Fuji Akui Kurangi Konsumsi Gula, Benarkah Makanan Manis Bisa Memperparah ADHD?

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Rabu, 27 Desember 2023 | 15:21 WIB
Fuji Akui Kurangi Konsumsi Gula, Benarkah Makanan Manis Bisa Memperparah ADHD?
Fuji [Instagram/@fuji_an]

Suara.com - Selebgram Fujianti Utami alias Fuji rupanya mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sejak 2022 lalu. Ia sendiri baru mengetahui kondisinya setelah mengunjungi psikolog.

Fuji mengaku inisiatif ke psikolog itu datang karena ia merasakan sejumlah gejala seperti mudah lupa hingga susah fokus.

"Aku kan sempet suka nabrak, maksudnya kayak tiap jalan tuh apa pun ditabrak. Terus tiap naruh barang juga suka lupa," terang Fuji, di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Selasa (26/12/2023).

Karena diagnosis tersebut, Fuji pun menghadapi sejumlah pantangan. Salah satunya adalah larangan mengonsumsi makanan atau minuman manis yang tinggi gula.

"Itu (makanan dan minuman manis) bisa menyebabkan aku semakin hiperaktif. Misalkan dulu, aku suka nyemil cokelat. Nah habis nyemil coklat aku aktif. Tapi malamnya aku gak bisa tidur terus energinya habis banget," sambungnya.

Fujianti Utami alias Fuji [Instagram/@fuji_an]
Fujianti Utami alias Fuji [Instagram/@fuji_an]

Benarkah Makanan Manis Bisa Memperparah ADHD?

Sebagai informasi, konsumsi gula berlebih selama ini dipercaya bisa memperparah kondisi pengidap ADHD.

Sejumlah penelitian pun telah mengamati apakah konsumsi gula memengaruhi ADHD, tetapi belum ada bukti kuat yang menunjukkan hal tersebut.

Dikutip dari kanal YouTube INAHEALTH, dr. Shinta Retno Kusumowati, dokter spesialis kedokteran jiwa RSA UGM memberi penjelasan mengenai hubungan makanan manis dan ADHD.

Baca Juga: Lupakan Asnawi Mangkualam, Fuji Terang-terangan Pakai Kalung Inisial 'G'

"(Cokelat memperparah ADHD) bisa dikatakan mitos ataupun fakta, karena penelitian yang sudah ada masih menunjukkan hasil beragam," ujarnya, dikutip Rabu (27/12/2023).

Pasalnya pada beberapa kasus, pembatasan makanan yang mengandung pewarna buatan, penambah rasa, dan gula, bisa memperingan gejala.

"Namun pada kasus lainnya tidak berpengaruh. Hal ini disebabkan sensitivitas setiap anak pada kandungan makanan tertentu beda-beda, jadi tidak bisa disamakan atau dipukul rata," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI