Tak Cuma Dewasa, Anak Juga Bisa Idap Penyakit Jantung Bawaan, Yuk Deteksi Sejak dalam Kandungan!

Ririn Indriani

Sabtu, 24 Februari 2024 | 17:04 WIB
Tak Cuma Dewasa, Anak Juga Bisa Idap Penyakit Jantung Bawaan, Yuk Deteksi Sejak dalam Kandungan!
Ilustrasi penyakit jantung bawaan bisa berisiko diidap anak sejak dalam kandungan. (Pexels/Leah Kelley)

Suara.com - Congenital Heart Disease atau yang biasa disebut Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan jantung yang diidap seseorang sejak lahir.

Kondisi tersebut tentu saja dapat mengancam jiwa karena mengganggu aliran darah, dari dan menuju jantung.

“Setengah dari PJB adalah kelainan minor dan dapat dikoreksi dengan pembedahan sederhana, tetapi lebih dari setengah penyebab kematian anak karena kelainan bawaan, “ ujar Dr. dr. Didi Danukusumo, SpOG., Subsp.K.Fm.,MPH di Seminar Awam bertajuk "Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan sejak Janin, Bayi, dan Anak-anak," yang digelar oleh RS Premier Bintaro memeringati Congenital Heart Disease Awareness Week, belum lama ini.

Melansir dari buku A Practical Guide to Fetal Echodardiography 2nd Edition 2010 karya Alfred Abuhamad & Chaoui, ia menuturkan bahwa dari 1000 kelahiran hidup rata-rata terdapat 50 kasus Penyakit Jantung Bawaan.

Nah, untuk menurunkan risiko PJB, kata Dr. Didi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu mengenali faktor risiko, baik ibu maupun janin.

Pada ibu hamil, lanjut dia, beberapa faktor risiko yang bisa memicu janin mengalami penyakit jantung bawaan, seperti pola makan, kondisi kesehatan atau penggunaan obat dan merokok selama kehamilan.

"Sedangkan beberapa faktor risiko pada janin antara lain kelainan gen atau kromosom, kelainan irama jantung, penebalan tengkuk serta plasenta pada kehamilan 1 telur," imbuhnya.

Lantas, apa gejalanya bila bayi mengidap penyakit jantung bawaan? Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A (K) MMed. (Paed.) menuturkan bahwa ada beberapa kasus gejalanya muncul langsung setelah bayi baru lahir antara lain; bibir, kulit, jari tangan, dan kaki kebiruan, sesak napas atau kesulitan bernapas.

"Selain itu bayi juga kesulitan makan, berat lahir rendah, nyeri dada, serta pertumbuhan yang lambat," tambahnya.

baca juga

Selain itu, menurut Prof. Najib, ada juga gejala yang muncul beberapa tahun setelah lahir, seperti irama jantung yang tidak normal, pusing, kesulitan bernapas, pingsan maupun kelelahan.

Untuk mencegah PJB, Dr. Didi menyarankan ibu hamil mengonsumsi asam folat 0.8mg. Selain itu disarankan pula melakukan skrining secara berkala seperti skrining kelainan bawaan pada trimester 1.

"Kemudian pada trimester 2 dilakukan pemeriksaan Genetic Ultrasound serta Feto Echocardiography. Apabila ditemukan kecurigaan PJB, dokter spesialis kandungan akan bekerjasama dengan dokter spesialis jantung anak membahas kondisi jantung janin dan juga persiapan kelahiran bayi," terangnya.

Pemeriksaan Fetal Echocardiography, tambah Dr. Didi, kembali akan dilakukan oleh dokter spesialis jantung anak untuk menegakkan diagnosis dan menentukan penanganan bayi setelah lahir.

Di pemeriksaan ini, kata dia, akan melibatkan beberapa dokter spesialis seperti dokter spesialis anak neotatologi dan dokter spesialis bedah jantung anak.

"Penyakit Jantung Bawaan ada yang sembuh dengan sendirinya, namun ada juga yang harus menjalani tindakan intervensi, baik berupa terapi bedah seperti operasi paliatif Pulmonary Artery Banding pada kasus VSD besar, operasi ligase PDA, dan lain-lain, maupun terapi non-bedah seperti Balloon Atrial Septostomy (BAS) pada kasus TGA, pemasangan coil pada kasus VSD, ASD, PDA, dan tindakan lainnya," urai Dr. Didi merinci.

Dengan digelarnya Seminar Awam bertajuk "Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan sejak Janin, Bayi, dan Anak-anak" ini, CEO RS Premier Bintaro, Dr. Martha M.L. Siahaan, Prof Najib dan Dr. Didi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi kelainan jantung anak sejak dalam kandungan.

"Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya penyakit jantung pada anak-anak. Jadi penyakit jantung memang tidak menyerang orang dewasa saja. Penyakit jantung pada anak-anak harus ditangani sedini mungkin agar tidak terlambat dan berakibat fatal, sehingga kita dapat memperbaiki kualitas generasi muda kita," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Jantung Berdebar karena Cemas vs Aritmia, Ada Ciri Khasnya Loh

Beda Jantung Berdebar karena Cemas vs Aritmia, Ada Ciri Khasnya Loh

Health | Sabtu, 03 Februari 2024 | 15:28 WIB

Background Keluarga Tom Lembong, Punya Ayah Dokter Ahli Jantung dan Paman CEO Pabrik Obat Raksasa

Background Keluarga Tom Lembong, Punya Ayah Dokter Ahli Jantung dan Paman CEO Pabrik Obat Raksasa

Lifestyle | Selasa, 23 Januari 2024 | 16:13 WIB

Yayu Unru Pasang Ring Jantung sebelum Wafat, Ketahui Kondisi yang Direkomendasikan untuk Operasi Ini

Yayu Unru Pasang Ring Jantung sebelum Wafat, Ketahui Kondisi yang Direkomendasikan untuk Operasi Ini

Health | Jum'at, 08 Desember 2023 | 15:00 WIB

Terkini

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

×