Cegah Kematian Mendadak, Ahli Bedah Saraf Ikuti Pelatihan Pembedahan Clipping Untuk Atasi Aneurisma Otak

Dinda Rachmawati

Minggu, 30 Juni 2024 | 09:27 WIB
Cegah Kematian Mendadak, Ahli Bedah Saraf Ikuti Pelatihan Pembedahan Clipping Untuk Atasi Aneurisma Otak
Ilustrasi Operasi Clipping Untuk Tangani Kasus Aneurisma Otak (Dok. Istimewa)

Suara.com - Aneurisma otak menjadi salah satu penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Ini adalah suatu kondisi di mana terjadi pelebaran abnormal pada dinding pembuluh darah di otak. 

Dijelaskan Dokter Bedah Saraf dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), bentuknya menyerupai balon yang menggembung keluar dari arteri. Ibarat bom waktu, balon dengan lapisan yang sangat tipis ini berpotensi pecah dan menyebabkan perdarahan di dalam otak dan dapat berakibat fatal. 

Menurut data dari Brain Aneurysm Foundation, 1 dari 50 orang memiliki aneurisma yang belum pecah. Setiap 18 menit 1 aneurisma pecah dan sekitar 500.000 orang meninggal di seluruh dunia setiap tahun akibat aneurisma otak.

Sementara di Indonesia, kata dr. Kusdiansah, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan RS PON beberapa tahun belakangan mencoba mendata berapa banyak kasus aneurisma otak yang terjadi.

"Tapi sebagai gambaran yang terjadi di RS PON sendiri, yang datang ke RS PON itu kurang lebih 100 pasien per tahun yang kami tangani. Dan kami sudah tangani lebih dari 1000 kasus aneurisma otak yang sejak rumah sakit ini berdiri," jelas dia.

Sayangnya, kata dr. Kusdiansah, hal tersebut seperti fenomena gunung es, di mana angka 1000 tadi hanya yang ada di permukaannya saja. Sebab, masih banyak kasus aneurisma otak yang belum ketahuan. Terlebih penyakit ini, kata dia tidak menunjukkan gejala sampai terjadi pembesaran yang cukup signifikan atau pecah. 

"Gejala yang mungkin muncul sebelum pecah termasuk sakit kepala parah, penglihatan kabur atau ganda, nyeri di sekitar mata, atau gangguan saraf lainnya," kata dr. Kusdiansah.

Jika aneurisma pecah, lanjut dia, gejalanya bisa berupa sakit kepala tiba-tiba yang sangat hebat, mual, muntah, leher kaku, kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian.

Aneurisma otak sendiri bisa ditangani dengan teknik pembedahan clipping atau menjepit yang bertujuan untuk menghentikan aliran darah ke aneurisma, sehingga mencegah pecahnya aneurisma di masa depan, atau pecah kembali setelah mengalami pendarahan otak.

baca juga

Pada prosedur ini, dr. Kusdiansah mengatakan dokter bedah saraf akan membuat sayatan di kulit kepala dan membuka sebagian kecil tulang tengkorak untuk mengakses otak. 

"Dengan bantuan mikroskop khusus, dokter akan mencari dan mengidentifikasi lokasi aneurisma dan melakukan penjepitan pada leher aneurisma dengan clip, biasanya berbahan titanium," jelasnya lagi.

Pelatihan Operasi Clipping untuk Menangani Aneurisma Otak 

Pembedahan clipping ini sebenarnya sudah biasa dikerjakan di rumah-rumah sakit pendidikan di Indonesia. Namun saat ini Kemenkes, RS PON, Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) dan Aesculap Academy Indonesia, yang bekerjasama Barrow Neurological Institute (BNI) melaksanakan pelatihan microsurgery kepada 20 orang bedah saraf dari 20 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tersebut kepada dokter-dokter bedah saraf di seluruh Indonesia. Diharapkan sampai akhir 2024 ini semua provinsi di Indonesia sudah memiliki dokter bedah saraf dengan kemampuan microsurgery. Pelatihan ini juga diikuti para ahli bedah saraf dari 10 pusat pendidikan bedah saraf terbaik se-indonesia.

Pada pelatihan ini, BNI, jelas Direktur RS PON, dr. Adin Nulkhasanah SpS, MARS, memperkenalkan model kepala manusia yang dicetak secara 3D untuk pelatihan operasi clipping. 

Model ini akan digunakan di seluruh dunia dan digunakan pertama kali di Jakarta. Teknologi ini memberikan simulasi yang sangat mirip dengan jaringan manusia dan kondisi bedah sebenarnya, sehingga memberikan pengalaman pelatihan yang lebih realistis dan efektif.

"Teknologi ini telah dikembangkan selama lebih dari 2 tahun oleh tim multidisiplin di pusat inovasi Barrow. Kami sangat berharap bahwa para dokter bedah saraf bisa meningkatkan kapasitasnya melalui workshop clipping ini," jelasnya lagi.

Ketua PERSPEBSI, Prof. dr. Joni Wahyuhadi SpBS, mengatakan, jika ini adalah salah satu upaya pihaknya dan Kemenkes untuk meningkatkan kemampuan Sumber daya Manusia dalam menangani aneurisma otak dan stroke yang merupakan pembunuh nomer dua di Indonesia.

"Hari ini kita mengadakan microsurgery cource dan hands on dengan mendatangkan ahli dari Amerika dan Jepang dalam meningkatkan neurointervensi terutama dalam penanganan aneurisma yang bisa ditangani dengan clipping atau menjepit," tutu dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragis! Breelyn Kena Radang Otak dan Divonis Tak Bisa Hidup Sampai Dewasa Gara-gara Dicium Sembarangan

Tragis! Breelyn Kena Radang Otak dan Divonis Tak Bisa Hidup Sampai Dewasa Gara-gara Dicium Sembarangan

Health | Senin, 10 Juni 2024 | 12:58 WIB

8 Strategi Sederhana Mengelola Multiple Sclerosis, Jangan Anggap Remeh!

8 Strategi Sederhana Mengelola Multiple Sclerosis, Jangan Anggap Remeh!

Your Say | Senin, 10 Juni 2024 | 10:29 WIB

Baca Buku Bikin Hidup Bahagia? 5 Alasan Ini Wajib Kamu Tahu!

Baca Buku Bikin Hidup Bahagia? 5 Alasan Ini Wajib Kamu Tahu!

Your Say | Rabu, 05 Juni 2024 | 14:58 WIB

Terkini

Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi hingga Akomodasi

Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi hingga Akomodasi

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:35 WIB

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

×