Kronologi Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Diduga Karena Jadi Konten Klinik

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 21 November 2023 | 11:42 WIB
Kronologi Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Diduga Karena Jadi Konten Klinik
Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Bayi yang dilahirkan secara prematur di Klinik Asifa Tasikmalaya, Jawa Barat Senin (13/11/2023) meninggal dunia diduga karena tidak ditangani sesuai prosedur. Kronologi bayi prematur seberat 1,5 kg tersebut meninggal diduga karena menjadi konten newborn klinik tanpa sepengetahuan orang tua. 

Kisah bayi prematur meninggal ini viral setelah akun @nadiaanastasyasilvera membagikannya di Instagram pada Senin, (20/11/2023).

Nadia diketahui sebagai kakak kandung dari ayah bayi. Alih-alih dirawat sesuai dengan prosedur, Nadia berujar bahwa bayi prematur yang dilahirkan adik iparnya malah dijadikan konten klink. Dia ikut mengunggah bukti foto bayi mungil dengan lapisan kain serta tangannya berpose mengarah ke dagu. Bukan hanya foto, klinik tersebut juga merekam video. 

Nadia mengungkapkan rasa kecewa karena klinik lebih memilih melakukan sesi foto tanpa meminta izin kepada pihak keluarga. Apalagi, hasil foto dan videonya dijadikan konten ulasan mengenai klinik. Setelahnya unggahan lain Nadia menunjukkan bayi yang sama berada di inkubator dengan selimut tebal. 

Laporan mengenai bayi prematur yang meninggal akibat dijadikan konten oleh klinik telah sampai ke Dinas Kesehatan Tasikmalaya. Selanjutnya, pihak Dinkes telah membentuk Tim Audit Maternal Perinatal (AMP) atau tim pemeriksaan kematian bayi sebagai tindak lanjut dari laporan keluarga pasien.

Sebelumnya, ayah sang bayi Erlangga Surya Pamungkas membeberkan kronologi meninggalnya anak pertama yang lahir prematur pada Senin 13 November 2023.

Saat itu usia kehamilan sang istri sebenarnya sudah mencapai 36 minggu atau hanya kurang sedikit lagi menuju hari perkiraan lahir (HPL). Sang istri sebenarnya sudah sering kontrol ke klinik yang sama dengan kondisi yang baik-baik saja. 

Namun di hari tersebut kontraksi intens membuat sang istri bersama Nadia datang ke klinik tersebut di siang hari untuk persiapan melahirkan. Sementara Erlangga masih mengurus pekerjaan.  Namum, bidan yang berjaga hanya menyuruh pulang lantaran masih pembukaan kedua. Padahaal saat itu, kondisi sang istri sudah sangat lemas seperti hendak melahirkan. 

Erlangga bersama sang istri kemudian kembali lagi pada pukul 20.00 WIB. Kedatangan untuk kedua kalinya ini kembali tidak disambut dengan baik. Beberapa tenaga kesehatan yang berjaga justru terlihat bermain ponsel.

Bidan berjanji akan memeriksa keadaan sang istri pada pukul 24.00 WIB, tetapi ketika Erlangga mengantarkan istrinya buang air kecil pada pukul 21.30 WIB, bercak darah dan air ketuban sudah pecah. Akhirnya bayi tersebut lahir sekitar pukul 22.00 WIB dengan berat badan hanya 1,7 kg. 

Keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB bayi dimandikan dan baru selesai pada 08.30 WIB. Pihak keluarga mulai merasa curiga karena waktu untuk memandikan terasa sangat lama.

Setelah itu bayi diperbolehkan untuk dibawa pulang kendati berat badan sangat kurang. Setelah tiba di rumah, bayi sempat BAB pada pukul 18.00 WIB, namun dua jam kemudian sang istri menangis karena melihat sang bayi sudah tidak bergerak. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Bayi Prematur 1,5 kg Meninggal Usai Dipulangkan Tanpa Perawatan: Sempat Lakukan Sesi Foto Newborn Tanpa Izin

Viral Bayi Prematur 1,5 kg Meninggal Usai Dipulangkan Tanpa Perawatan: Sempat Lakukan Sesi Foto Newborn Tanpa Izin

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 11:15 WIB

Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Dunia Diduga Karena Dijadikan Model Konten Klinik

Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Dunia Diduga Karena Dijadikan Model Konten Klinik

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 10:08 WIB

Bayi Prematur Meninggal Usai Diduga Dijadikan Konten Foto Newborn, Akun Klinik Tutup Komentar

Bayi Prematur Meninggal Usai Diduga Dijadikan Konten Foto Newborn, Akun Klinik Tutup Komentar

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 10:35 WIB

Layanan Mobile Service Clinic and Sales Event Mercedes-Benz Hadir Perdana di Kota Tasikmalaya

Layanan Mobile Service Clinic and Sales Event Mercedes-Benz Hadir Perdana di Kota Tasikmalaya

Otomotif | Selasa, 21 November 2023 | 07:20 WIB

Pilu! Demi Selamatkan Bayi Prematur, Para Dokter di Gaza Bungkus Tempat Tidur dengan Kertas Timah

Pilu! Demi Selamatkan Bayi Prematur, Para Dokter di Gaza Bungkus Tempat Tidur dengan Kertas Timah

Lifestyle | Selasa, 14 November 2023 | 13:01 WIB

Bela Diri, Israel Ogah Disalahkan Soal Banyak Bayi Palestina Meninggal Akibat Listrik Mati

Bela Diri, Israel Ogah Disalahkan Soal Banyak Bayi Palestina Meninggal Akibat Listrik Mati

News | Senin, 13 November 2023 | 19:46 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB