Agar Ramah Disabilitas, Petugas Medis Hingga Layanan Publik Harusnya Bisa Bahasa Isyarat!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 14 Juni 2024 | 13:46 WIB
Agar Ramah Disabilitas, Petugas Medis Hingga Layanan Publik Harusnya Bisa Bahasa Isyarat!
Seorang pegiat sosial melakukan sosialisasi bahasa isyarat saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/3). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Suara.com - Penyandang disabilitas tuli kerap disulitkan dalam akses layanan kesehatan, karena masih banyak petugas medis seperti dokter maupun suster yang tidak menguasai bahasa Isyarat Indonesia alias Bisindo.

Hal ini diakui Teman Tuli sekaligus Co-Founder FeminisThemis, Nissi Taruli Felicia yang kerap mendapati banyak teman perempuan dengan kondisi serupa kesulitan mendapat informasi dari dokter atau perawat, karena tidak bisa mendengar. Sedangkan petugas kesehatan tersebut tidak bisa bahasa isyarat.

"Jadi misalnya teman tuli melahirkan atau sakit, mereka tidak bisa dapat informasi yang jelas karena layanan kesehatan belum inklusif," ungkap Nissi beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.

Bahasa isyarat. [Shutterstock]
Bahasa isyarat. [Shutterstock]

Menurut Nissi Bisindo sudah menjadi alat komunikasi yang mudah ditemui di masyarakat, dan ditempatkan selaiknya bahasa Inggris atau bahasa daerah. Sehingga layanan publik di pemerintahan, bisa difasilitasi dengan adanya penerjemah bahasa isyarat.

"Semua harus belajar bahasa isyarat karena kalau kita khususkan di profesi tertentu gimana caranya supaya bisa inklusif. Layanan publik semuanya harus belajar bahasa isyarat, termasuk pendidikan juga. Artinya kalau orang bekerja di layanan penting belajar bahasa isyarat, karena kita nggak tahu kapan kita ketemu komunitas tuli kan," sambung Nissi.

Di kesempatan lain, Country Division Head Bayer Consumer Health Indonesia & Malaysia, Kinshuk Kunwar yang mengatakan penyandang disabilitas seperti teman tuli rentan mengalami berbagai risiko akibat dampak dari keterbatasan akses akan informasi, pendidikan, dan kesehatan yang memadai.

Apalagi data 2023 menunjukan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa atau sekitar 8,5% dari jumlah penduduk Indonesia.

"Setiap individu berhak mendapatkan akses yang sama terhadap produk dan informasi kesehatan, serta berhak mendapatkan hidup lebih lebih sehat. Kami percaya bahwa ketika orang memiliki kemampuan untuk merawat kesehatan diri mereka sendiri, mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik," ujar Kinshuk Kunwar melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (14/6/2024)

Ini jugalah yang jadi alasan Bayer Consumer Health Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Karya Insan Sejahtera (Precious One) untuk membuat siaran edukasi kesehatan pertama di Indonesia menggunakan bahasa Isyarat atau Bisindo.

baca juga

Edukasi kesehatan mandiri ini dilakukan melalui e-commerce dengan menjangkau lebih dari 100.000 penyandang disabilitas Tuli di Indonesia. Berkat inovasi yang unik ini, hasilnya Bayer meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia alias MURI.

Tujuan dari edukasi untuk disabilitas tuli, yaitu agar para teman tuli mampu hidup lebih mandiri, termasuk mampu merawat kesehatannya sendiri dan kualitas hidup lebih baik dari sebelumnya.

Bahasa isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir. Bahasa isyarat merupakan bahasa yang digunakan oleh komunitas tuli untuk berkomunikasi.

Tidak hanya itu, bahasa isyarat juga merupakan alat bagi penggunanya untuk mengidentifikasi diri dan memperoleh informasi. Perbedaan mendasar antara bahasa isyarat dan bahasa lisan terletak pada modalitas atau sarana produksi dan persepsinya.

Bahasa lisan diproduksi melalui alat ucap (oral) dan dipersepsi melalui alat pendengaran (auditoris), sementara bahasa isyarat diproduksi melalui gerakan tangan (gestur) dan dipersepsi melalui alat penglihatan (visual). Dengan demikian, bahasa lisan bahasa yang bersifat oral-auditoris, sementara bahasa isyarat bersifat visual-gestural.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Fakta Ayah dan Anak Difabel yang Pilih Tinggal di Dalam Gua Jepara Dibanding Tinggal di Panti Sosial

7 Fakta Ayah dan Anak Difabel yang Pilih Tinggal di Dalam Gua Jepara Dibanding Tinggal di Panti Sosial

News | Jum'at, 07 Juni 2024 | 14:00 WIB

Kolaborasi Ciptakan Karya Inovatif Kelas Dunia Membantu Penyandang Disabilitas Menuju Indonesia Inklusi

Kolaborasi Ciptakan Karya Inovatif Kelas Dunia Membantu Penyandang Disabilitas Menuju Indonesia Inklusi

Lifestyle | Rabu, 05 Juni 2024 | 18:44 WIB

Jadi Polemik, Juru Bahasa Isyarat saat Polda Jabar Rilis Pegi Diduga Palsu

Jadi Polemik, Juru Bahasa Isyarat saat Polda Jabar Rilis Pegi Diduga Palsu

Video | Selasa, 04 Juni 2024 | 07:30 WIB

Terkini

Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat

Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:50 WIB

'Adik Dibawa Ibu-ibu Jahat', Jerit Pilu Bocah Korban Penculikan di Jakbar yang Ditinggal di Jalanan

'Adik Dibawa Ibu-ibu Jahat', Jerit Pilu Bocah Korban Penculikan di Jakbar yang Ditinggal di Jalanan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Eks Barcelona Jagokan Timnas Indonesia, Berbatov Berharap Kevin Diks Cs Main Indah

Eks Barcelona Jagokan Timnas Indonesia, Berbatov Berharap Kevin Diks Cs Main Indah

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:43 WIB

DPR Mulai Bongkar Desain Pemilu, 10 Isu Strategis Masuk Pembahasan RUU hingga Desember

DPR Mulai Bongkar Desain Pemilu, 10 Isu Strategis Masuk Pembahasan RUU hingga Desember

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Sering Dianggap Cuma Efek Menua, Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Katup Jantung Bermasalah

Sering Dianggap Cuma Efek Menua, Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Katup Jantung Bermasalah

Health | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Lalu Dijual, Uangnya untuk Beli Sabu

Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Lalu Dijual, Uangnya untuk Beli Sabu

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Timnas Indonesia vs Thailand Malam Ini: Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026 dan Link Live Streaming

Timnas Indonesia vs Thailand Malam Ini: Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026 dan Link Live Streaming

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Buntut Temuan Ombudsman, Menteri Imipas Perintahkan Irjen Audit Dugaan Pungli Remisi

Buntut Temuan Ombudsman, Menteri Imipas Perintahkan Irjen Audit Dugaan Pungli Remisi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:31 WIB

KPK Dalami Pembelian Volvo Ridwan Kamil yang Pernah Dipakai Saat Pelantikan Pj Gubernur Jabar

KPK Dalami Pembelian Volvo Ridwan Kamil yang Pernah Dipakai Saat Pelantikan Pj Gubernur Jabar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Sugiono Jadi Menko PMK, Bidik Renovasi 300 Ribu Sekolah dan 10 Ribu Puskesmas hingga 2029

Sugiono Jadi Menko PMK, Bidik Renovasi 300 Ribu Sekolah dan 10 Ribu Puskesmas hingga 2029

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×