Nia Ramadhani sampai Harus Cabut Kuku karena Cantengan, Apa Saja Sih Penyebab Kondisi Ini?

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Kamis, 07 Maret 2024 | 17:50 WIB
Nia Ramadhani sampai Harus Cabut Kuku karena Cantengan, Apa Saja Sih Penyebab Kondisi Ini?
Ilustrasi cantengan (Elements Envato)

Suara.com - Nia Ramadhani baru saja memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit (RS) untuk mengatasi kuku cantengan. Diunggah lewat kanal YouTube Nia Ramadhani Bakrie, diketahui kuku yang cantengan itu ada di jempol kaki sebelah kiri.

Setibanya di ruang IGD, Nia awalnya tak tahu kalau kondisinya itu disebut cantengan. Ia hanya menjelaskan bahwa kuku jempol kakinya sakit akibat terus tergesek sepatu saat berlari.

"Kata guru lari aku, karena kukunya panjang terus kegesek-gesek (waktu lari) ketabrak (sepatu) terus," ujar Nia, dikutip dari kanal YouTube Nia Ramadhani Bakrie, Kamis (7/3).

Setelah dicek oleh dokter jaga, ternyata kuku tersebut sudah mati sehingga harus dicabut. Nia pun tampak panik mendengarnya, karena sedari awal sudah takut dan enggan melakukan tindakan.

Nia Ramadhani cabut kuku karena cantengan. (YouTube)
Nia Ramadhani cabut kuku karena cantengan. (YouTube)

Namun apabila tidak dicabut, kondisi kuku tersebut bisa membawa masalah lain di kemudian hari, seperti infeksi dan bernanah. Karenanya meski masih takut, Nia memantapkan diri untuk kukunya dicabut.

Penyebab Cantengan

Cantengan merupakan kondisi di mana ujung kuku tumbuh atau masuk ke dalam daging di area kuku. Kondisi cantengan umumnya disertai gejala nyeri, bengkak maupun kemerahan di area kuku.

Cantengan adalah kondisi yang umum terjadi namun tidak boleh disepelekan. Sebab jika cantengan dibiarkan, maka bisa menimbulkan infeksi. Hal ini tentunya akan berbahaya pada penderita diabetes.

Melansir dari laman Alodokter, cantengan bisa terjadi karena beragam hal, antara lain.

Baca Juga: Manjakan Nia Ramadhani, Sosok Tatty Murnitriati yang Dicap Mertua Idaman

  1. Memotong kuku dengan cara yang salah. Misalnya terlalu pendek atau sampai menembus ke bagian pinggir kuku.
  2. Mengenakan sepatu yang sempit atau terlalu ketat. Hal ini bisa menekan kuku kaki sehingga kuku masuk ke dalam kulit.
  3. Kurang memperhatikan kebersihan kaki, seperti menggunakan alas kaki saat kondisi kaki basah atau berkeringat
  4. Mengalami cedera kuku akibat tersandung, tertimpa benda berat, atau menerima tekanan berulang seperti menendang bola.
  5. Memiliki bentuk kuku yang tidak umum, seperti melengkung (curved toenails).
  6. Mengalami infeksi jamur pada kuku

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI