Suplemen dan Vitamin, Amankah Dikonsumsi Oleh Penderita Autoimun?

Senin, 10 Juni 2024 | 14:37 WIB
Suplemen dan Vitamin, Amankah Dikonsumsi Oleh Penderita Autoimun?
Ilustrasi suplemen dan vitamin. (Pixabay)

Suara.com - Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan dengan tujuan membuat tubuh menjadi jauh lebih sehat.

Namun, siapa sangka, konsumsi suplemen ternyata dapat membuat masalah kesehatan baru. Pada kasus tertentu, beberapa orang justru mengalami penyakit autoimun setelah mengonsumsi suplemen. Bagaimana penjelasannya?

Subspesialis Dermato Alergi Imunologi selaku pemilik Immuno Derma Clinic dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp. DAI mengatakan bahwa kondisi autoimun ini terjadi karena imun dalam tubuh meningkat dan menilai sel dalam tubuh menjadi asing.

Suplemen atau vitamin itu bekerja dengan cara meningkatkan imun. Namun jika dikonsumsi saat autoimun sedang kambuh, hal itu justru bisa menjadi masalah. Padahal, konsumsi suplemen seperti vitamin C dapat meningkatkan antioksidan dalam tubuh.

“Jadi vitamin C itu kan sebenarnya peningkat imun, jadi kalau autoimun lagi ganas-ganasnya kambuh terus dikasih vitamin C, kadang justru malah mencetuskan, tapi vitamin C juga antioksidan jadi ada sisi baiknya ada enggaknya,” kata dr. Windy dalam acara Opening Immuno Derma Clinic, Sabtu (8/6/2024).

Di sisi lain, bagi orang dengan kondisi sehat, sebenarnya asupan nutrisi dari makanan sudah cukup Oleh sebab itu, suplemen ataupun vitamin tidak diperlukan, kecuali ia memiliki masalah kesehatan kronis yang membutuhkan asupan tambahan.

“Sebenarnya (penggunaannya) sesuai indikasi, sebenarnya dari asupan makanan juga sudah cukup buah sayur mengandung vitamin C. Tapi ada misalnya penyakit kronik yang tidak sembuh, kadang memang membutuhkan vitamin C karena dia bersifat antioksidan,” sambungnya.

Menambahkan hal ini, Spesialis Gizi Klinik di Immuno Derma Clinic Dr. Bintari Anindhita, Sp.GK. mengatakan, konsumsi suplemen maupun vitamin tidak diperlukan jika kondisi seseorang sehat. Hal ini karena suplemen biasanya memiliki dosis besar yang melebihi kebutuhan harian.

“Jadi sebenarnya, multivitamin, vitamin C, dan segala macam itu kan ada kebutuhannya masing-masing. Dan sebenarnya kecukupan gizinya selama sehat tidak ada kondisi masalah apapun itu enggak besar. Kita konsumsi vitamin C hampir tiap hari itu dosisnya besar sekali, sedangkan kebutuhan harian tanpa kondisi penyakit apapun itu sekitar 90-100 mg saja dan itu bisa tercapai dari makanan sudah terpenuhi,” jelas dr. Bintari.

Baca Juga: 8 Kandungan Suplemen yang Bisa Bantu Tubuh Makin Maksimal Berolahraga: Bermanfaat Untuk Atlet!

Namun, untuk orang yang alami luka untuk penyembuhan lebih cepat atau sakit tertentu, konsumsi suplemen atau vitamin dapat dianjurkan. Hal ini karena itu memang dibutuhkan sebagai asupan tambahan.

“Tapi jika kondisi-kondisi khusus, misalnya ada luka yang enggak sembuh-sembuh atau ada penyakit tertentu kadang terjadi peningkatan kebutuhan, nah itu sebenarnya baru kita kasih suplementasi baik itu bentuk pil minum maupun injeksi. Jadi sebenarnya suplementasi itu hanya bisa dibutuhkan saja,” jelasnya.

Sementara itu, jika seseorang alami sakit autoimun karena konsumsi suplemen, vitamin, atau penyebab lainnya, dapat segera melakukan pengobatan. Hal ini akan membantu untuk mengatasi autoimun yang dialami.

Immuno Derma Clinic (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Immuno Derma Clinic (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Untuk pengobatan di Jakarta dapat dilakukan di Immuno Derma Clinic. Klinik ini memberikan pelayanan menyembuhkan autoimun, masalah kulit, alergi, ataupun penyakit lainnya.

“Kami memberikan pelayanan untuk pengelolaan penyakit kulit alergi, autoimun, inflamasi dan lain-lain untuk memberikan hasil yang optimal bagi pasien kami,” jelas dr. Bintari.

Immuno Derma Clinic juga memberikan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dapat mengoptimalkan diagnosis dan tata laksana kesehatan kulit pelanggan, antara lain pemeriksaan uji tusuk kulit (skin prick test), uji tempel kulit (patch test) yang lengkap, uji alergi suhu (temptest), pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan genomik, pemeriksaan molekuler, skrining pra-nikah dan infeksi menular seksual, serta skrining tumor kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI