Dokter Paru Benarkan Suara Hilang Sri Mulyani Bisa Tambah Parah Karena Polusi Udara

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 01 September 2023 | 13:13 WIB
Dokter Paru Benarkan Suara Hilang Sri Mulyani Bisa Tambah Parah Karena Polusi Udara
Sri Mulyani saat hadiri rapat paripurna DPR [Antara]

Suara.com - Dokter Spesialis Paru membenarkan kondisi infeksi saluran napas akut (ISPA) yang mendera Menteri Keuangan Sri Mulyani, bisa disebabkan karena polusi udara Jakarta yang memburuk. Kenapa ya, kok bisa begitu?

Heboh Menkeu Sri Mulyani tidak bisa menjawab pertanyaan anggota Komisi XI DPR-RI saat rapat dengar pendapat (RDP) karena suaranya hilang. Ia mengaku terserang ISPA hingga sulit berbicara karena serak dan nyeri di tenggorokan.

"Suara saya hilang, jadi mohon izin Pak Wamen (Suahasil Nazara) saja (menjelaskan soal RAPBN 2024)," Menkeu Sri Mulyani yang hadir secara daring.

Tangkapan Layar Konfrensi Pers APBN Kita, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Tangkapan Layar Konfrensi Pers APBN Kita, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

"Suara saya belum (jelas) Pak, tadi ingin bicara tapi belum bisa Pak. Yes, ISPA," sahut Menkes Sri Mulyani lagi saat ditanya pimpinan Komisi XI DPR-RI.

Menanggapi ini, dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru), dr. Januar Habibi, B.Med.Sc., Sp.P menjelaskan sebenarnya ISPA disebabkan karena infeksi virus atau bakteri. Tapi kondisi ini bisa semakin diperparah karena polusi udara yang buruk.

"Karena momennya polusi, si virus aja udah ganggu kita itu ditambah polusi tentu saja (ISPA) akan semakin kambuh," ujar dr. Januar di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Jumat (1/9/2023).

Ia menambahkan, suara serak karena ISPA disebabkan zat polutan atau polusi mengiritasi di saluran napas. Ditambah, apabila iritasi terjadi terus menerus, khususnya di area pita suara maka bisa menyebabkan suara serak.

"Serak ini pasti karena adanya peradangan pada pita suara, jadi nggak cuma tenggorokan di bawah lagi ada pita suara. Kalau pita suara berdampak, tentu akan semakin serak," ungkap dr.Yanuar.

Dokter yang berpraktik di RS Pertamina Pusat (RSPP) ini menjelaskan, suara hilang karena ISPA seperti yang dikeluhkan Menkeu Sri Mulyani, bukan gejala yang harus ditakuti atau berbahaya.

baca juga

Ini karena gejala ISPA yang harus diwaspadai jika sampai mengalami demam dan sesak napas, maka harus diobservasi lebih lanjut. Tapi sebelum itu, harus dicaritahu apakah pasien memang terpapar virus, bakteri atau polusi udara yang dihirupnya sangat banyak.

Apalagi kata dr. Yanuar, bakteri dan virus bisa 'menunggangi' atau menempel di zat polutan agar bisa masuk ke tubuh manusia dan menginfeksinya.

"Kalau (ISPA) parah itu sampai bikin demam. Kalau suara hilang cari tahu dulu ada pajanan atau tidak. Kalau untuk tipe-tipe orang yang banyak bicara seperti menteri, beliau banyak bicara kan," katanya.

"Kalau suara hilang ada peradangan di pita suara kita, jadi kalau tanpa polusi udara kalau sering berbicara konser teriak-teriak bisa karena itu," pungkas dr. Yanuar. 


 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suara Menkeu Sri Mulyani Hilang Kena ISPA, Polusi Sudah Separah Itu?

Suara Menkeu Sri Mulyani Hilang Kena ISPA, Polusi Sudah Separah Itu?

Lifestyle | Jum'at, 01 September 2023 | 10:25 WIB

Polusi Udara di Tangerang Selatan Salah Satu Tertinggi, Begini Cara Sekolah Ini Lindungi Siswa

Polusi Udara di Tangerang Selatan Salah Satu Tertinggi, Begini Cara Sekolah Ini Lindungi Siswa

Lifestyle | Jum'at, 01 September 2023 | 07:41 WIB

Ingrid Minta Pemerintah Serius Tangani Masalah Polusi Udara

Ingrid Minta Pemerintah Serius Tangani Masalah Polusi Udara

Bisnis | Jum'at, 01 September 2023 | 07:30 WIB

Terkini

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

News | Senin, 02 November 2026 | 19:37 WIB

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 19:36 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

News | Senin, 02 November 2026 | 19:33 WIB

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

×