Udara Kota Jakarta Terburuk di Dunia Pagi Ini, Dokter Paru: Udara Bersih Adalah Hak Warga!

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 07 Juni 2024 | 13:58 WIB
Udara Kota Jakarta Terburuk di Dunia Pagi Ini, Dokter Paru: Udara Bersih Adalah Hak Warga!
Masyarakat berjalan sambil menggunakan masker di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (21/8/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Jakarta tercatat sebagai kota dengan kualitas udara paling buruk di dunia, pagi ini, Jumat (7/6/2024), Menurut data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 176, yang termasuk dalam kategori tidak sehat.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan setiap warga negara memiliki hak untuk menghirup udara bersih.

“Pemerintah harus berupaya maksimal agar polusi udara dapat dikendalikan,” kata Prof Tjandra dikutip dari ANTARA. 

Menanggapi memburuknya kualitas udara di Jakarta, Prof. Tjandra menyarankan pemerintah untuk mulai dengan langkah mudah seperti memberikan informasi rinci dan berkala tentang polusi udara kepada masyarakat.

Ilustrasi polusi udara. (freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi polusi udara. (freepik/rawpixel.com)

Pemerintah juga harus memastikan akses pelayanan kesehatan bagi warga yang terkena dampak polusi udara tanpa membebani mereka secara finansial, sesuai dengan konsep Universal Health Coverage (UHC).

Menurut Prof. Tjandra, kualitas udara yang buruk dengan partikel berbahaya seperti PM 10 dan PM 2,5 serta CO, SO2, dan ozon dapat menyebabkan iritasi saluran napas, batuk, sesak napas, kekambuhan asma, eksaserbasi PPOK, dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Dalam jangka panjang, ini bisa merusak saluran napas dan alveolus, memicu penyakit paru kronik.

“Ini (kualitas udara buruk) harus bisa diubah karena kita warga negara Jakarta, dapat memilih untuk mulai mengonsumsi makanan yang tidak tercemar, tetapi kita tidak bisa memilih udara yang kita hirup setiap waktu. Kalau ada polusi udara, maka kita terpaksa atau dipaksa menghirup udara yang tercemar polutan dan akan merugikan kesehatan,” kata Prof Tjandra.

Ia juga menganjurkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah jika polusi udara tinggi, menjaga kesehatan, makan bergizi, istirahat cukup, dan tidak merokok. Bagi penderita penyakit kronik dan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, penting untuk mematuhi anjuran dokter dan rutin mengonsumsi obat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darurat! Kualitas Udara Kota Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia

Darurat! Kualitas Udara Kota Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia

News | Jum'at, 07 Juni 2024 | 08:43 WIB

Kejutan Baru di Jakarta Fair 2024, Hadirkan Wahana Ramah Anak

Kejutan Baru di Jakarta Fair 2024, Hadirkan Wahana Ramah Anak

Video | Jum'at, 07 Juni 2024 | 07:05 WIB

Jakarta Fair Bakal Kembali Dibuka 12 Juni hingga 14 Juli, Targetkan Transaksi Lebih dari Rp7,5 Triliun

Jakarta Fair Bakal Kembali Dibuka 12 Juni hingga 14 Juli, Targetkan Transaksi Lebih dari Rp7,5 Triliun

News | Jum'at, 07 Juni 2024 | 07:36 WIB

Terkini

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

×