KPAI Soroti Peran Anak di Acara Entertainment: Ranah Privasi Menggantikan Talenta

Minggu, 07 April 2024 | 02:10 WIB
KPAI Soroti Peran Anak di Acara Entertainment: Ranah Privasi Menggantikan Talenta
Ilustrasi acara televisi, entertainment. [shutterstock]

Suara.com - Kasus acara Saurans yang mendapat teguran dari KPI menuai banyak sorotan, salah satunya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pasalnya, keterlibatan Rayyanza yang masih di bawah umur ini memperlihatkan perubahan dalam industri entertainment.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan, saat ini industri entertainment justru memperlihatkan berbagai hal yang berbau ranah privasi. Padahal, saat dulu para publik figur lebih dikenal dengan berbagai talenta yang dimilikinya.

“Sekarang memperlihatkan ranah privat jadi tren industri entertainment. Kalau dulu menjadi tokoh publik melalui pola talenta,” ungkap Jasra kepada Suara.com, Sabtu (6/4/2024).

Rayyanza dalam acara sahur Saurans NET TV (YouTube/Rans Entertainment)
Rayyanza dalam acara sahur Saurans NET TV (YouTube/Rans Entertainment)

Hal ini juga mempengaruhi pandangan publik untuk menjadi seseorang di dalam industri entertainment. Menurut Jasra, saat ini masyarakat melihat untuk menjadi tokoh publik dilakukan dengan branding melalui ranah privasi. Bahkan, untuk anak-anak sudah mulai ditanamkan sejak proses hamil hingga perkembangannya.

“Tapi sekarang menanamkan image ke publik untuk menjadi tokoh publik. Dibranding dan ditanamkan dari hamil sampai lahir dan bertumbuh kembang,” sambungnya.

Hal ini juga cukup miris karena bisa memengaruhi masa depan anak. Pasalnya, kepopuleran yang didapat pada anak-anak ini bisa memengaruhi tumbuh kembang anak ke depannya. Untuk itu, perlu adanya persiapan pendampingan jiwa anak. Ia berharap, jangan sampai anak-anak yang saat ini dikenal bisa berpengaruh pada pertumbuhannya.

“Yang terpikirkan di masa depan, adalah persiapan pendampingan jiwa anak. Agar kepopulerannya menjadi partisipasi bermakna dalam tumbuh kembang nya yang pesat. Jangan sampai mengganggu tumbuh kembang,” jelasnya.

Alasan mengapa hal ini penting diperhatikan karena seiring pertumbuhannya, anak membutuhkan privasi. Ada beberapa hal dalam hidup anak yang tidak selalu menjadi konsumsi publik.

Jika kondisi privasinya terus menjadi konsumsi publik, anak dapat merasa terganggu. Kondisi ini bisa menjadi lebih buruk karena merusak jiwa anak. Bahkan, pada beberapa kasus adanya hal ini bisa berisiko menyebabkan anak kehilangan nyawanya.

Baca Juga: Usai Ditegur KPI, Acara Saurans Raffi Ahmad Berhenti Tayang

“Karena semakin dewasa, psikologis anak akan bertumbuh dengan kebutuhan privacy. Ada bagian hidupnya yang tak selalu jadi konsumsi publik. Peristiwa yang pernah dialami beberapa tokoh entertainment di dunia yang sangat terganggu, tekanan paparazzi, yang sampai merusak jiwa, bahkan mereka berusaha lari dari keramaian dengan risiko kehilangan nyawa,” ujar Jasra.

Oleh sebab itu, para publik figur yang memiliki anak harus tahu batasan hal apa saja untuk privasi diri sendiri. Kasus-kasus yang ada juga bisa dijadikan pembelajaran serta kewaspadaan agar tahu batasan ranah privasi anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI