Kemenkes Akan Bikin Aturan Pelarangan Lemak Trans di Makanan Indonesia, Bakal Berimbas ke UMKM Juga?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 07 Mei 2024 | 17:31 WIB
Kemenkes Akan Bikin Aturan Pelarangan Lemak Trans di Makanan Indonesia, Bakal Berimbas ke UMKM Juga?
Ilustrasi martabak, salah satu jananan yang mengandung lemak trans. (Freepik_tyasindayanti)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menerapkan aturan pelarangan lemak trans di industri makanan Indonesia untuk menurunkan dan menekan penyakit jantung hingga menghemat uang negara.

Rencana ini diungkap langsung Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono yang mengatakan lemak trans atau lemak jenuh secara signifikan menyebabkan 500.000 kematian akibat penyakit jantung koroner setiap tahunnya.

“Kami akan merumuskan regulasi tersebut di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat akan lebih sehat sehingga angka kematian akibat penyakit jantung dan kardiovaskular turun," ujar Wamenkes Dante dalam keterangan yang diterima suara.com, Selasa (7/5/2024).

Wamenkes Dante menjelaskan, penerapan regulasi lemak trans akan dibarengi dengan edukasi secara masif, terutama pada sektor informal seperti pedagang kecil dan menengah.

Lemak trans banyak ditemukan di berbagai produk Indonesia, dari mulai biskuit, wafer, produk roti, dan jajanan kaki lima seperti martabak. Bahkan, temuan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendapati konsentrasi lemak trans tertinggi terdapat pada campuran margarin dan mentega, yaitu 10 kali lebih tinggi dari batas yang direkomendasikan.

Adapun WHO merekomendasikan kadar lemak trans dalam pangan kurang dari 2 gram per 100 gram total lemak. Namun, hampir 10 persen produk yang disurvei atau sekitar 11 makanan mengandung kadar lemak trans melebihi rekomendasi tersebut.

“Kini, 53 negara anggota WHO secara global telah mengadopsi kebijakan praktik terbaik terkait lemak trans, dan WHO bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan Indonesia menjadi negara berikutnya,” kata perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. N. Paranietharan.

Perlu diketahui, lemak trans adalah jenis lemak yang secara alami ada dalam jumlah kecil dalam daging dan produk susu dari hewan yang berkuku belah.

Namun, mayoritas lemak trans yang kita konsumsi berasal dari proses industri yang disebut hidrogenasi parsial, di mana minyak nabati cair diubah menjadi lemak padat dengan menambahkan hidrogen.

baca juga

Lemak trans industri telah terbukti sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Mereka meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL), meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Lemak jenuh ini juga dikaitkan dengan resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan peradangan dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Kemenkes Ungkap Jumlah Kasus DBD Tembus 76 Ribu Sepanjang Tahun 2024

Waspada! Kemenkes Ungkap Jumlah Kasus DBD Tembus 76 Ribu Sepanjang Tahun 2024

Health | Sabtu, 27 April 2024 | 05:40 WIB

Indonesia Penyumbang Malaria Tertinggi ke-2 Asia, Kemenkes Klaim Capaian Eliminasi Masih Sesuai Target

Indonesia Penyumbang Malaria Tertinggi ke-2 Asia, Kemenkes Klaim Capaian Eliminasi Masih Sesuai Target

Lifestyle | Jum'at, 26 April 2024 | 09:20 WIB

Kasus DBD di Indonesia Sedang Tinggi, Pencegahan Penyakit Menular dari Nyamuk Perlu Jadi Prioritas

Kasus DBD di Indonesia Sedang Tinggi, Pencegahan Penyakit Menular dari Nyamuk Perlu Jadi Prioritas

Health | Rabu, 24 April 2024 | 08:56 WIB

Terkini

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

×