Kurangnya Perawatan Hepatitis C Bikin Besar Pengungsi Rohingya Tidak Bisa Sembuh

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 13 Juni 2024 | 11:29 WIB
Kurangnya Perawatan Hepatitis C Bikin Besar Pengungsi Rohingya Tidak Bisa Sembuh
Ilustrasi Hepatitis - Kenali Perbedaan Gejala Hepatitis Akut Pada Anak dan Dewasa (Pixabay)

Suara.com - Kurangnya perawatan hepatitis C membuat banyak pengungsi Rohingya di kamp-kamp Bangladesh tidak bisa sembuh, meski prevalensi penyakit ini tinggi. Sebuah studi MSF menunjukkan hampir 20% pengungsi di kamp Cox's Bazar memiliki infeksi hepatitis C aktif.

Sebagai virus menular melalui darah, hepatitis C dapat tetap tidak aktif lama dan, tanpa perawatan, bisa menyebabkan komplikasi serius seperti sirosis atau kanker hati.

Di kamp, opsi diagnosis dan perawatan sangat terbatas. MSF menyerukan upaya kemanusiaan bersama untuk mengatasi penyakit ini.

Survei MSF terhadap 680 rumah tangga di tujuh kamp menunjukkan bahwa hampir sepertiga orang dewasa pernah terpapar hepatitis C, dengan 20% memiliki infeksi aktif. Peralatan medis tidak steril dan praktik kesehatan alternatif di kamp-kamp berkontribusi pada penyebaran penyakit ini.

Ebrahim adalah seorang relawan promotor kesehatan komunitas yang bekerja di klinik Jamtoli MSF. Dia membagikan informasi tentang Hepatitis C – apa itu Hepatitis C, bagaimana penularannya, dan bagaimana orang dapat mencegah Hepatitis C di area tunggu pojok Hepatitis C. Dia juga membimbing pasien jika mereka memiliki pertanyaan atau permintaan terkait Hepatitis C.  Dok.Abir Abdullah/MSF
Ebrahim adalah seorang relawan promotor kesehatan komunitas yang bekerja di klinik Jamtoli MSF. Dia membagikan informasi tentang Hepatitis C – apa itu Hepatitis C, bagaimana penularannya, dan bagaimana orang dapat mencegah Hepatitis C di area tunggu pojok Hepatitis C. Dia juga membimbing pasien jika mereka memiliki pertanyaan atau permintaan terkait Hepatitis C. Dok.Abir Abdullah/MSF

Diperkirakan satu dari lima orang dewasa di kamp, sekitar 86.000 individu, hidup dengan infeksi hepatitis C dan membutuhkan perawatan. Namun, kapasitas MSF tidak mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan perawatan.

“Sebagai salah satu kelompok etnis paling teraniaya di dunia, populasi Rohingya membayar harga untuk puluhan tahun tidak mendapatkan akses ke layanan kesehatan dan praktik medis yang aman di negara asal mereka. Penggunaan peralatan kesehatan yang tidak didesinfeksi, seperti jarum suntik, yang banyak digunakan dalam praktik kesehatan alternatif di komunitas pengungsi, bisa menjelaskan potensi transmisi yang berkelanjutan dan tingginya prevalensi hepatitis C di antara populasi yang tinggal di kamp-kamp yang padat penduduk", jelas Sophie Baylac, kepala misi MSF di Bangladesh.

Akses diagnosis dan perawatan hepatitis C di kamp hampir tidak ada. Obat antiviral dapat menyembuhkan lebih dari 95% penderita, tetapi pengungsi tidak bisa bekerja atau meninggalkan kamp untuk mencari perawatan di luar.

WHO, IOM, dan Save The Children berencana mengobati 900 pasien hepatitis C di dua pusat kesehatan di kamp, tetapi diperlukan kampanye besar-besaran untuk membatasi penularan virus dan menghindari komplikasi hati yang parah.

Pedoman WHO dan model perawatan sederhana yang digunakan oleh MSF dalam konteks serupa telah terbukti efisien untuk meningkatkan pengobatan hepatitis C dengan hasil yang sangat baik dalam situasi kemanusiaan dan sumber daya rendah.

Selama dua tahun terakhir, MSF juga mendukung Kementerian Kesehatan Bangladesh dalam menyusun pedoman klinis nasional untuk pengobatan hepatitis C.

MSF siap untuk terus bekerja dengan otoritas nasional, organisasi antar pemerintah, dan organisasi non-pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pencegahan dan promosi kesehatan skala besar, serta kampanye 'tes dan obati' massal di semua kamp Cox's Bazar untuk membatasi penularan virus dan mengobati sebanyak mungkin pasien secepat mungkin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalam 2 Hari, 169 Pengungsi Rohingya Ditemukan di Perairan Aceh

Dalam 2 Hari, 169 Pengungsi Rohingya Ditemukan di Perairan Aceh

News | Kamis, 21 Maret 2024 | 14:38 WIB

HOAKS, Menlu Retno Marsudi Perintahkan Usir Pengungsi Rohingya

HOAKS, Menlu Retno Marsudi Perintahkan Usir Pengungsi Rohingya

News | Kamis, 18 Januari 2024 | 17:39 WIB

KASAL Harap Status Pengungsi Rohingya Didalami: Korban Konflik atau TPPO?

KASAL Harap Status Pengungsi Rohingya Didalami: Korban Konflik atau TPPO?

News | Senin, 15 Januari 2024 | 14:28 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB