Jangan Suapi Anak Makan Sambil Nonton TV, Dokter Ungkap Bahayanya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 08 Agustus 2023 | 18:40 WIB
Jangan Suapi Anak Makan Sambil Nonton TV, Dokter Ungkap Bahayanya
Ilustrasi anak makan makanan (pexels/bulatovic)

Suara.com - Anak makan sambil nonton TV atau pun digendong lalu diajak berjalan-jalan sekitar rumah mungkin jadi kebiasaan banyak orang tua sejak dulu.

Tetapi, kebiasaan itu sebaiknya harus segera dihentikan. Sebab, dokter anak mengatakan kalau distraksi saat anak makan lambat laun bisa jadi penyebab terjadinya Gerakan Tutup Mulut (GTM) alias malas makan.

Dokter spesialis anak dr. Novitria Dwinanda, Sp.A., menjelaskan bahwa adanya berbagai distraksi yang dilakukan, seperti tontonan, diajak naik odong-odong, sampai jalan-jalan sekitar rumah membuat anak tidak fokus dengan makanan yang ia santap sendiri. 

ilustrasi anak makan. (pixabay)
ilustrasi anak makan. (pixabay)

"Dia gak tahu apa yang dikasih, dia gak tahu karena terpana oleh TV. Pada saat gak tau jadi sesuatu yang pasif, hanya jadi objek penderita dengan terus mangap. Ada satu saat nanti dia gak mau jadi objek, maka timbulkan GTM," jelas dokter Novitria dalam temu media Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Ia menyarankan agar anak selalu diajak betpartisipasi selama makan supaya dia tahu apa yang sedang dikonsumsinya. Dengan begitu, anak juga merasa dilibatkan dan paham yang ia santap.

Lama waktunya anak makan juga disarankan cukup 30 menit saja. Setelah itu, dokter Novitria menyarankan agar orang tu berhenti menyuapi anak meskilun makanannya belum habis atau anak belum kenyang. Itu sebabnya, selama waktu makan jangan ada distraksi apa pun.

"Karena anak dikasih makan nyamannya 30 menit pertama. Setelah itu, anak ngantuk, bosan, udah pengen lari sana-sani. Kalau dipaksa anak bisa trauma, sebal," imbuhnya.

Tanpa distraksi dan waktu makan cukup 30 menit sebenarnya bagian dari feeding rules atau aturan makan yang tepat bagi anak. Sebelum kedua hal tersebut bisa dilakukan, dokter Novitria mengingatkan hal utama yang penting juga jadwal anak makan harus sama setiap hari. 

"Jadi di jam selalu tertib. Akhirnya anak akan terjadwal lapar di jam itu," imbuhnya. 

baca juga

Sehingga, sekalipun anak makan tidak habis selama 30 menit itu, dia akan merasa lapar pada jam makan berikutnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Remehkan Gangguan Makan Pada Anak, Ini Tanda-Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Jangan Remehkan Gangguan Makan Pada Anak, Ini Tanda-Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Health | Senin, 24 Juli 2023 | 08:45 WIB

Baby Issa Alami GTM Gara-Gara Sariawan, Nikita Willy Curhat Jadi Belajar Hal Baru Tentang Ini

Baby Issa Alami GTM Gara-Gara Sariawan, Nikita Willy Curhat Jadi Belajar Hal Baru Tentang Ini

Lifestyle | Senin, 03 Juli 2023 | 15:10 WIB

Baby Issa Enggan Makan saat Liburan di Jepang, Nikita Willy Langsung Jalankan 'Reset Week'

Baby Issa Enggan Makan saat Liburan di Jepang, Nikita Willy Langsung Jalankan 'Reset Week'

Lifestyle | Minggu, 14 Mei 2023 | 16:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB