Tanda Mata Malas Pada Anak Bisa Sampai Dewasa, Bagaimana Mengatasinya?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 21 Oktober 2023 | 13:57 WIB
Tanda Mata Malas Pada Anak Bisa Sampai Dewasa, Bagaimana Mengatasinya?
Ilustrasi mata merah (freepik.com/user18526052)

Suara.com - Masih banyak orangtua tidak tahu fenomena ambliopia atau mata malas pada anak yang bisa menganggu proses belajarnya, karena hanya bisa melihat dengan satu mata. Lantas, gimana cara mendeteksi tanda mata malas pada anak?

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) DKI Jakarta Raya, dr. Julie Dewi Barliana, SpM(K), M. Biomed menjelaskan salah satu penyebab mata malas adalah potensi mata juling atau strabismus yang bisa dilihat sejak usia anak di atas 6 bulan.

"Mata malas gangguan meliat, susah itu deteksi satu mata, satunya bisa lihat dan satu tidak bisa," ujar dr. Julie dalam acara Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC Menteng, Sabtu, 14 Oktober 2023.

Ilustrasi mata kering (Freepik/antoniogravante)
Ilustrasi mata kering (Freepik/antoniogravante)

Mata malas adalah gangguan penglihatan pada salah satu mata karena saraf yang menghubungkan otak dan mata tersebut tidak terhubung dengan baik. 

Akibatnya, kemampuan penglihatan pada mata tersebut menurun, sedangkan mata yang lain dapat melihat dengan jelas. Jika tidak ditangani, mata malas bisa menetap hingga dewasa.

Tak hanya memengaruhi produktivitas penderitanya, ambliopia atau mata malas bahkan dapat mengakibatkan gangguan fungsi penglihatan dengan berbagai derajat keparahan dan tingkat risiko mencapai 50 hingga 73 persen.

dr. Julie menjelaskan tanda mata malas pada anak bisa dilihat dari perilakunya menonton televisi (TV). Anak melihat TV dengan posisi yang sangar dekat. Kondisi ini terjadi bukan karena anak tidak bisa melihat jauh atau rabun jauh, tapi karena tanda mata malas.

"Orangtua melihat anak sering dekat dengan TV, jadi saat anak terlihat mendekat, itu tanda anak harus skrining lebih cepat suapaya tidak terlambat," jelas dr. Julie.

Adapun penanganan yang biasanya dilakukan dengan menutup mata normalnya, dan memaksa mata malasnya untuk mau bekerja sehingga dua mata bisa bekerja sepenuhnya.

baca juga

Menariknya, game virtual ternyata kata dr. Julie bisa digunakan untuk mengatasi mata malas loh. Tapi dengan syarat penggunaanya maksimal sehari hanya 20 menit dan tidak boleh berlebihan.

"Karena kan game virtual ini akan memaksa kedua bola mata bekerjasama, saling bekerja untuk melihat game, tapi tentu dengan batasan ya," jelas dr. Julie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orangtua Harus Cek 2 Tanda Mata Juling Pada Anak, di Atas 6 Bulan Sudah Kelihatan

Orangtua Harus Cek 2 Tanda Mata Juling Pada Anak, di Atas 6 Bulan Sudah Kelihatan

Health | Sabtu, 21 Oktober 2023 | 10:11 WIB

6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal

6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal

Your Say | Kamis, 19 Oktober 2023 | 10:13 WIB

Terlalu Lelah Bekerja Tingkatkan Risiko Gangguan Mata, Begini Mencegahnya

Terlalu Lelah Bekerja Tingkatkan Risiko Gangguan Mata, Begini Mencegahnya

Health | Rabu, 18 Oktober 2023 | 07:05 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×