Kanker Serviks di Indonesia Masih Tinggi, Ini Pentingnya Deteksi Dini Dengan Gynaecologic Oncology Center

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 25 Februari 2024 | 11:39 WIB
Kanker Serviks di Indonesia Masih Tinggi, Ini Pentingnya Deteksi Dini Dengan Gynaecologic Oncology Center
Ilustrasi kanker serviks. (ANTARA/Pexels)

Suara.com - Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022, angka kejadian penyakit kanker leher rahim (serviks) di Indonesia sebesar 23 orang per 100.000 penduduk. Tingginya angka kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini dan pengobatan kanker serviks.

Kondisi ini membuat Grup RS Siloam melalui Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) emperkenalkan 2 layanan dan 2 peralatan baru: Gastrointestinal Cancer Center (GCC) untuk pusat pelayanan kanker sistem pencernaan dan organ dalam, Gynaecologic Oncology Center (GOC) untuk pusat pelayanan kanker rahim. 

Klinik ini bertujuan untuk membantu menentukan diagnosa dan metode terapi yang terbaik untuk pasien yang dilakukan oleh tim multi-displin yang terdiri dari dokter spesialis ginekologi, spesialis onkologi konsultan (KHOM), spesialis penyakit dalam, spesialis radiologi, serta perawat khusus onkologi. Layanan yang ditawarkan juga beragam mulai dari tindakan bedah onkologi, Brachytherapy, kemoterapi, hingga Cryotherapy.

Penanganan Kanker di MRCC. (Dok. Istimewa)
Penanganan Kanker di MRCC. (Dok. Istimewa)

Klinik GOC juga menyediakan pusat informasi terkait kanker serviks, skrining dan deteksi dini, serta terapi kanker, yang semua dapat dilakukan di dalam satu gedung sehingga hasil skrining dan tes dapat diterima dengan lebih cepat.

Sebagai penyedia layanan kanker swasta terbesar di Indonesia, MRCCC sadar akan meningkatnya kebutuhan layanan radiografi untuk pasien kanker. Dalam kesempatan ini, MRCCC juga meresmikan alat PET/CT-Scan kedua untuk melengkapi fasilitas dan alat penunjang lainnya seperti USG, Mammografi, MRI, PET/CT, serta laboratorium molekular diagnostik dan laboratorium patologi immunohistokimia yang berguna untuk menegakkan diagnosis dan menentukan terapi.

PET/CT-Scan kedua ini memiliki spesifikasi yang tertinggi di kelasnya baik dari sisi kecepatan skrining, akurasi, dan sensitivitas. PET/CT-Scan baru ini juga dapat digunakan untuk melakukan imaging terkait jantung dan saraf, sehingga dapat mendeteksi kelainan lainnya terlepas dari kanker dan tumor.

Terlebih lagi, alat baru dapat mengolah data hingga 40% lebih cepat dibandingkan dengan alat yang sebelumnya, walau dengan dosis radiofarmaka yang lebih sedikit.

Penambahan alat baru ini diharapkan dapat menambah jumlah pasien yang dapat dilayani karena waktu pemeriksaan yang berkurang menjadi 8-10 menit per pasien. MRCCC juga menambahkan alat Flow Cytometry untuk pemeriksaan kanker darah atau Leukemia Phenotyping dengan spesifikasi tertinggi di kelasnya untuk dapat mendeteksi sel kanker darah dan kelainan sel lainnya dengan TAT 72 jam.

RS Siloam menyadari peran dan tanggung jawab besar yang diemban dalam pelayanan kepada masyarakat luas. MRCCC, sebagai bagian dari Grup RS Siloam memiliki visi menjadi “Building of Hope” atau Rumah Harapan bagi semua pasien kanker.

Direktur MRCCC, dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, mengatakan, “Seiring dengan bertambahnya kasus kanker di Indonesia yang semakin kompleks, pendekatan multidisiplin dari berbagai macam spesialis yang terkoordinasi diperlukan untuk menghasilkan prognosis optimal yang berfokus pada kesembuhan pasien. Untuk mendukung hal tersebut, hari ini MRCCC melakukan grand launching beberapa fasilitas baru seperti GCC, GOC, alat PET/CT kedua, dan Flow Cytometry. Di MRCCC, deteksi dini, bedah onkologi, kemoterapi, dan radioterapi dilakukan terpusat pada satu lokasi.”

“Kami terus mengembangkan diri dan pada sepanjang tahun 2023 tercatat telah melayani lebih dari 30.000 pasien kanker, lebih dari 30.000 radioterapi, lebih dari 10.000 kemoterapi, lebih dari 6.000 prosedur pemindaian PET-CT, dan melakukan lebih dari 3.000 tindakan operasi. MRCCC menyediakan berbagai modalitas pengobatan kanker seperti bedah, kemoterapi, radioterapi, serta pengobatan yang customized seperti targeted therapy dan imunoterapi sesuai dengan hasil pemeriksaan genetik masing-masing individu.

Pengobatan kanker di MRCCC ke depannya akan lebih bersifat personalized berdasarkan jenis dan mutasi gen kanker. Contohnya, dua orang yang terdiagnosis kanker payudara belum tentu membutuhkan pengobatan yang sama karena karakteristik sel kanker dapat berbeda,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Siap Gelar Tes dan Vaksinasi Kanker Serviks, Kapan Tanggal Pelaksanaannya?

Kemenkes Siap Gelar Tes dan Vaksinasi Kanker Serviks, Kapan Tanggal Pelaksanaannya?

Health | Jum'at, 23 Februari 2024 | 11:18 WIB

Akses Terbatas terhadap Radioterapi Ancam Penanganan Kanker di Indonesia

Akses Terbatas terhadap Radioterapi Ancam Penanganan Kanker di Indonesia

Health | Rabu, 21 Februari 2024 | 08:43 WIB

Kenapa Anak Bisa Kena Kanker? Dokter Bongkar Sebabnya

Kenapa Anak Bisa Kena Kanker? Dokter Bongkar Sebabnya

Health | Senin, 19 Februari 2024 | 14:55 WIB

Terkini

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:05 WIB

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:04 WIB

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:52 WIB

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:45 WIB

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 07:36 WIB

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:34 WIB

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

×