp 500 miliar. Sedangkan jumlah ini menurut Dr. Novie bisa diminimalisir atau dimaksimalkan dengan terapi profilaksis yang lebih inovatif dan dibutuhkan pasien.

"Terdapat pengobatan inovatif yang lebih baik dari segi manfaat, namun juga lebih efisien dari segi total biaya perawatan yang tidak hanya terkait biaya obat," ungkap Dr. Novie.

"Sebuah studi lokal menggunakan pendekatan model simulasi mengenai pemberian profilaksis dengan obat inovatif emicizumab terbukti menghemat anggaran negara sebesar Rp 51 miliar dalam waktu 5 tahun dibandingkan dengan tanpa emicizumab," lanjutnya.

Adapun pembahasan terapi profilaksis jadi salah satu fokus utama yang dibahas dalam simposium nasional HMHI 2023. Selain itu dibahas juga diagnosa dan profilaksis dosis rendah dalam pertemuan tersebut.

"Serta mengedukasi keluarga, penyandang hemofilia, dan masyarakat luas tentang hemofilia dan penanganannya, termasuk pengobatan inovatif yang dapat memberikan penanganan yang optimal bagi penderita hemofilia," ungkap Ketua Simposium Nasional HMHI, Dr. Fitri Primacakti, Sp.A(K).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Nyata Penderita Kanker Tulang dalam Novel 'Alien Itu Memilihku'

Kisah Nyata Penderita Kanker Tulang dalam Novel 'Alien Itu Memilihku'

Your Say | Rabu, 19 Juli 2023 | 16:40 WIB

Akses Informasi untuk Penyandang Hemofilia Perlu Ditingkatkan, Dokter Ungkap Alasannya

Akses Informasi untuk Penyandang Hemofilia Perlu Ditingkatkan, Dokter Ungkap Alasannya

Health | Jum'at, 02 Juni 2023 | 12:19 WIB

Kenali 3 Gejala Cerebral Atrophy yang Dialami Anak Jevier Justin

Kenali 3 Gejala Cerebral Atrophy yang Dialami Anak Jevier Justin

Your Say | Jum'at, 10 Maret 2023 | 14:53 WIB

Terkini

Berhenti Jadi Budak Produktivitas: Lawan Ekspektasi Semua Harus Selesai Hari Ini dengan Jeda Sejenak

Berhenti Jadi Budak Produktivitas: Lawan Ekspektasi Semua Harus Selesai Hari Ini dengan Jeda Sejenak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Berawal dari Teguran Knalpot Bising, 'Bang Jago' di Bekasi yang Geruduk Rumah Warga Ditangkap Polisi

Berawal dari Teguran Knalpot Bising, 'Bang Jago' di Bekasi yang Geruduk Rumah Warga Ditangkap Polisi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Dapat Rating di Atas 9, "Warga Rusun 609" Bikin Penonton Ngakak Brutal dan Nonton Dua Kali

Dapat Rating di Atas 9, "Warga Rusun 609" Bikin Penonton Ngakak Brutal dan Nonton Dua Kali

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Sinopsis Love in Disguise: Kisah Detektif yang Nyamar Jadi Sekretaris Pria

Sinopsis Love in Disguise: Kisah Detektif yang Nyamar Jadi Sekretaris Pria

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Pembangunan Data Center AI Jatiluhur Disetop, IESR Minta Kajian Dampak Dibuka ke Publik

Pembangunan Data Center AI Jatiluhur Disetop, IESR Minta Kajian Dampak Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:00 WIB

INKA Tak Mampu, Danantara Punya Opsi Impor KRL Bekas dari Jepang

INKA Tak Mampu, Danantara Punya Opsi Impor KRL Bekas dari Jepang

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Bukan Sekadar Tembok Beton, Giant Sea Wall Wajib Lindungi Ruang Melaut Nelayan Jakarta

Bukan Sekadar Tembok Beton, Giant Sea Wall Wajib Lindungi Ruang Melaut Nelayan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari

Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Dukung MBG, Kini Rocky Gerung Dikasih Jabatan Wantimpres dari Presiden Prabowo

Dukung MBG, Kini Rocky Gerung Dikasih Jabatan Wantimpres dari Presiden Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:53 WIB

Dari Jualan hingga Cari Modal, UMKM Cirebon Mulai Masuk Ekosistem Digital

Dari Jualan hingga Cari Modal, UMKM Cirebon Mulai Masuk Ekosistem Digital

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:52 WIB

×