Ini Cara Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas, Dokter Ortopedi: Pakai Pola ABCDE

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 30 Mei 2024 | 08:26 WIB
Ini Cara Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas, Dokter Ortopedi: Pakai Pola ABCDE
ilustrasi kecelakaan lalulintas (Freepik/aukid)

Suara.com - Belakangan ini banyak peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menggemparkan di Indonesia. Tapi mirisnya, sangat sedikit orang yang tahu cara pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas, yang akhirnya membuat mereka meregang nyawa.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Bedah Tangan, Lengan Atas dan Bedah Mikro, dr. Aakash, M.Biomed, Sp.OT (K) mengatakan ada banyak kesalahan yang dilakukan saat menolong  korban kecelakaan lalu lintas pertama kali. Salah satunya kebanyakan penolong korban kecelakaan malah berfokus pada kondisi fisik korban.

Padahal menurut dr. Aakash yang paling penting yaitu menggunakan pola ABCDE, yaitu airways, breathing, circulation, disability, daan exposure. Pola ini menurut dokter yang juga ahli penanganan trauma hand, anggota gerak atas dan microsurgery ini sesuai dengan panduan ATLS (Advanced Trauma Life Support), yaitu pelatihan atau kursus tentang penanganan terhadap pasien korban kecelakaan.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (ANTARA)
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (ANTARA)

"Prinsip dasar dari ATLS mengikuti pola ABCDE untuk mempermudah. Pertama ada airway itu jalur napas, breathing itu paru-paru, circulation adalah jantung dan pembuluh darah, disability itu status kesadaran pasien dan E adalah exposure untuk melihat apakah potensi bahaya lain di lokasi kejadian," ujar dr. Aakash melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (29/5/2024).

Inilah sebabnya saat pasien gawat darurat pertama kali datang ke IGD, umumnya dokter akan lebih dulu mengecek jalur napas pasien itu bagus atau tidak. Apalagi kata dr. Aakash masyarakat perlu memperhatikan saat pasien kecelakaan lalu lintas pengendara motor dan memakai helm, meski kepala terlihat tidak terluka tapi jalur napas korban harus diperhatikan dengan seksama.

"Banyak orang yang naik motor ketika kecelakaan yang harus kita perhatikan adalah jalur napasnya," jelas dokter yang bertugas di Primaya Sport Clinic and Orthopedic Center di Primaya Hospital Bekasi Timur itu.

Untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas pengendara motor, setidaknya membutuhkan bantuan dua orang sekaligus untuk membuka helm. Satu orang membantu buka helm agar jalan napas tidak terganggu, dan orang kedua memegang leher korban agar tidak goyang.

"Helmnya dibuka secara perlahan dengan posisi jalur napas terbuka lurus. Intinya yang penting airway tetap harus dipertahankan atau terbuka dan tidak menghalangi napas," papar dr. Aakash.

Sedangkan jika dihadapkan pada cedera kaki korban lalu lintas, yakni berupa kaki hancur maka penting untuk tidak memperburuk kondisi pasien dengan lebih dulu memperhatikan lingkungan sekitar.

baca juga

"Jika tidak bisa menolong lebih baik membantu memanggil atau menelepon orang yang tepat. Karena saya pernah menangani pasien yang mendapatkan penanganan yang salah, kakinya sudah tidak benar atau tidak di bantu dengan penyangga," paparnya.

"Tapi saya mengerti mungkin beberapa orang tidak paham. Niatnya baik tapi memperburuk kondisi. Secara tehnik memang sebenarnya harus ada pelatihannya sendiri," lanjut dr. Aakash.

Tren cidera tulang karena kecelakan vs olahraga

Namun menariknya, data menunjukan penyebab cedera tulang hingga butuh terapi bahkan operasi bukan yang terbanyak bukan disebabkan karena kecelakaan lalu lintas, melainkan cedera pada rekreasional atlet yang didominasi usia produktif yakni usia 14 hingga 40 tahun.

Hal ini dibenarkan Ketua Primaya Sport Clinic and Orthopedic Center, Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga, dr. Evan, M.Kes, SpOT (K), FICS, AIFO-K yang menjelaskan rekreasional atlet paling banyak mengalami cedera, yaitu orang yang bukan atlet profesional tapi gemar berolahraga

"Itu karena pemanasan yang kurang, lalu ikut-ikutan teman. Misalnya saya lari langsung 10K, sementara belum pernah lari, karena ikut teman saya itu banyak sekali muncul cedera, cedera paling sering itu secara regional, di lutut (ligamen), angle salah loncat salah jalan dan salah lari, kemudian di bahu," papar dr. Evan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Terkini Korban Kecelakaan Bus Study Tour SDN 1 Harisan Jaya di Sumsel

Kondisi Terkini Korban Kecelakaan Bus Study Tour SDN 1 Harisan Jaya di Sumsel

News | Sabtu, 25 Mei 2024 | 18:07 WIB

Pengendara Motor Ditebas Begal di Sumut, Warga Resah Colek Prabowo: Siang OKP, Malam Begal

Pengendara Motor Ditebas Begal di Sumut, Warga Resah Colek Prabowo: Siang OKP, Malam Begal

News | Sabtu, 25 Mei 2024 | 12:38 WIB

Viral! Umbar Kata-kata Kasar, Perempuan Diduga Guru Cela Larangan Study Tour

Viral! Umbar Kata-kata Kasar, Perempuan Diduga Guru Cela Larangan Study Tour

News | Jum'at, 24 Mei 2024 | 10:30 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×